Dua Ekor Buaya Misterius di Kali Cibanten Diburu Anggota BPBD

 

BOGORUPDATE.COM – Untuk menangkap dua ekor buaya di Kali Cibanten yang berlokasi di Kampung Loji RT 03 RW 05, Jalan Dongseng, Kecamatan Bogor Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogot terjunkan 15 personil.

 

Dari pantauan dilapangan, tim BPBD masih mencari dua ekor buaya yang masih berkeliaran. Keberadaan buaya tersebut membuat was-was warga, karena dikhawatirkan masuk rumah dan mengancam keselamatan warga khususnya anak-anak.

 

Pencarian sendiri dilakukan pada pukul 11.00 dengan melibatkan 15 orang dari BPBD Kota Bogor. Namun setelah beberapa jam melakukan pencarian tim BPBD belum menemukan satu ekor pun.

 

“Ya, kami masih cari, disini ada dua ekor buaya yang satu ekor berukuran diperkirakan 60 CM, dan satu ekor berukuran 80-90 dan itu yang paling besar,” kata Anggota BPBD Kota Bogor, Maruli saat berada di lokasi.

 

Maruli mengungkapkan pencarian dilakukan dengan menyusuri selokan (Parit). “Karena dugaan buaya tersebut bersemayam di sini (Parit-red),” jelasnya.

 

Sebelumnya, satu ekor buaya berhasil berukuran 40 CM berhasil ditangkap oleh warga. Namun karena kekhawatiran warga, sehingga meminta bantuan BPBD untuk menangkap dua ekor buaya yang masih berkeliaran.

 

Salah satu warga Loji, Daup mengungkapkan kemunculan buaya di daerahnya merupakan yang kedua kali. “Kalau yang pertama terlihat pada Mei 2019, saat ia tengah mencuci sepesa motor dan yang kedua terlihat kemarin,” ungkapnya.

 

Daup mengungkapkan buaya tersebut berasal dari di aliran kali Cibanten. Keduanya kerap terlihat berjemur di atas bebatuan atau di tepian kali. “Kalau di semak-semak biasanya Jam 9 sampai 10,” ucapnya.

 

Warga menduga hewan bahwa hewan tersebut bersembunyi di gorong-gorong ruas Jalan Dongseng, Loji. Lantaran, sambung dia, buaya itu kerap masuk ke gorong-gorong.

 

“Beberapa kali saya buka bak kontrol gorong-gorong selalu lihat buaya, tapi buayanya langsung lari,” katanya.

 

Daup menambahkan di kali tersebut ada tiga buaya namun baru ketangkap satu dengan ukurannya sekitar 40 cm 300 meter dari titik lokasi buaya itu terlihat. “Sedangkan dua lagi masih keliaran,” pungkas dia. (As)

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Wacana Perluas Wilayah, Keinginan Kota Ditolak Kabupaten Bogor

Foto ilustrasi Peta administrasi kota Bogor

 

BOGORUPDATE.COM – Menyikapi rencana penambahan luas wilayah Kota Bogor dengan mengambil sejumlah wilayah dari Kabupaten Bogor ditolak mendah-mentah oleh pucuk pimpinan di Bumi Tegar Beriman.

 

Namun meski begitu, rencana tersebut mendapat dukungan dari dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor karena dinilai banyak manfaatnya terutama dalam segi pelayanan masyarakat yang akan lebih mudah.

 

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono mengaku pihaknya mendukung. Karena kalau dilihat dari luas wilayah Kota Bogor hanya 11.850 hektar dan penduduk sudah lebih dari 1 juta jiwa.

 

Selain itu kata dia, dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2014 mencapai Rp800 miliar tapi trend meningkat hingga tahun 2019 mencapai Rp900 miliar.

 

Menurut Heri, ini fakta bahwa pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor trend nya terus meningkat, ini bisa dibaca sebagai hal positif. Terlebih saat ini sudah tiga tahun mendapatkan WTP.

