Pemdes Puspasari Realisasikan 12 Unit Program Rutilahu

Foto Sebelum direhab (kiri) dan sesudah direhab baru 80 persen (kanan)

 

BOGORUPDATE.COM – Sebanyak 12 rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang kondisinya memprihatinkan dan nyaris roboh di Desa Puspasari Kecamatan Citeureup, mendapat bantuan rehab.

 

Ke-12 Rutilahu milik warga Desa Puspasari itu, tahun ini memperoleh Program Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak Huni (Bansos Rutilahu). Program tersebut kini disambut gembira masyarakat, selaku pemilik Rutilahu yang telah lama menantikan datangnya bantuan rehab Rutilahu.

 

Kepala Desa Puspasari, Sukasna mengatakan Program Bansos Rutilahu berasal dari anggaran Dinas Sosial Kabupaten Bogor dan disampaikan kepada masyarakat. Selanjutnya, Kami mempercayakan penanganan rehab Rutilahu kepada Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Puspasari untuk menangani secara teknis pekerjaan rehab Rutilahu.

 

“Realisasi ke 12 Rutilahu menjadi Rumah Layak Huni saat ini masih terus dikerjakan Perangkat Desa dan masyarakat dengan mendapat bimbingan dari pendamping desa,” Katanya kepada bogorupdate.com, Minggu (21/07/2019).

 

Menurut Sukasna, saat ini pengerjaan rehab Rutilahu bervariasi, ada yang sudah 50 persen dan 80 persen. Adapun titik penerima bantuan yakni di RT 01, 02 di RW 01, RT 01 di RW 02, RT 02, 03 di RW 03, RT 03 di RW 04, RT 01 di RW 05, RT 01, 02 di RW 06, RT 01 di RW 07, RT 01 di RW 08 dan RT 02 di RW 09 Desa Puspasari Kecamatan Citeureup.

 

“Ditargetkan pekerjaannya selesai akhir bulan ini,” jelas Sukasna.

 

Dengan nyata pemugaran Rutilahu itu, lanjut Sukasna, masyarakat menyambut gembira adanya Bansos Ritulahu ini.

 

“Ini bukan saja membantu masyarakat tetapi juga mampu membangkitkan jiwa kepedulian sosial, meningkatkan swadaya serta menumbuhkan kerjasama dan jiwa kegotongroyongan dalam kehidupan bermasyarakat,” bebernya.

 

Sementara itu, Amit (50) penerima bantuan mengaku terbantu dengan adanya program ini. Ia mengharapkan agar nilai bantuan itu untuk tahun mendatang bisa lebih meningkat lagi, karena harga bahan-bahan bangunan senantiasa naik dari waktu ke waktu.

 

Untuk diketahui, setiap rumah mendapat bantuan pemugaran senilai Rp 10 Juta dengan pemberian terhadap penerima bantuan berupa bahan material sesuai panduan Pentunjuk Teknis (Juknis) dan Petinjuk Pelaksanaan (Juklak) nya. (cek)

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.