Majukan Desanya, Pemdes Sumurbatu Manfaatkan DD Untuk Pembangunan

 

 

BOGORUPDATE.COM – Lancarnya aktivitas perekonomian tidak lepas dari infrastruktur yang memadai. Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Desa Sumurbatu Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Karenanya, sebagai bentuk perhatian, Pemdes setempat memanfaatkan dana desa (DD) 2019 termin pertama ini untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur dan membangun sarana penting untuk warga desanya.

 

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sumurbatu, Jasminto mengatakan Dana Desa tahun 2019 pada termin pertama ini digelontorkan untuk memperbaiki Jalan Lingkungan (Jaling) di Kampung Cibarengkok RT 11 RW 04 dengan pengerjaan secara swadaya dan padat karya hingga Seratus persen.

 

“Betonisasi jaling dari Dana Desa ini direalisasikan dengan Volume Panjang 50 meter persegi, Lebar 2,20 centi meter dan Tebal 10 centi meter dengan anggaran sebesar 30 Juta dari DD termin pertama,” kata Jasminto saat ditemui Bogorupdate.com, Jumat (5/7/19).

 

Menurutnya betonisasi Jaling ini merupakan sarana cukup vital, karena menunjang akses perekonomian dan membantu kesejahteraan warganya. Dibangunnya sarana penunjang tersebut diharapkan bisa melancarkan akses perekonomian dan bisa bermanfaat.

 

“Alhamdulillah dengan kegiatan ini yang dikerjakan secara bergotong royong bisa terealisasi secara maksimal,” tambahnya.

 

Sementara itu Kepala Desa Sumurbatu, H. Adi Nurhikmat menjelaskan bahwa pembangunan Jalan Lingkungan (Jaling) rabat beton yang dikerjakan setiap titik itu sudah sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) .

 

“Kegiatan pembangunan tentu sudah melalui tahapan proses yang telah ditentukan, dan realisasinya sesuai pula dengan ketentuan yang berlaku. Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat dan secara bersama-sama bisa merawatnya,” tukasnya.

 

Ahmad (45) warga Cibarengkop mengaku terbantu dengan adanya kegiatan betonisasi Jaling yang dilakukan pemerintah. Karena, selain membantu kelancara perekoniman warga, juga memberikan efek nyaman pada pengguna jalan.

 

“Alhamdulillah sangat membantu warga. Semoga pemerintah terus memaksimalkan pembangunannya disetiap perkampungan,” pungkasnya. (Cek)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Hingga Batas Akhir, 384 Orang Daftarkan Diri Jadi Calon Pimpinan KPK

Foto anggota Pansel KPK, Hendardi (Net)

 

BOGORUPDATE.COM – Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi mengatakan sudah sebanyak 384 orang mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan KPK.

 

“Sampai jam 23.59 tadi malam, batas akhir pendaftatan via email jumlah pendaftar mencapai 384 orang,” kata anggota Pansel KPK, Hendardi, di Jakarta, Jumat (5/7/19).

 

Selanjutnya, pansel KPK akan mulai melakukan seleksi administrasi pada hari ini. Sedangkan hasilnya bakal diumumkan pada 11 Juli mendatang.

 

Setelah itu, kata Hendardi, pansel KPK akan memasuki tahap meminta pendapat publik.

 

Peserta yang lolos tahap uji publik ini akan melaksanakan tes selanjutnya, yaitu tahap wawancara. Proses tersebut diproyeksikan berlangsung pada September.

 

Setelah itu, pansel akan mengeliminasi peserta menjadi 10 nama dan memberikannya kepada presiden untuk disaring.

 

Hendardi mengaku, pihaknya belum melakukan verifikasi penggolongan profesi dan lainnya yang mendaftar sebagai capim KPK.

 

“Kami belum melakukan verifikasi dari profesi mana saja yang mendaftar sebagai Capim KPK,” kata Ketua Setara Institute ini.

 

Berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah profesi yang mendaftar antara lain pengacara, dosen, pegawai swasta, pegawai BUMN, pengusaha, jaksa maupun hakim, anggota TNI atau Polri, auditor, hingga komisioner dan pegawai KPK.