 

“Jumlah penduduk meningkat dan kinerja juga meningkat dengan percepatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu kami punya kapasitas pelayanan yang baik,” ungkap Politisi Golkar itu.

 

Heri menjelaskan, penambahan wilayah tersebut cukup realistis, karena warga Ciomas jauh ke Cibinong untuk mendapatkan pelayanan yang signifikan.

 

Terlebih ada beberapa lokasi daerah Kabupaten Bogor secara geografis dekat kota Bogor. Selain itu jika dilihat dari PAD rasional untuk administratif, tinggal disentuh Pemkab Bogor rela atau tidak diberikan ke kota Bogor.

 

“Wilayah yang diincar Kota Bogor itu, saya yakin sangat diuntungkan dari segi pelayanan. Rencana ini sebetulnya sudah lama, ide ini bagus tinggal mekanisme realisasi seperti apa,” jelasnya

 

Sementara itu, tokoh muda Kabupaten Bogor Aritha Utama Surbakti mengatakan perluasan wilayah itu lebih baik ketimbang menjadikan Daerah Otonomi Baru (DOB) karena mengelola pemerintahan baru memerlukan dana cukup besar.

 

“Ya, ketimbang pemekaran wilayah atau daerah otonom baru yang cuman jadi gula-gula politik, gabung ke Kota Bogor lebih rasional. Wilayah kota bertambah luas dan kendali tetap ideal, kabupaten berkurang bebannya,” kata Ari sapaan akrabnya.

 

Mantan Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bogor itu menambahkan, bila kecamatan lain diminta oleh daerah tetangga, seperti Bekasi atau Depok, maka sebaiknya dilepaskan saja. Karena tujuan pemerintah daerah serta marwah otonomi daerah adalah sejahterakan rakyatnya.

 

“Apalagi bicara Bogor, Bogor itu satu tapi yang membedakan hanya administratif saja,” ungkap pria yang juga Ketua PWI Kota Bogor itu.

 

Jadi dirinya berpendapat, beberapa wilayah gabung ke Kota Bogor jadi solusi bagi Kabupaten Bogor untuk pangkas rentang kendali, public service, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Hal itu bisa dibuktikan dengan riset, pasien RS di Kota mayoritas warga kabupaten.

 

“Dahulu sebelum zonasi, banyak pelajar asal kabupaten, pedagang di pasar-pasar Kota Bogor banyak warga kabupaten serta fakta lainnya. Ini solusi bagi tata transportasi, Kota Bogor bisa lebih leluasa dalam pengembangan tata kotanya,” tandasnya.

 

Masih kata dia, penggabungan wilayah kecamatan solusi, prosedurnya pun tak serumit Pembentukan DOB. “Idealnya diambil Ciawi, Ciomas, Sukaraja, Rancabungur, Dramaga dan Tamansari,” pungkasnya.

 

Ditempat berbeda, secara terbuka Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ilham Permana menolak keinginan Pemkot Bogor itu, tetlebih selama ini tidak ada komunikasi yang dijalin. “Jika daerah itu potensial, tidak akan kita berikan, gitu aja,” tegas Ilham.

 

Menurut Ilham, sebagai tetangga, Pemkot Bogor seharusnya melakukan koordinasi dan komunikasi terlebih dahulu, sebelum mengajukannya ke Pemprov Jawa Barat. “Tidak mungkin kan daerah-daerah potensial yang sudah kami bangun infrastrukturnya diambil gitu aja,” tegas ketua DPRD itu.

 

Sementara itu, Bupati Ade Yasin, belum mau mengomentari soal permintaan perluasan wilayah yang disampaikan pemerintah kota. “Saya baru tahunya di sana, Kuningan. Ini kan harus dikaji dulu, sebentar lagi kan mau pemekaran juga, tahun depan itu kan persiapan pemekaran Bogor Barat dan sebagian wilayah yang diminta kota masuk daerah pemekaran Bogor Barat,” jelasnya.

