Pemkab Bogor Raih WTP Ke-4 Secara Beruntun

 

BOGORUPDATE.COM – Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018, BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.

 

Acara berlangsung di Auditorium Lantai 5 Gedung BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Bandung, Selasa (28/5/19). Ini juga merupakan WTP ke-4 secara berturut-turut yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Barat Arman Syifa menjelaskan pemeriksaan terhadap laporan keuangan bertujuan untuk memberikan opini tentang kewajaran penyajian laporan keuangan.

 

“Opini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan, hal ini tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan adanya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan, meski demikian jika pemeriksa menemukan adanya penyimpangan, kecurangan atau pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan khususnya yang berdampak adanya potensi dan indikasi kerugian negara maka hal ini harus diungkap dalam LHP,” jelas Arman.

 

Ia pun menambahkan, permasalahan-permasalahan yang masih ditemukan di lingkungan pemerintah kabupaten atau kota di Jawa Barat terkait permaslaahan pengadaan barang dan jasa. “Pemerintah kabupaten atau kota permasalahan terkait pengadaan barang dan jasa yang menimbulkan kerugian daerah, pengelolaan rekening yang tidak sesuai ketentuan sehingga menimbulkan potensi kecurangan, pengelolaan aset tetap yang masih bermasalah baik secara penatausahaan maupun pemanfaatannya,” tambahnya.

 

Sementara itu Bupati Bogor Ade Yasin mengapresiasi hasil yang diraih oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. “Saya sangat mengapresiasi apa yang telah diraih Pemerintah Kabupaten Bogor dengan meraih WTP yang ke empat kalinya secara berturut-turut,” ujar Ade Yasin. Berdasarakan pemeriksaan yang dilakukan BPK atas LKPD TA 2018, BPK memberikan WTP kepada 10 Pemerintah Daerah, yaitu Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kota Bekasi dan Kota Tasikmalaya. Sedangkan Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung Barat BPK memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) karena hasil pemeriksaan menunjukan adanya permasalahan material yang mengganggu kewajaran laporan keuangan. (Ra)

 

 

 

 

Editor : Refer

Pemkab Bogor Gelar Bazar dan Pasar Murah

 

BOGORUPDATE.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Bogor mengelar Bazaar Ramadhan dan pasar murah yang di buka secara langsung oleh Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, bertempat di halaman kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, pada Selasa (28/5/19).

 

Dalam sambutannya Wakil Bupati mengatakan bahwa Bazaar Ramadhan Berkah 1440 H dan pasar murah merupakan support Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap masyarakat pelaku UMKM dan mengendalikan harga pasar, namun hanya berlangsung 2 hari waktu yang tidak begitu lama.

 

“Semoga tahun depan lebih lama waktu nya dan saya berharap sosialisasi awal harus masif juga ke masyarakat dan mitra UMKM untuk mempersiapkan karena ini bukan hanya pameran,” ujarnya.

 

Ia juga mengatakan selain mengenalkan produk yang sangat diperlukan pasar murah. Kehadiran Pemerintah menjaga kestabilan harga di tengah masyarakat, jadi mereka nyaman karena tinggi nya demand kebutuhan ramadhan luar biasa.

 

“Sudah biasa kebutuhan meningkat, perlu Pemerintah hadir, supaya tidak ada spekulan memainkan peran di tengah tingginya kebutuhan ini, Pemerintah Kabupaten Bogor sudah memiliki tim TPID jadi tidak hanya mengandalkan dinas terkait,” ujarnya.

 

Wabup juga berharap pada bulan ramadhan ini tidak ada lonjakan harga yang cukup besar di Kabupaten Bogor, harga barang barang kebutuhan pokok harus stabil.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Bogor, Ronny Sukmana mengatakan bazaar ramadhan berbeda dengan pasar bazaar lainnya, karena ada bazaar untuk mengendalikan harga, karena tugas Pemerintah Kabupaten Bogor mengendalikan harga.