 

Pansel KPK pun akan menyeleksi pendaftar calon pimpinan KPK dengan sejumlah kriteria kapabilitas yang mumpuni.

 

“Dia harus paham dan memiliki kombinasi kemampuan. Setelah itu harus paham masalah keuangan negara, memahami tentang procurement, pengadaan dan yang terpenting diperlukan komponen yang paham betul mengenai organisasi internal KPK, jadi memahami manajerial organisasi,” kata Ketua Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih ditemui di gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, pada Kamis (4/7/19).

 

Yenti menjelaskan seorang calon pimpinan KPK juga harus memiliki kondisi psikologis yang kuat dari tekanan dan memiliki kebijaksanaan.

 

Pimpinan KPK, ujar Yenti, juga perlu memahami arah pembangunan ekonomi negara.

 

Menurut Yenti, pimpinan KPK perlu memahami pemberantasan korupsi bukan hanya dari penindakan tetapi juga sisi pencegahan.

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi | Antara

Bima Suarakan Persoalan Sistem Zonasi Pada PPDB di Rakernas Apeksi 2019

 

BOGORUPDATE.COM – Rapat kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2019 secara resmi ditutup, Kamis (4/7/19). Pertemuan yang dihadiri 98 wali kota atau perwakilannya itu menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis terkait kebijakan kerjasama antar daerah untuk optimalisasi potensi daerah, termasuk masukan atas kebijakan pemerintah pusat.

 

Dalam Rakernas bertajuk ‘Penguatan Alokasi Anggaran Pemerintah Daerah untuk Mendukung Profesionalitas Aparatur dan Kemandirian Daerah’ itu, Wali Kota Bogor Bima Arya juga menyampaikan rekomendasi dan saran terkait persoalan penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

 

Dihadapan kepala daerah se-Indonesia, Bima Arya menyebut sistem zonasi PPDB murni adalah seleksi penerimaan siswa baru berdasarkan jarak terdekat dari rumah ke sekolah tanpa mempertimbangkan prestasi siswa.

 

“Seleksi PPDB seperti ini memiliki banyak kelemahan, terutama di tingkat SMPN dan SMAN diantaranya hanya didasarkan pada jarak terdekat rumah ke sekolah dirasakan oleh masyarakat sangat tidak adil karena sebaran sekolah belum merata di setiap wilayah, mutu pendidikan belum merata di setiap sekolah, daya tampung sekolah negeri belum mampu menampung semua peserta didik. Kesempatan bersekolah di sekolah negeri hanya dimiliki oleh anak yang tinggalnya dekat dengan sekolah,” ungkap Bima di PO Hotel Semarang.

 

Ia menambahkan, sistem zonasi PPDB yang hanya didasarkan pada jarak terdekat dari rumah ke sekolah sangat mengecewakan siswa yang sudah bekerja keras bertahun-tahun kerena nilai dan prestasi mereka tidak lagi dihargai untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

 

“Tentunya ini dapat membuat siswa jadi malas belajar kerena hasil belajarnya tidak berpengaruh dalam PPDB. Ini juga dapat merusak budaya sekolah berprestasi yang dibangun sejak puluhan tahun lalu karena perbedaan kebiasaan dan motivasi belajar siswa di satu sekolah semakin tajam. Pembelajaran di kelas bisa jadi membosankan karena dirasa terlalu cepat oleh sebagian siswa dan terlalu lambat dan membosankan bagi sebagian siswa lainnya,” jelasnya.

 

Sistem ini, lanjut Bima, dapat memicu terjadinya manipulasi domisili penduduk hal ini disebabkan data kependudukan belum siap sepenuhnya mendukung sistem tersebut. “Dalam jangka panjang sistem zonasi PPDB akan membentuk sekolah-sekolah sesuai dengan latar belakang sosial ekonomi dan budaya lingkungan sekitar sekolah,” kata Bima.