 

“Kalau untuk Desa Cibanon dan Ciawi, sepertinya agak susah dikabulkan, kenapa ?, karena merupakan wilayah strategis, sebut saja Cibanon, sekarang menjadi desa potensial untuk pengembangan, ditambah lagi, Cibanon masuk wilayah penyangga Ibukota Cibinong,” tandasnya. (As)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Perpres Baru, Jabatan Kepala BNN Kini Setingkat Menteri

 

BOGORUPDATE.COM – Dengan pertimbangan dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Narkotika Nasional (BNN) guna optimalisasi pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika, pemerintah memandang perlu penyetaraan hak keuangan dan fasilitas.

 

Atas pertimbangan tersebut, pada 4 Juli 2019, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional.

 

Perpres ini merubah beberapa ketentuan dalam Perpres Nomor 23 Tahun 2010, diantaranya Pasal 60 menjadi:

 

1. Kepala BNN merupakan Jabatan Pimpinan Tinggi Utama (sebelumnya jabatan struktural eselon I.a, red);

 

2. Sekretaris Utama, Deputi, dan Ispektur Utama merupakan jabatan struktural eselon I.a atau Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (sebelumnya jabatan struktural eselon I.a, red);

 

3. Direktur, Inspektur, Kepala Pusat, Kepala Biro, dan Kepala BNNP merupakan jabatan struktural eselon II.a atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (sebelumnya jabatan struktural eselon II.a, red);

 

4. Kepala Bagian, Kepala Subdirektorat, Kepala Bidang, dan Kepala BNNK/Kota merupakan jabatan struktural eslon III.a atau Jabatan Administrator (sebelumnya jabatan struktural eselon III.a, red);

 

5. Kepala Subbagian, Kepala Subseksi, dan Kepala Subbidang merupakan jabatan struktural eselon IV.a atau Jabatan Pengawas (sebelumnya jabatan struktural eselon IV.a, red). “Kepala BNN sebagaimana dimaksud diberikan hak keuangan dan fasilitas setingkat menteri,” bunyi Pasal 62A Perpres ini.

 

Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, yaitu pada 8 Juli 2019 oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly.

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi | Setkab

Serap Aspirasi Masyarakat Melalui “Ngariung Bareng Wali Kota”

 

BOGORUPDATE.COM – Sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhir-akhir ini melakukan hal tak biasa diluar jam kerjanya. Selepas maghrib, terlihat mereka berkumpul di sejumlah titik wilayah untuk berdialog dan berdiskusi bersama warganya. Ya, kegiatan yang dimaksud adalah “Ngariung Bareng Wali Kota”.

 

Kali ini, acara Ngariung Bareng Wali Kota berlangsung diatas area tanah lapang yang lokasinya tak jauh dari kantor Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, pada Selasa (16/07/19) malam.

 

Acara serupa telah berlangsung di lapangan volley RT 005, RW 010, Kelurahan Batu, Kecamatan Bogor Barat, pada Minggu (14/07) beberapa hari lalu. Ratusan warga dari dua Kecamatan, yakni Bogor Utara dan Tanah Sareal tumpah ruah sesaki lokasi kegiatan tersebut.

 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bogor Bima Arya, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip turut memboyong sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, dan para Lurah dari dua kecamatan tersebut.

 

Kesempatan ini disuguhkan khusus oleh pasangan Bima-Dedie bagi warganya yang ingin meluapkan keluh kesah dan keinginannya kepada pemerintah.

 

“Kami semua hadir disini untuk mendengarkan aspirasi warga dan untuk merespon apa yang diinginkan warga agar terjadi dan bisa direalisasikan. Jadi saya ingin mendengar semuanya, warga harapannya apa,” ujar Bima saat memulai dialog dengan warga.