 

“Dengan adanya bazaar ramadhan dan pasar murah bisa membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan selama bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri,” ungkapnya. (Ra)

 

 

 

 

 

Editor : Refer

Kebangkitan Gerakan Nasionalis di Kampus IPB

 

BOGORUPDATE.COM – Pada Sabtu (26/5/19) lalu, diadakan pertemuan khusus Persatuan Alumni, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA-GMNI IPB) dengan mahasiswa yang baru-baru ini mendirikan kembali Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Institut Pertanian Bogor (GMNI-IPB). Pertemuan yang di adakan di ruang rapat Riset Perkebunan Nusantara ini membahas tentang narasi menjaga ideologi pancasila di kampus pertanian. Hal ini mengingat beberapa tahun ini IPB disinyalir menjadi kampus radikal dan menjadi tempat deklarasi khilafah.

 

Pertengahan tahun 2018 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut ada 7 perguruan tinggi negeri berpaham radikal. Salah satunya adalah Institut Pertanian Bogor (IPB) karena dianggap di dalam lingkungan kampus terdapat kelompok penyebar ideologi anti-pancasila. Meskipun hal ini langsung dibantah dan meminta klarifikasi BNPT oleh Arif Satria sebagai Rektor yang menjabat saat ini.

 

Memang dari penelusuran berita, setidaknya semenjak 2009 sudah ada 17 pelaku terlibat aksi teror dikaitkan dengan latar belakang kampus mereka, termasuk penangkapan tiga terduga teroris di salah satu universitas di Sumatera pada awal tengah tahun 2018.

 

Pemerintah menanggapi hal ini dengan serius dengan membubarkan organisasi ekstrim kanan seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan membentuk badan pembinaan ideologi pancasila. Di kampus juga dibentuk Unit Kegiatan Mahasiswa Pembinaan Ideologi Pancasila untuk membimbing mahasiswa dengan ideologi nasionalis.

 

Di IPB sendiri sudah muncul kembali gerakan-gerakan mahasiswa dengan corak ideologi nasionalis. Salah satunya adalah pembentukan kembali Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia di kampus pertanian ini. Kegiatan ini banyak didukung oleh alumni IPB yang dulunya waktu mahasiswa tergabung dalam lembaga dengan ideologi nasionalis.

 

Komisariat GMNI IPB terakhir ada di tahun 2004, setelah itu gerakan ini mati dan dihidupkan lagi di tahun 2019. Kebangkitan gerakan ini ditandai dengan perekrutan anggota komisariat dan agenda rapat kerja serta pembentukan pengurus komisariat.

 

“Perekrutan anggota GMNI sudah dimulai sejak akhir tahun 2018, dan sudah melakukan tiga kali penerimaan anggota baru. Terakhir pada tanggal 11 Mei 2019 diadakan pengesahan program kerja komisariat,” ujar Ramdani selaku komisaris GMNI IPB yang menjabat saat ini.

 

Kebangkitan gerakan nasionalis di IPB disambut baik oleh IPB secara institusi. GMNI didorong untuk ikut dalam pembentukan Kelembagaan mahasiswa pengawal indeologi bangsa. Hal ini ditandai dengan pengesahan surat Keputusan Rektor terkait ormawa pengawal idelogi nasionalis. Bersama dengan organisasi Cipayung, GMNI akan dalam implementasi pengawalan ideologi nasionalis di IPB.

 

Harapanya dengan kebangkitan organisasi ini, IPB menjadi lebih menjunjung tinggi ideologi nasionalis dan terhindar dari paham-paham radikalisme anti pancasila. (Rahmat)

 

 

 

 

 

Editor : Refer

Hadapi Arus Mudik-Balik, Dishub Kota Bogor Terjunkan 200 Personel

 

BOGORUPDATE.COM – Idul Fitri 1440 H/2019, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor telah mempersiapkan diri menghadapi kegiatan angkutan arus mudik – balik.

 

Dishub Kota Bogor juga mempersiapkan pos dan tim terpadu selama Idul Fitri 2019 yang beroperasional mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri di Terminal Bubulak dan Terminal Merdeka dengan menerjunkan 200 personel.

 

Hal ini dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Kota Bogor, Jimmy Hutapea di kantornya, Jalan Raya Tajur No. 54, Kota Bogor, Senin (27/05/2019).

 

“Pada prinsipnya Dinas Perhubungan Kota Bogor siap dan mendukung kebijakan yang telah disiapkan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan maupun Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bekerja sama dengan Korlantas untuk pengaturan arus mudik 2019,” kata Jimmy.