 

Melalui forum itu, Bima juga menyampaikan sejumlah saran, yakni perlunya evaluasi secara menyeluruh terhadap penerapan zonasi PPDB. “Jika Sistem zonasi seleksi PPDB akan tetap menjadi kebijakan pemerintah maka payung hukum harus lebih kuat minimal di atas Peraturan Menteri. Sistem zonasi juga harus tetap menghargai prestasi dan kerja keras siswa seperti yang dilakukan pada PPDB SMPN di Kota Bogor, penerapannya harus bertahap sejalan dengan rencana pemerataan sekolah dan mutunya, melibatkan langsung Disdukcapil hingga sosialisasi perlu ditingkatkan,” pungkasnya.

 

Di tempat yang sama, Ketua Pengurus Apeksi Airin Rachmy Diani menyatakan, sektor pendidikan dan kesehatan masih menjadi perhatian para wali kota se-Indonesia. Airin yang juga menjabat sebagai Wali Kota Tangerang Selatan ini menyebut pemerintah kota tidak menolak sistem PPDB Zonasi, namun dengan rekomendasi dari Apeksi setidaknya pemerintah daerah bisa bersiap dengan infrastruktur untuk menjalankannya.

 

“Tadi dari Bogor menyampaikan, penerimaan SD, SMP kan tidak masalah, yang SMA tanggung jawab dari provinsi dan pusat tapi kadang mengeluhnya ke daerah. Jadi, kita bisa diberikan solusi dan kita siapkan infrastruktur,” ujarnya.

 

Selain itu, Rakernas Apeksi juga menyoroti pelayanan jaminan sosial, khususnya kesehatan. Menurutnya aturan rujukan berjenjang membuat sebagian masyarakat kesusahan. Rekomendasi berikutnya soal pendanaan seperti DAK, DAU, dan dana kelurahan. Airin mengungkapkan, salah satu poin yang dibahas tentang petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis), diharapkan bisa berlaku lebih dari setahun agar mudah untuk menerjemahkannya.

 

Terakhir, enam Komisariat Wilayah (Komwil) Apeksi juga menyatakan bahwa penyelenggaraan Apeksi 2020 mendatang sepakat dilakukan di Tangerang Selatan. (Rie)

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Kota Bogor 5 Besar Nominator Penilaian Wilayah Anugerah PKB se-Jabar 2019

 

BOGORUPDATE.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berhasil masuk 5 besar nominator penilaian wilayah Anugrah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kategori Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Jawa Barat tahun 2019.

 

Selain Pemkot Bogor, nominator lain untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota adalah, Pemkot Depok, Pemkot Sukabumi, Pemkab Sukabumi dan Pemkab Cianjur. Selain masuk nominator kategori Pemerintah Kabupaten/Kota, Kota Bogor juga menjadi nominator untuk kategori Kader Penggerak Taat Pajak, yaitu Asep Supriadi, Dessy Yohana dan Husneh.

 

Penilaian terhadap calon pemenang Anugerah PKB tahun 2019 sudah memasuki tahap penilaian program. Setiap nominator memaparkan strategi dan program dalam bentuk presentasi selama 20 menit termasuk sesi tanya jawab dihadapan dewan juri.

 

Pemaparan Pemkot Bogor dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat bertempat di Hotel Santika, jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, Kamis (04/07/19).

 

Pada kesempatan tersebut, Ade memaparkan upaya-upaya yang dilakukan Pemkot Bogor dalam mendukung peningkatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

 

Menurut Sekda, penilaian ini bukan hanya sekedar untuk mendapatkan hadiah atau penghargaan tapi sekaligus bentuk evaluasi terhadap kegiatan sinergitas antara Pemkot Bogor dengan Pemprov Jawa Barat dalam rangka memotivasi masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor.

 

“Memang masih cukup banyak masyarakat yang belum membayar pajak kendaraan bermotor, tapi sudah banyak upaya-upaya untuk meningkatkannya termasuk melalui kader-kader yang ada,” tuturnya.

 

Selain kebijakan seperti membuat surat kepada seluruh PNS dan BUMD di Kota Bogor agar menganggarkan pembayaran pajak kendaraan bermotor milik instansinya, kerja sama pelayanan dengan Pemprov Jawa Barat, sosialisasi, Pemkot Bogor akan menerapkan salah satu persyaratan jika ingin mengurus izin harus membayar pajak kendaraan bermotor agar para pengusaha atau pemohon izin membayar pajaknya lebih awal.