 

Dihadapan warga, Bima menyinggung kembali janji politiknya saat kampanye di Pilkada 2018 lalu. Pasalnya, saat kampanye kala itu, duet Bima – Dedie mendengungkan sejumlah janji, diantaranya rumah tidak layak menjadi layak. Kemudian, Bima juga menginginkan infrastruktur di wilayah, jalan lingkungan, dan penerangan jalan umum yang lebih baik.

 

“Pertama soal RTLH. Jadi Insya Allah anggaran akan lebih diperbanyak lagi untuk membantu warga, sehingga rumah yang tidak layak bisa menjadi layak. Kedua, Insya Allah kami perhatikan infrastrukturnya, lampu jalannya, dan jalan lingkungannya agar lebih banyak dan bisa lebih baik lagi,” terang Bima.

 

Kemudian, Politisi PAN itu menyebut bahwa akan memperhatikan sisi kesehatan warganya. Khususnya warga yang kurang mampu dan warga yang belum memiliki BPJS. Dalam hal ini, Bima berjanji akan menjemput bola dengan cara mendatangkan langsung dokter untuk warga.

 

“Kami akan jemput bola dengan terjunkan dokter ke wilayah. Lalu bagi warga yang tertunggak BPJS, Insya Allah pemerintah akan membantu dan mencarikan solusinya,” ucapnya.

 

Dalam kegiatan Ngariung Bareng Wali Kota itu pun cukup banyak menampung aspirasi warga. Mulai dari persoalan terkait pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, lingkungan, infrastruktur hingga jalan berlubang pun turut disampaikan dalam kesempatan tersebut.

 

Sebelum mengakhiri sambutan, Bima berpesan kepada seluruh warga Kota Bogor agar tetap selalu rukun dan menjaga kebersamaan pasca Pilpres 2019 kemarin.

 

“Pilkada kan sudah selesai, Pilpres juga sudah selesai. Mari kita move on melangkah kedepan, tidak ada nomor 1 maupun nomor 2. Yang ada itu nomor 3, yakni persatuan Indonesia. Walaupun disini waktu Pilkada ada yang tidak memilih Bima – Dedie tetap jangan khawatir. Karena semua warga, baik yang memilih atau tidak, tetap kami layani dengan baik,” tegasnya.

 

Sedikitnya, ada belasan perwakilan warga yang terdiri dari berbagai tokoh masyarakat, Ketua RT, Ketua RW dan perwakilan LPM dari dua kecamatan yang berani mengemukakan keinginannya secara langsung dihadapan pemerintah. Satu dari belasan permintaan warga, pemerintah berhasil mewujudkannya saat itu, yakni dengan memberikan satu gerobak sampah yang dibutuhkan oleh warga untuk pengangkutan sampah.

 

Sekedar informasi, acara Ngariung Bareng Wali Kota ini terakhir akan diselenggarakan di wilayah Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan pada Rabu (17/07/19) malam. Di lokasi itu nantinya akan hadir masyarakat dari dua kecamatan, yakni Bogor Selatan dan Bogor Timur. (Rie)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Pemkot-BPJS Gelar Rapat Evaluasi Penyusunan Pendaftaran Masif

 

BOGORUPDATE.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama BPJS Ketenagakerjaan menggelar rapat evaluasi, koordinasi dan penyusunan program kerja tim pendaftaran masif BPJS Ketenagakerjaan yang berlangsung di Hotel Renotel Sentul, Kabupaten Bogor, Selasa (16/07/19).

 

Asisten Pemerintahan Setdakot Bogor Hanafi menjelaskan, rapat kali membahas program pendaftaran masif. Artinya, BPJS Ketenagakerjaan melebarkan sayap bukan hanya kepada para pegawai perusahaan dan ASN yang diberikan pertanggungan. Tetapi kepada pekerja yang tidak menerima upah.