 

Untuk pengaturan, lanjut Jimmy, pemerintah pusat lebih menitikberatkan pada ruas jalan tol yang akan menerapkan sistem satu arah pada saat-saat tertentu. Sementara di Kota Bogor tidak terkait secara langsung.

 

“Untuk pengaturan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang, untuk Kota Bogor masih menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekali lagi pada prinsipnya, Pemerintah Kota Bogor dalam hal ini Dinas Perhubungan sudah mempersiapkan beberapa hal untuk mendukung lancarnya mudik tahun 2019,” jelas Jimmy.

 

Dishub Kota Bogor juga melibatkan 200 personel yang akan diatur secara bergantian. Untuk uji kelaikan kendaraan atau ramp check, Jimmy menambahkan, sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum Idul Fitri, baik di terminal maupun di pool keberangkatan bus.

 

Disinggung jumlah armada yang akan melayani arus mudik, Jimmy menjawab kurang lebih ada 1.800 kendaraan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

 

“Untuk tes bagi para pengemudi tetap dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, seperti tahun lalu,” katanya.

 

Untuk mendukung lancarnya arus menjelang hingga pasca Idul Fitri, Dishub menyiagakan seluruh armada yang dimiliki, diantaranya 2 truk derek, mobil-mobil pendukung sarana lalu lintas dan yang lainnya.

 

Kepada para pengusaha angkutan, Dishub Kota Bogor menghimbau agar menaati peraturan yang ada, melakukan pengecekan kendaraan secara rutin maupun pengujian sebelum keberangkatan untuk menjamin keselamatan penumpang.

 

“Bagi bus kelas ekonomi agar tidak menaikkan tarif diluar ketentuan yang sudah ada,” tuturnya. (Rie)

 

 

 

 

 

Editor : Refer

Gelar Tarling, Pemkot Bogor Berikan Bantuan 16 Masjid se-Kecamatan Bogor Barat

 

BOGORUPDATE.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali mengadakan Tarawih Keliling (Tarling) ke wilayah. Kali ini, tarling yang diikuti jajaran Pemkot Bogor ini mengunjungi Masjid Nurul Huda, Cilubang Lebak, RT 01/02, Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Senin (27/05/2019) malam.

 

Dalam Program Tarling ini sama seperti sebelumnya, Pemkot Bogor menyiapkan dana bantuan untuk masjid se-kecamatan Bogor Barat yang masing-masing diberikan bantuan sebesar Rp 25 juta untuk 16 masjid.

 

Secara simbolis bantuan tersebut diberikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Ganjar Gunawan mewakili Wali Kota Bogor kepada perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

 

Kepala Disperindag Kota Bogor, Ganjar Gunawan mengatakan, kegiatan Tarawih Keliling bersama masyarakat ini tujuannya adalah untuk mempererat silaturahmi antara umaro, ulama dan masyarakatnya.

 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam tarawih keliling dibagi beberapa rombongan, namun kali ini hanya satu rombongan yang mengunjungi 6 wilayah kecamatan se-Kota Bogor secara bergantian. “Dalam tarling ini kami juga menyerahkan bantuan untuk masjid yang diserahkan langsung kepada DKM,” katanya.

 

Pada kesempatan itu ia juga mengajak semua untuk tetap menjaga kondusifitas seusai pelaksanaan Pemilu 2019. “Mudah-mudahan silaturahmi ini bisa tetap terjalin dan harmonis dengan sama-sama menjaga kondusifitas di wilayah Kota Bogor khususnya,” ujar Ganjar.

 

Ketua DKM Masjid Nurul Huda, Dedi Junaedi menuturkan, atas nama DKM ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemkot Bogor yang hadir dalam kegiatan tarawih keliling dan memberikan bantuan untuk masjid di wilayah Kecamatan Bogor Barat. (Rie)

 

 

 

 

 

Editor : Refer

Prediksi MADURA UNITED vs BORNEO FC: Teruskan Catatan Gemilang

 

BOGORUPDATE.COM – Madura United masih tercatat sebagai tim yang belum kehilangan poin dalam dua pertandingan di Shopee Liga 1 2019. Mereka menang 5-1 atas Persela Lamongan dan 1-0 atas Barito Putera saat menjalani laga tandang.