 

“Ini sudah dilakukan jika mengurus izin harus melengkapi persyaratan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan,” katanya.

 

Menurutnya, pajak kendaraan bermotor ini untuk kepentingan pembangunan walaupun hanya mendukung 9,5 persen dari PAD (Pendapatan Asli Daerah). Namun demikian diperlukan sinergitas antara Pemkot Bogor dengan Pemprov Jawa Barat.

 

Untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, Pemkot Bogor akan meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai salah satu inovasi dalam memberikan pelayanan publik di Kota Bogor.

 

“Nanti jika masyarakat ingin membayar pajak kendaraanya tidak perlu ke Samsat tetapi bisa langsung datang ke Mal Pelayanan Publik di Lippo Kebun Raya Bogor. Rencananya pak Presiden Jokowi yang akan meresmikannya,” katanya.

 

Selanjutnya, pengumuman pemenang Anugerah PKB 2019 rencananya akan dilaksanakan bersamaan dengan perayaan HUT Provinsi Jawa Barat pada tanggal 19 Agustus mendatang. Tim juri akan memilih tiga terbaik yang akan mendapatkan penghargaan. (Rie)

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Prediksi PERSEBAYA vs PERSIB: Perang Dulur

Sumber foto: Indosport.com

 

BOGORUPDATE.COM – Pertandingan menarik bakal tersaji pada pekan ketujuh Shopee Liga 1 2019. Persebaya Surabaya menjamu Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat malam (5/7/19).

 

Pertandingan ini selalu menjadi magnet pecinta sepak bola nasional. Kedua klub ini memiliki sejarah panjang sejak era Perserikatan. Suporter kedua tim juga dikenal menjalin persaudaraan erat dan membuat duel pantas disebut sebagai Perang Dulur.

 

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman menegaskan timnya bakal mengalahkan Persib di laga ini. Dia ingin meneruskan tren kemenangan setelah sebelumnya menumbang Persela dengan skor 3-2 di stadion yang sama, Senin (1/7/19).

 

“Harapannya kami bisa menang. Pertandingan ini penting untuk bisa naik ke posisi yang lebih baik dari sekarang. Jangan sampai terpeleset, karena kami sebelumnya sempat bermain imbang di kandang,” kata pelatih yang karib disapa Djanur itu.

 

Djanur merupakan sosok yang tidak asing buat Persib. Pria asal Majalengka itu tercatat pernah menjadi pemain dan pelatih Maung Bandung. Djanur juga membawa Persib juara sebagai pemain maupun pelatih itu.

 

Setelah menangani Persebaya, sejak September 2018, Djanur sudah dua kali berjumpa Persib. Hasilnya, Persebaya selalu dibawanya menumbangkan klub yang berdiri sejak 1933 itu.

 

Tapi, Djanur tidak ingin jemawa dengan rekor impresifnya itu.

 

“Saya sudah dua kali bertemu Persib Bandung dan dua kali menang. Itu bukan jaminan saya pasti akan menang lagi. Persib dalam tekanan dan ingin bangkit,” ucap Djanur.

 

Persebaya tidak bisa menurunkan kekuatan penuh dalam pertemuan ini. Tiga pemain, yaitu Osvaldo Haay, Damian Lizio, dan Oktafianus Fernando harus absen dengan alasan yang berbeda.

 

“Kami juga dalam tekanan. Kalau kami bermain seri lagi, pasti nanti habis sama Bonek (suporter Persebaya). Pertandingan ini akan punya tensi tinggi,” imbuh pelatih Persebaya Surabaya berusia 60 tahun itu.

 

Kabar baiknya, Bajul Ijo bakal mendapat dukungan penuh dari suporter fanatik mereka, Bonek. Sebanyak 50 ribu tiket yang dilepas oleh panpel telah ludes terjual sejak Selasa (2/7/19).

 

“Informasinya Bonek akan memenuhi GBT. Kehadiran mereka akan menjadi suntikan motivasi buat pemain. Mudah-mudahan pertandingan ini menjadi semangat berlebih meneruskan tren positif,” ucap Djanur.

