Type to search

Bogor Raya Home News Pemerintahan

Daya Tampung RS Untuk Pasien Covid-19 Ditambah

Share

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Dalam upaya pencegahan penyebaran wabah virus corona (Covid-19), Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar rapat koordinasi dengan para pimpinan 15 Rumah Sakit (RS) rujukan untuk menanggulangi penyakit infeksi emerging tertentu di Kota Bogor.

Dari total tersebut, hanya tiga RS saja yang siap secara keseluruhan dalam melakukan penanganan medis bagi orang terpapar Covid-19, yakni RSUD Kota Bogor, Bogor Senior Hospital dan Siloam Hospital.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan, dalam mempersiapkan sejumlah RS untuk menjadi rujukan penyakit infeksi emerging tertentu.

Dia mengaku dalam hal ini Covid-19 tidaklah mudah, dan menurutnya masih banyak RS belum dilengkapi peralatan yang berteknologi canggih.

Dia menjelaskan, terdapat berbagai kendala dan permasalahan untuk dapat menjadikan sebuah RS rujukan penyakit infeksi emerging tertentu (Covid-19) diantaranya masalah teknis seperti ketidaksiapan tenaga medis.

“Selain itu tidak memiliki ruang isolasi kompresi negatif, ketidakpastian ketersediaan APD, ketidakcukupan alkes pendukung seperti ventilator dan tenaga dokter spesialis yang jumlahnya pun sangat terbatas,” ujar Dedie kemarin.

Sebagai langkah untuk mempersiapkan segala kemungkinan penanganan wabah virus corona ini, Dedie akan memperluas daya tampung pasien Covid-19 di RSUD. Dari semula menampung 32 bed menjadi 70 bed.

Diakui mantan pejabat KPK itu, Pemkot bersama RSUD telah bekerjasama dengan RS Graha Medika untuk menjadi RS yang dikhususkan menampung pasien ODP dan PDP ringan berdaya tampung 55 bed. “Di RS itu juga akan disiapkan tempat untuk sarana penginapan bagi para tenaga medis,” katanya.

Dia menjelaskan, dari 15 RS yang sudah melaksanakan fungsi penanganan Covid-19, hanya RSUD, Siloam Hospital dan Bogor Senior Hospital yang secara keseluruhan siap.

Selain ketiga RS tersebut, hadir pula dalam rapat, antara lain RS Salak, RS Hermina, RS PMI, RS Azra, RS BMC, RSU Islam, RS Juliana, RS Medika Dramaga, RS Melania, RS Mulia, RS Ummi, dan RS Vania.

Mengenai minimnya APD dan perlengkapan medis, Pemkot Bogor telah menerima donasi dari sejumlah pihak. Bantuan tersebut dipusatkan di Rumah Dinas Wali Kota Bogor yang kini dimanfaatkan oleh tim Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19.

“Alhamdulilah donasi banyak berdatangan. Dari mulai APD, masker dan perlengkapan lainnya telah terkumpul dari sejumlah pihak dan sudah didistribusikan,” tandasnya.

Sementara Pemerintah Kota Bogor kembali menginformasikan perkembangan penyebaran Covid-19. Hingga Minggu (5/4/20), pasien terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini berjumlah total 41 orang.

Dari jumlah tersebut, pasien yang masih dalam pengawasan rumah sakit berjumlah 34 orang dan pasien meninggal 7 orang. “Ya pasien terkonfirmasi positif hari ini tidak bertambah dari hari sebelumnya, tetap 41 orang,” ujar Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno.

Sementara orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah total 763 orang. ODP yang sudah selesai dipantau berjumlah 364 orang sehingga yang masih dalam pemantauan berjumlah 399 orang.

Pasien dalam pengawasan (PDP) total berjumlah 77 orang. ODP yang dinyatakan negatif sebanyak 12 orang, yang dalam pengawasan rumah sakit sebanyak 48 orang, dan meninggal sebanyak 17 orang .

“17 orang yang meninggal dalam status PDP, saat ini masih menunggu hasil Lab Swab dari Litbangkes Kementrian Kesehatan Republik Indonesia,” tandasnya. (As)

 

 

 

 

Editor : Endi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d blogger menyukai ini: