Type to search

Home Tekno

Pendapatan Huawei Melonjak 30% Meskipun Terdapat Dampak Sanksi AS

Share

 

BOGORUPDATE.COM – Huawei mencatat pertumbuhan pendapatan yang lebih baik dari yang diharapkan pada paruh pertama 2019, meskipun terdapat dampak dari AS yang menempatkan vendor pada daftar hitam perdagangan pada Mei lalu.

 

Bloomberg melaporkan bahwa, omzet perusahaan yang kini dalam tekanan itu, pada periode Januari hingga Juni, tercatat meningkat sekitar 30% tahun-ke-tahun. Peningkatan kinerja itu, utamanya disebabkan oleh kebijakan pemasok yang telah menyediakan komponen penting dan persediaan sebelum pembatasan diberlakukan.

 

Pendiri dan CEO Huawei Ren Zhengfei, memperingatkan pada Juni lalu, bahwa berbagai pembatasan AS akan memangkas hingga USD30 miliar potensi pendapatan selama dua tahun ke depan. Reng pun memprediksi, revenue diperkirakan akan turun menjadi sekitar US$ 100 miliar pada tahun ini.

 

Kinerja Huawei sepanjang sepanjang 2018 memang meningkat tajam. Vendor yang berbasis di Shenzen itu, berhasil membukukan kenaikan pendapatan 19,5% menjadi CNY721 miliar (USD105 miliar).

 

Momentum tersebut dapat dipertahankan, karena pendapatan pada kuartal pertama 2019 melonjak 39% tahun-ke-tahun menjadi CNY180 miliar.

 

Ini menunjukkan raksasa China itu, mampu mengelola resiko bisnis ditengah ketidakpastian geopolitik, yang dipicu oleh tudingan pemerintah AS bahwa Huawei menjadi bagian dari spionase China.

 

Salah satu indikator keberhasilan Huawei dalam mengatasi tekanan AS, adalah ketika perusahaan mengumumkan telah menandatangani 50 kontrak komersial 5G, dengan 28 berasal dari operator selular di Eropa, pada minggu lalu.

 

CEO Rotating Huawei, Ken Hu mengatakan pada April lalu, bahwa ia telah mengantisipasi peluncuran jaringan 5G yang lebih cepat dari perkiraan. Hal ini diyakini akan memicu pertumbuhan dua digit untuk divisi jaringan pada 2019.

 

Di sisi lain, dalam upaya untuk mengembangkan OS alternative agar tak bergantung pada Android, perusahaan telah meningkatkan jumlah pengembang yang bekerja tiga shift dalam sehari menjadi sekitar 10.000, tambah Bloomberg.

 

Pada hari yang sama, harian South China Morning Post, melaporkan bahwa Huawei telah memangkas lebih dari 600 posisi di pusat R&D di AS.

 

Sebagai gantinya, vendor berlogo bunga merah menyala ini, berupaya merekrut 20 hingga 30 peneliti utama dengan menawarkan gaji tahunan antara CNY896.000 dan CNY2 juta.

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi | Selular.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: