Acang: PT FS Habis Ratusan Miliar Penjarakan Saya, Tapi Tak Bisa Buktikan Kepemilikan Lahan

0
204

Gunung Putri, BogorUpdate.com
Siapa yang tak kenal Acang Suryana, pengusaha muda sekaligus tokoh warga asli Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri yang dikenal ramah dan baik hati dan segudang kontroversi persoalan lahan dengan perusahaan Developer besar PT Ferry Sonneville (FS).

Dibalik itu semua, pengalaman pahit beberapa tahun silam sempat dijadikannya sebuah pelajaran. Bagaimana tidak, selama 3 tahun 2 bulan pria yang memiliki perawakan tinggi dan berambut keriting itu mendekam di penjara lantaran dituduh menyerobot lahan milik PT FS dan persoalan lainnya dengan dalih ingin menguasai fisik dan tidak ingin usahanya terganggu oleh Acang.

Diceritakannya, PT FS sendiri sudah mengeluarkan ratusan Miliar hanya untuk menjebloskannya ke jeruji besi dengan tujuan agar segala rencana perusahaan terkenal di Gunung Putri itu tidak ada yang menghalangi.

“Hanya menjarakan saya harus ngeluarin ratusan miliar, mahal juga ya harga saya sampe perusahaan mengeluarkan uang cukup fantastis hanya untuk bikin saya di penjara selama 3 tahun 2 bulan saja,” ucapnya seraya tersenyum lepas saat menceritakan pengalamannya didalam lembaga permasyarakatan Pondok Rajeg dan Paledang, Kota Bogor, Sabtu (10/7/21).

Tujuan PT FS dalam misi menjebloskannya kedalam penjara memang berhasil. Namun, dengan uang yang cukup besar seharusnya PT FS bisa mengurus segala administrasi pertanahan yang dahulu di klaim milik PT. Akan tetapi sampai selesai masa tahanan yang dijalankan Acang, PT FS tidak bisa menunjukan surat atas lahan yang di klaim yang terletak di Desa Tlajung Udik dan Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri.

“Selama saya di penjara seharusnya kalau memang PT FS mengklaim lahan miliknya sudah jadi surat suratnya. Apalagi uang yang dikeluarkan untuk jebloskan saya ratusan miliar, kan sudah selesai tuh surat tanah kalau memang lengkap administrasinya,” katanya.

Selepas menjalankan masa tahanan, Acang yang memiliki perusahaan PT Chang E itu saat ini sudah menyelesaikan segala administrai pertahanan miliknya dan milik Ibu Hj Komariah CS yang dulu sempat di Klaim PT FS seluas puluhan Hektar itu.

“Sekarang surat tanah saya sedang diurus dan terbukti diterbitkan oleh BPN Kabupaten Bogor. Artinya, selama ini memang PT FS gak punya surat kepemilikan tahan,” paparnya.

Pengalaman pahit yang dialaminya semasa didalam tahanan, membuat Acang semakin kuat dan dijadikan pelajaran hidup. Saat ini, dia lebih fokus untuk meneruskan pengurusan sertipikat yang sempat tertunda dan tidak ingin masa silam yang hanya akan menjadikan dendam dan menunda segala urusan yang saat ini sedang diurus.

“saat ini saya lebih fokus untuk urus legalitas saja. Apalagi BPN sudah mengeluarkan Peta Bidang Tanah (PBT) dan lahannya saat ini sedang dirapihkan dengan pagar arcon sesuai dengan PBT dari BPN,” pungkasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here