 

Kini, tantangan untuk meneruskan catatan gemilang itu telah menanti di kandang sendiri. Madura United dijadwalkan menjamu Borneo FC dalam pekan ketiga di Stadion Gelora Madura Pamelingan, Pamekasan, Selasa (28/5/2019) malam.

 

Saat ini, waktu yang dimiliki Madura United tidak banyak mengingat mereka terakhir bertanding melawan Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin (24/5/2019). Hanya tiga hari yang mereka miliki untuk persiapan.

 

Kabar baiknya, gelandang serang Zah Rahan sudah bisa diturunkan setelah mengalami cedera otot paha. Laskar Sape Kerap bisa menurunkan skuat terbaiknya untuk mempertahankan rekor sempurna di tiga laga awal Liga 1 2019.

 

“Kami cuma punya tiga hari persiapan dan harus langsung main. Kami baru pulang dari Banjarmasin tapi kami kondisi anak-anak sudah oke. Zah Rahan juga bisa kembali meski belum bisa tampil 100 persen,” kata Dejan Antonic, pelatih Madura United.

 

Selain bermodal dua kemenangan itu, Laskar Sape Kerap juga punya catatan positif saat berjumpa Borneo FC musim ini. Keduanya bersua dalam fase grup Piala Presiden 2019 dan Madura United unggul 1-0 (15/5/2019).

 

Akan tetapi, saat itu Borneo FC masih dilatih Fabio Lopez. Kehadiran Mario Gomez sebagai arsitek anyar diprediksi bakal membuat pertandingan ini kian seru. Sebab, Borneo FC belum menderita kekalahan dalam dua laga awalnya di Liga 1 2019.

 

Madura United juga punya catatan kurang apik saat berjumpa Borneo FC di Liga 1. Dalam empat pertemuan, Madura United kalah dua kali, dan sisanya berakhir imbang. Menariknya, kekalahan terakhir mereka terjadi saat Borneo FC masih dilatih oleh Dejan Antonic di Liga 1 2018.

 

Borneo FC memang bukan tim yang asing buat pelatih Madura United, Dejan Antonic. Musim lalu, pelatih asal Serbia itu mengangani klub berjulukan Pesut Etam tersebut. Sejumlah pemain Borneo tentu sudah dikenali oleh Dejan.

 

Dejan Antonic tetap percaya diri menghadapi mantan timnya ini meski dihantui rekor buruk. Pelatih asal Serbia itu tidak mengindahkan segala hasil buruk yang pernah diderita oleh timnya saat meladeni Borneo FC.

 

“Paling penting hasil, karena di sepak bola orang cuma lihat hasil. Tentu kami harus melakukan yang terbaik dan kami harus meneruskan tren positif. Kami mau dapat hasil yang bagus untuk semua suporter Madura United,” ucap Dejan.

 

“Kami normal dan fokus pertandingan setiap kali seperti pertandingan sebelumnya. Kami melihat apa yang paling bagus untuk Madura. Anak-anak sudah tahu apa yang harus dilakukan di pertandingan nanti. Penting kami mendapatkan tiga poin,” imbuhnya.

 

Jika menilik pada duel kedua pelatih ini, Dejan lebih inferior dibanding Mario Gomez yang kini menjabat pelatih Borneo. Musim lalu, dua kali mereka bertemu dalam duel Borneo kontra Persib. Hasilnya, dua kali Gomez mempecundangi Dejan di Liga 1 2018.

 

Pada pertandingan ini, Dejan dihadapkan pada dua rekor buruk sekaligus. Dia selalu kalah melawan Mario Gomez dan demikian halnya dengan Madura United yang belum pernah menang kontra Borneo FC di Liga 1.

 

Borneo FC juga datang ke Madura dengan rekor yang cukup bagus, belum pernah kalah dengan hasil masing-masing sekali menang dans seri di dua laga sebelumnya. Mario Gomez menilai pertandingan ini penting untuk kedua tim.

 

“Ini pertandingan penting untuk mendapat tiga poin penting. Kami siap bertanding di sini, saya tahu Madura tim kuat musim ini. Pertandingan ini penting buat kedua kesebelasan,” ucap pelatih asal Argentina tersebut.

 

“Madura United punya banyak pemain bagus. Saya tahu skuat Madura musim lalu, sekarang semakin kuat. Setiap tim punya momen untuk berkembang dan menjadi lebih baik,” tambah pelatih berusia 62 tahun itu.

 

Prediksi Susunan Pemain:
Madura United (4-4-1-1): M. Ridho Djazulie (kiper); Marckho Meraudje, Fandry Imbiri, Jaimerson Xavier, Andik Rendika Rama (belakang); Zulfiandi, Asep Berlian, Greg Nwokolo, Andik Vermansah (tengah); Beto Goncalves; Aleksnadar Rakic (depan).
Pelatih: Dejan Antonic

 

Borneo FC (4-3-3): Nadeo Argawinata (kiper); Abdul Rachman, Jan Lammers, Javlon Guseynov, Diego Michiels (belakang); Finky Pasamba, Wahyudi Hamisi, Ichsan Kurniawan (gelandang); Terens Puhiri, Matias Conti, Lerby Eliandry (depan).
Pelatih: Mario Gomez

 

Prediksi Bogorupdate.com:
Madura 55-45 Borneo FC

 

 

 

 

 

 

Editor : Refer | Bola.com

SBY: Partai Demokrat Miliki Nilai dan Etika Terima Kekalahan

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Net)

 

BOGORUPDATE.COM – Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengatakan Partai Demokrat memiliki nilai dan etika yang dijunjung tinggi untuk menerima kekalahan jika itu yang dialami partainya.

 

“Sebelum Partai Demokrat berdiri, pada Pemilihan Wakil Presiden tahun 2001, saya kalah dalam putaran kedua. Sekian jam kemudian, saya didampingi Ibu Ani menyampaikan pernyataan untuk menerima kekalahan tersebut,” kata SBY melalui rekaman video dilansir dari Antara, Senin (27/5/19).

 

Dia mengatakan pada saat itu dirinya menerima kekalahan dan mengucapkan selamat kepada wapres terpilih dan meminta para konstituennya mendukung wapres terpilih tersebut.

 

SBY juga menceritakan di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, dirinya menerima hasil hitung cepat, dan dirinya mengucapkan selamat kepada tiga partai politik yang memperoleh suara di atas Demokrat.

 

“AHY sebagai salah satu kader utama Demokrat juga menganut etika dan nilai yang sama, pasca hitung cepat Pilkada Jakarta, dia menerima kekalahan setelah sebelumnya menelpon dan mengucapkan selamat kepada pasangan yang menang,” ujarnya.

 

SBY mengatakan apa yang dilakukannya pada 21 Mei lalu hakikatnya sama yaitu meskipun perolehan suara Demokrat menurun dibandingkan Pemilu 2014, secara kesatria harus menerima hasil Pemilu 2019.

 

Menurut dia, apa yang dikatakannya ketika 21 Mei adalah menerima dengan catatan karena banyak catatan terkait pelaksanaan Pemilu 2019.

 

“Karena itu, selain Demokrat memberi jalan dan dukungan terhadap para caleg yang menggugat ke MK karena merasa dirugikan, kami juga mengevaluasi secara komprehensif atas penyelenggaraan Pemilu 2019,” katanya.

 

Dia menilai evaluasi komprehensif itu agar Pemilu 2024 dapat dilaksanakan lebih damai, jujur, adil, demokratis, dan berkualitas, “fair play” dan keadilan yang sejati bagi para peserta Pemilu.

 

Menurut dia, Demokrat dirugikan akibat pelaksanaan Pemilu 2019 kurang “fair play”.

 

SBY mengajak para kadernya menjaga tradisi baik Demokrat dalam setiap kontestasi, karena pernah menang dan pernah kalah.

 

“Kata AHY, menang tidak terbang, kalah tidak patah. Seperti dalam pertandingan olahraga, ada kalanya kita menang, ada kalanya kalah karena itu kalah atau menang, kita berjabat tangan secara sportif,” katanya.

 

 

 

 

 

Editor : Refer | Antara