 

Dia mencontohkan, pemerintah daerah dalam operasionalnya dibantu oleh RT, RW dan LPM. Mereka adalah bagian dari pekerja bukan penerima upah. Pemkot Bogor berkewajiban memberikan reward bagi pekerja yang bukan penerima upah dengan mendaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

 

“Iurannya ditanggung oleh mereka sendiri dan apabila dikemudian hari terjadi kejadian tertentu maka otomatis ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

 

Program tersebut selanjutnya dikembangkan lagi kepada guru ngaji yang jumlahnya ribuan di Kota Bogor. Selain memberikan bantuan, Pemkot Bogor juga mendaftarkan guru ngaji tersebut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga ketika ada yang kejadian tertentu mereka sudah ada yang mengcover, yaitu BPJS Ketenagakerjaan.

 

Program kemudian dikembangkan lagi kepada kader posyandu. Bahkan berdasarkan hasil rapat semalam program terus berkembang terhadap berbagai profesi. Antara lain kepada sopir angkot dan penjaga malam yang dalam pekerjaannya menanggung resiko. Potensi lainnya lanjut Hanafi, selain RT dan RW, sekretaris dan bendahara pun menjadi target BPJS Ketenagakerjaan.

 

“Data sudah kita usulkan masuk semua karena ada perubahan pembiayaan dari BPJS nya. Jadi target BPJS Ketenagakerjaan tahun ini 35 ribu peserta. Ini harus direalisasikan dengan kerjasama, tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat. Tanpa ada kerjasama tidak mungkin target tercapai,” katanya.

 

Program berikutnya yang dibahas, yakni BPJS Ketenagakerjaan menawarkan kegiatan lomba. Seperti lomba kebersihan tingkat RT, RW, posyandu dan sebagainya.

 

“Nanti kita sinergikan dengan program Pemerintah Kota Bogor. Karena yang ditawarkan itu ada yang sudah dilaksanakan oleh kita. Seperti lomba posyandu yang rutin setiap tahun dilaksanakan. Kenapa tidak BPJS Ketenagakerjaan ikut serta sehingga lebih semarak,” ujarnya.

 

Rapat kali ini turut dihadiri Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat selaku ketua tim pendaftaran masif, Hanafi sebagai wakil ketua, serta Kadis Tenaga Kerja sebagai sekretaris, para camat, DPMPTSP, Dinkes, RSUD, Bagian Hukum dan sejumlah OPD terkait lainnya. (Rie)

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Prediksi PSM MAKASSAR vs PERSEBAYA SURABAYA: Tuan Rumah Wajib Raih Tiga Poin

Sumber foto : Indosport.com

 

BOGORUPDATE.COM – Jawara Perserikatan, PSM Makassar dan Persebaya Surabaya bakal bertarung pada pekan ke-9 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Rabu (17/7/19).

 

Sebagai tuan rumah, Juku Eja butuh tiga poin untuk menjaga catatan selalu menang di kandang musim ini. Kemenangan juga bisa jadi modal psikologis menghadapi Persija Jakarta di leg pertama Piala Indonesia 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta (21/7/2019).

 

Peluang PSM menekuk Persebaya terbilang terbuka. Apalagi kalau sang tamu bermain terbuka seperti yang mereka perlihatkan selama ini baik laga tandang maupun tandang. Adrenalin pemain Juku Eja otomatis terlecut bila awan bermain agresif.

 

Menghadapi Persebaya Surabaya, Pelatih Darije Kalezic merasa perlu membenahi lini belakangnya terlebih dulu. Eks juru taktik Roda JK Kerkrade ini tak ingin Abdul Rahman dan kawan-kawan kembali membuat kesalahan lagi. Dimana pada tiga laga terakhir, Juku Eja kebobolan lima gol.

 

Ironisnya, dua dari lima gol itu terjadi karena bunuh diri yang dilakukan Beny Wahyudi dan Aaron Evans saat PSM ditekuk tuan rumah Madura United 0-2 pada laga Liga 1 2019 (4/7/19).

 

Menurut Darije, dari lima gol itu, hanya satu yang murni berkat kerja usaha lawan yakni ketika gawang Juku Eja dibobol oleh sundulan bek Bhayangkara, Anderson Sales.