 

Laga ini menjadi tantangan besar bagi Persib Bandung setelah terpuruk di kandang sendiri.

 

Meski berat lantaran bermain di kandang lawan, pelatih Persib, Robert Alberts tetap menekankan kepada pasukannya untuk bangkit dan mencuri poin di kandang Persebaya.

 

“Kami harus bangkit sekarang dan target kami adalah memainkan sepak bola yang bagus dan memastikan tiga poin bisa dibawa pulang ke Bandung,” tegas Robert.
Pertemuan versus Persebaya akan menjadi pertandingan yang menarik.

 

“Akan menjadi pertandingan yang menarik karena Persebaya menang pada laga sebelumnya, sedangkan kami gagal di kandang. Kami mampu menguasai ritme permainan dan membuat banyak peluang namun gagal memanfaatkannya,” tutur Robert.

 

Pelatih asal Belanda ini enggan memikirkan rekor pribadinya yang kurang bagus saat bertandang ke Surabaya.

 

“Saya tidak pernah melihat ke belakang, saya selalu berusaha melihat ke depan. Bersama Persib, keadaannya berbeda, ketika melawan Persebaya atmosfernya selalu bagus. Kami harap bisa memainkan sepak bola yang positif dan berharap meraih tiga poin,” harap Robert.

 

Prediksi dari para expert bola di Shopee Live Preview, platform dari aplikasi Shopee yang menyiarkan secara langsung obrolan dan diskusi paling update di lokasi pertandingan dapat disaksikan melalui link berikut https://shopee.co.id/live-streaming.

 

Prakiraan susunan Pemain:
Persebaya (4-3-3): Miswar Saputra (kiper); Novan Sasongko, Otavio Dutra, Hansamu Yama, Ruben Sanadi (belakang); Muhammad Hidayat, Rendi Irwan, Fandi Eko Utomo (tengah); Irfan Jaya, Amido Balde, Manuchehr Jalilov (depan).
Pelatih: Djadjang Nurdjaman

 

Persib (4-3-3): I Made Wirawan (Kiper); Supardi Nasir, Bojan Malisic, Achmad Jupriyanto, Ardi Idrus; Artur Gevorkyan, Hariono, Rene Mihelic; Ghozali Siregar, Ezechiel N’douassel, Febri Hariyadi.
Pelatih: Robert Alberts

 

Prediksi Bogorupdate.com:
Persebaya 50-50 Persib

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi | Bola.com

Pilpres Telah Usai, Jokowi: “Marilah Kita Berangkulan Kembali”

 

BOGORUPDATE.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, masalah Pemilihan Presiden (Pilpres) pada bulan April lalu telah selesai setelah keputusan Mahkamah Konstitusi. Untuk itu, ia mengajak semua warga untuk berangkulan kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air.

 

“Pilpres sudah selesai, marilah kita berangkulan kembali, bersatu kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air, apapun sukunya apapun agamanya, kita ini adalah saudara sebangsa dan setanah air,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara penyerahan 2.000 sertifikat hak atas tanah kepada rakyat di Graha Bumi Beringin, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (4/7/19) sore.

 

Kepala Negara berpesan, jangan sampai perbedaan-perbedaan karena pilihan politik diterus-teruskan sampai saling membenci saling mendengki. Ia mengingatkan kembali kita ini adalah saudara sebangsa dan setanah air, dan tantangan yang dihadapi bangsa ini juga tantangan yang besar.

 

“Kalau kita tidak berangkulan kita tidak bersatu bersama-sama membangun negara ini, ditinggal kita oleh negara-negara lain,” tutur Kepala Negara.

 

Ia mengungkapkan, negara lain sudah lari jauh membangun infrastrukturnya, kita masih berurusan saling membenci saling mendengki saling tidak sapa antar tetangga. “Semakin ketinggal kita nanti, saya ingatkan kepada kita semuanya, kita berangkulan bersatu kembali bersama-sama membangun negara ini, memajukan negara ini,” pungkas Kepala Negara.

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi | Setkab