Ekonomi Global Masih Rentan, Presiden Bank Dunia Sarankan Ini Kepada Indonesia

Foto menteri keuangan Sri Mulyani-David Malpass, di sela-sela Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 di Jepang pada, Sabtu (8/6/2019).

 

BOGORUPDATE.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Bank Dunia David Malpass. Pertemuan dua tokoh tersebut membahas masalah reformasi yang dilakukan Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

 

Dalam keterangan yang dilansir di situs resmi Kementerian Keuangan dan diunduh redaksi JPP Senin (10/6/2019), pertemuan Sri Mulyani -David Malpass, dilakukan di sela-sela Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 di Jepang pada Sabtu (8/6/2019).

 

Dalam kesempatan itu Menkeu kembali menegaskan bahwa Indonesia telah dan terus melakukan reformasi terkait regulasi, institusi, dan reformasi kebijakan untuk meningkatkan penerimaan negara.

 

Salah satu bentuk ketiga reformasi tersebut adalah kerjasama antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) untuk mengoptimalkan penerimaan negara.

 

Menkeu melanjutkan, Indonesia terus melakukan reformasi struktural seperti di bidang investasi dengan mengurangi negative list secara berkelanjutan untuk mendorong investasi.

 

Presiden Bank Dunia berpendapat mengenai ekonomi digital, ada 2 hal terpisah yang perlu diperhatikan yaitu yang terkait nilai data dan cara perusahaan melakukan transaksi bisnis.

 

Presiden Bank Dunia menyarankan agar Pemerintah Indonesia tetap menjalankan reformasi struktural pada kondisi saat ini dimana ekonomi global masih relatif rentan.

 

Menanggapi hal tersebut, Menkeu menyampaikan bahwa fokus pemerintah Indonesia adalah melanjutkan pembangunan infrastruktur, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan reformasi institusional.

 

Menkeu melanjutkan, terkait tekanan perdagangan global, ekspor Indonesia mengalami kontraksi termasuk impor yang mempengaruhi level pertumbuhan ekonomi.

 

Menkeu menyerukan agar kondisi ekonomi global perlu diantisipasi hingga jangka menengah karena cukup mengkhawatirkan. Harga komoditi, khususnya pertambangan akan tertekan dan berdampak kepada penerimaan negara. Ia berharap sebagian guncangan ekonomi akan diserap sisi pengeluaran sebagai automatic stabilizer. (JPP)

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Leave a Reply

Your email address will not be published.