 

“Sementara empat gol lainnya karena konsentrasi lini belakang yang tak fokus,” tegas Darije.

 

Kuartet Asnawi Mangkualam, Aaron Evans, Abdul Rahman dan Beny Wahyudi wajib kerja ektra meredam serangan Persebaya yang banyak mengandalkan serangan lewat sayap. Apalagi, pada pertandingan nanti, Bajul Ijo kembali memainkan Amido Baldo yang sudah sembuh dari sakit pencernaan.

 

“Kualitas serangan dan cara bermain Persebaya mirip dengan Madura United,” kata Darije.

 

Darije menunggu perkembangan terakhir Eero Markkanen yang baru pulih dari demam. Jika Markkanen belum bugar, Darije tak risau karena masih ada dua opsi lain pada diri Guy Junior dan Ferdinand Sinaga. Nama terakhir jadi man of the match pada laga PSM kontra Bhayangkara (13/7/19) dengan koleksi satu gol dan satu assist.

 

Bayu Gatra berpeluang jadi starter setelah penyerang sayap lainnya, Zulham Zamrun dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning.

 

Suporter PSM juga mendesak Darije agar memaksimalkan kemampuan Bayu yang selama ini jarang mendapat menit bermain. Laga melawan Persebaya Surabaya dinilai jadi waktu yang pas untuk menurunkan Bayu.

 

Persebaya Surabaya datang ke Makassar dengan modal minor. Dalam dua partai terakhir, skuat Djajang Nurjaman tak pernah menang. Masing-masing ditahan Barito Putera 2-2 (9/7/2019) dan takluk dari PSS Sleman 1-2 (13/7/19).

 

Bajul Ijo pun tak diperkuat dua bek tim nasional, Hansamu Yama dan Ruben Sanadi yang tak masuk dalam daftar pemain ke Makassar karena masih menjalani perawatan cedera. Meski begitu, Djanur tak risau.

 

Eks pelatih Persib Bandung ini mengaku sudah mengantisipasinya dengan memaksimalkan kedalaman tim yang dimiliknya. Sebagai pengganti Hansamu, Djanur masih memiliki Syaifuddin. Begitu pun di posisi Ruben masih Novan Sasongko yang bisa digeser ke bek kiri. Sementara peran Novan di kanan bisa diserahkan ke Abu Rizal Maulana yang musim lalu kerap jadi starter.

 

“PSM memang tim kuat. Terutama bila bermain di kandang sendiri. Tapi, kami tetap main normal. Saya hanya minta pemain agar tetap fokus sepanjang pertandingan,” kata Djanur.

 

Peluang Persebaya mencetak gol di Makassar juga terbuka karena mereka kembali diperkuat striker Amido Balde. Kembalinya Balde setelah absen pada dua laga terakhir bisa jadi senjata utama Bajul Ijo.

 

Tapi, dengan catatan gelandang Damian Lizio ‘mau’ memanjakan Baldo dengan umpannya. Bukan rahasia lagi, Lizio dan Balde kerap tidak klop kalau tampil bersama.

 

Balde justru tampil bagus kala Lizio absen. Teranyar, Baldo mencetak hattrick ke gawang Persib Bandung (6/7/19) justru saat Lizio absen karena akumulasi kartu.

 

Prediksi Susunan Pemain:
PSM (4-3-3): Hilmansyah; Asnawi Mangkualam, Aaron Evans, Abdul Rahman, Beny Wahyudi; Wiljan Pluim, Rizky Pellu, Marc Klok; Bayu Gatra, Ferdinand Sinaga, M.Rahmat

 

Persebaya (4-3-3): Miswar Saputra; Abu Rizal Maulana, M. Syaifuddin, Otavio Dutra, Novan Sasongko; Misbakus Solihin, M. Hidayat, Damian Lizio; Manu Jalilov, Amido Balde, Irfan Jaya.

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi | Bola.com