Ade Yasin Minta Semua Kepala PD, Camat, Kades dan Lurah Fokus Tanggulangi Covid-19

0
46

Cibinong, BogorUpdate.com
Menyikapi kasus positif Covid-19 di berbagai wilayah, Bupati Bogor Ade Yasin mengajak semua Kepala Perangkat Daerah (PD) dan Camat, Kades dan Lurah Fokus tangani Covid-19 pada Rapat Koordinasi penanganan Covid-19 di Pendopo Bupati Bogor, Kamis (1/7/21). Dalam Rakor tersebut dibahas beberapa poin prioritas, yakni terkait: pemulasaran jenazah Covid-19, layanan call center kedaruratan Covid-19 dan tempat isolasi mandiri di desa dan kecamatan, edukasi isolasi mandiri serta vaksinasi masif di Puskesmas.

Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan bahwa pengendalian kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, harus dilakukan seperti halnya dengan kehadiran Presiden RI Joko Widodo terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di beberapa daerah zona merah. PPKM Darurat dilakukan akibat kasus Covid-19 dan imbas adanya varian baru Covid-19. PPKM Darurat akan diterapkan lebih ketat dari PPKM Mikro sebelumnya.

“Tingkat penyaluran dan Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit juga semakin penuh, untuk mengantisipasi kita juga telah melakukan verifikasi sejumlah rumah sakit swasta di Kabupaten Bogor agar menyediakan ruang khusus pasien Covid-19 sebesar 30%. Jika ada rumah sakit swasta yang menolak silahkan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Sebagai upaya menekan angka penyebaran covid-19 klaster perkantoran telah diterbitkan Instruksi Bupati tentang Pembatasan Kegiatan Layanan Perkantoran di Lingkup Pemkab Bogor yakni pengurangan jam kerja kantor dan Pemberlakuan 100% WFH di Perangkat Daerah (PD) yang tingkat ketertularannya tinggi, sedangkan yang tingkat ketularannya rendah diberlakukan WFO 25% dan WFH 75%.

“Jika tingkat ketertularannya tinggi kita harus menghentikan sementara kegiatan perkantoran dan berlakukan WFH 100%, tidak ada istilah lockdown hanya WFH 100%,” tegasnya.

Lanjut Ade Yasin, berkaitan dengan tingkat kematian semakin tinggi, dirinya juga mengajak para camat dan kepala desa untuk membentuk Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19 dari Lingkungan Masyarakat (Linmas) 10 orang dan 1 orang amil dari masing-masing desa/kelurahan untuk keperluan penatalaksanaan jenazah Covid-19, pemulasaran dan pemakaman jenazah.

“Saya berharap relawan ini bisa diberdayakan di 10 Tempat Pemakaman Umum (TPU) Covid-19 yakni di Pondok Rajeg, Tajurhalang, Ciomas, Cicadas, Cipenjo, Singasari, Jabon Mekar, Rancabungur, Galuga dan Gorowong. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi adanya antrian pemakaman jenazah Covid-19 dilengkapi dengan buku panduan pemulasaran jenazah Covid-19,” tutur Ade Yasin

Bupati Bogor menjelaskan, untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, dirinya juga akan membuat layanan call center kedaruratan Covid-19 di setiap desa dan kecamatan, sehingga masyarakat yang terpapar Covid-19 dapat terpantau, apakah tengah menjalani isolasi mandiri kondisinya baik- baik saja, jika ada yang bergejala bahkan terpuruk sehingga dengan gerak cepat dapat menangani dengan merujuk ke rumah sakit atau rumah isolasi mandiri.

Haru ada orang yang bisa dihubungi di desa/kelurahan untuk melayani permasalahan Covid-19, bahkan jika desa memiliki tempat atau fasilitas yang dapat digunakan sendiri, tetapi dengan bantuan langsung oleh pihak Puskesmas setempat, Puskesmas juga bisa lebih cepat memberikan pelayanan terhadap pasien Covid-19 seperti vitamin dan obat agar dapat mendorong peningkatan imun para penderita Covid-19,” terangnya.

juga meminta kepada seluruh Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan, Desa/Kelurahan hingga RT dan RW untuk meningkatkan kembali sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait dengan Protokol Kesehatan 5 M, dan cara isolasi mandiri yang benar ada delapan poin yang harus dilakukan selama isolasi mandiri yakni : selalu menggunakan masker, jika ada gejala flu sebaiknya tetap di rumah, tidak keluar rumah melakukan aktivitas kerja ke pasar, sekolah maupun ke area publik. Kemudian manfaatkan media sosial kesehatan, hindari transportasi publik, rutin melakukan pelaporan terkait kondisi kesehatan kepada dokter dan tenaga kesehatan, bekerja di rumah dengan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya dan menjaga jarak. Selanjutnya cek suhu harian, amati batuk dan sesak napas, hindari penggunaan peralatan bersama seperti alat makan,

“Penggunaan peralatan makan sebaiknya menggunakan yang sekali seperti sendok dan wadah plastik sehingga tidak digunakan oleh anggota keluarga lain. Terapkan PHBS konsumsi makanan bergizi, rutin mencuci tangan dengan sabun, melakukan etika batuk dan bersin. Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan disinfektan, dibawah sinar matahari setiap pagi minimal 15 sampai 30 menit, hubungi pihak kesehatan Puskesmas dan rumah jika terjadi keluhan lebih lanjut seperti sesak nafas,” jelasnya.

Ade Yasin meminta kepada para camat, para kades atau lurah untuk gencar melakukan sosialisasi berkaitan dengan isolasi mandiri agar masyarakat yang melaksanakan mandiri tidak kebingungan apa yang harus dilakukan. Satgas Covid-19 harus berupaya menangani kasus ini untuk menekan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, termasuk menambah ruang di rumah sakit swasta sebanyak 30% sesuai dengan Permenkes, serta menjadwalkan vaksinasi secara baku minimal 3 kali setiap minggu di puskesmas.

“Saya minta seluruh Puskesmas tidak melayani vaksinasi khusus masyarakat Lansia tetapi siapa pun bisa mendapatkan pelayanan vaksinasi, delama ketersediaan vaksinasi itu ada, bahkan sekarang masyarakat di bawah usia 18 tahun sudah bisa divaksin akan ada banyak permintaan vaksin,” imbuhnya. (bu/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here