Type to search

Home Kesehatan News

Nah Loh, Sering Selfie Filter Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental

Share

Foto ilustrasi (Net)

BOGORUPDATE.COM – Mengunggah foto selfie di media sosial tentu tidak mengapa. Apalagi dengan fitur selfie filter yang kini sedang digemari. Bahkan bagi beberapa orang, menggunakan fitur ini saat berswafoto adalah hal wajib. Namun, tahukah Anda, sering foto dengan selfie filter bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental?

Maraknya penggunaan selfie filter tak bisa dimungkiri adalah akibat semakin intensnya penggunaan media sosial. Platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan YouTube, diperbarui dengan jutaan gambar baru setiap harinya.

Anda pun disuguhkan tampilan gambar yang semakin menarik dan variatif dibandingkan sebelumnya. Selanjutnya, Anda juga terdorong untuk menayangkan hal yang sama.

Akan tetapi, sebagian orang tidak sembarang dan lebih selektif dalam mengunggah konten di media sosial. Baik itu video, tulisan, maupun foto selfie, para pembuat konten tentu akan memilih mana foto terbaik yang sesempurna mungkin.

Salah satu konten yang mungkin sering diunggah di media sosial itu adalah foto selfie dengan menggunakan filter. Dengan fitur ini, Anda bisa mengedit tampilan mata yang lebih besar, hidung yang lebih mancung, kecerahan warna kulit sesuai keinginan, hingga gigi yang tampak lebih putih.

Pilihan filter yang tersedia pun beragam sehingga Anda dapat menyembunyikan “dosa” atau bagian yang tidak sempurna di wajah. Tak ayal, rasa percaya diri pun seakan meningkat.

Tak ada yang salah dengan ini sebenarnya. Akan tetapi, berhati-hatilah saat Anda sudah kecanduan. Pasalnya, bahaya kecanduan selfie filter bisa berujung pada gangguan kesehatan mental.

Hal ini dijelaskan Ikhsan Bella Persada, M.Psi., psikolog dari KlikDokter. Menurut Ikhsan, filter-filter yang ada di media sosial memang hampir semuanya bertujuan untuk membuat seseorang jadi tampak lebih menarik dari biasanya.

“Akan tetapi, kebiasaan ini bisa dikatakan buruk apabila Anda sudah mulai kecanduan dan merasa tidak percaya diri jika harus berfoto tanpa menggunakan filter,” Ikhsan menjelaskan.

“Rasa takut tidak mendapatkan pujian, rasa takut tidak mendapatkan ‘like’ dari pengikut media sosialnya bisa buat mental seseorang jadi terjatuh. Ini akhirnya bisa menimbulkan masalah baru,” kata Ikhsan lagi.

Misalnya, insecure atau rasa tidak aman pada dirinya sendiri. Dia pun akan jadi tidak percaya diri dengan tampilan alaminya. Jika hal ini terus dibiarkan, tutur Ikhsan, gangguan cemas dan depresi juga mungkin bisa terjadi.

Menurut psikolog itu, mereka yang sering atau bahkan sudah kecanduan menggunakan selfie filter, biasanya memiliki tujuan terselubung. Yaitu, untuk menutupi kekurangan yang dimiliki dan mencari perhatian dan pujian dari orang lain.

Di sisi lain, dilansir dari NBC News, penggunaan filter dapat mencerminkan dan melanggengkan standar kecantikan di ruang digital. Pada beberapa orang hal ini dapat menimbulkan rasa depresi dan tidak puas pada diri sendiri saat tidak mencapai “standar tersebut”.

Itu sebabnya, Ikhsan menyarankan agar tidak terlalu tergantung pada aplikasi tersebut. Kalau untuk sekadar lucu-lucuan tidak ada masalah. Namun, saat sudah mengganggu dan merusak kepercayaan diri saat Anda berfoto tanpa filter, sebaiknya hentikan dan batasi penggunaannya.

Berswafoto dengan selfie filter sebenarnya tidak salah. Namun, tetap perlu ada batasan. Jika Anda mulai tidak percaya diri tampil di media sosial tanpa pakai filter, mungkin Anda sudah mengalami mental krisis. Lebih baik kurangi penggunaan aplikasi ini. Yuk, bangun kepercayaan diri dengan tampilan sendiri.

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi | Klikdokter.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: