Presiden Mengaku Tak Terganggu Dengan Ancaman Pembunuhan Terhadap Dirinya

 

BOGORUPDATE.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak terganggu dengan ancaman pembunuhan terhadap dirinya yang dilontarkan oleh salah seorang peserta demo di Bawaslu, Jakarta, beberapa waktu lalu, yang videonya sempat viral di sejumlah media sosial.

 

“Enggak lah, ini kan bulan puasa, kita semuanya puasa. Iya kan? Yang sabar,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meresmikan Jalan Tol Pandaan-Malang, di Gerbang Tol Singosari, Malang, Jatim, Senin (13/5/19).

 

Presiden menyerahkan penanganan terhadap ancaman tersebut kepada proses hukum. “Proses hukum ya serahkan pada aparat kepolisian,” ujarnya.

 

Pihak Kepolisian sendiri telah menangkap HS (27) yang disebut-sebut sebagai pelaku ancaman terhadap Presiden Jokowi di rumah kakaknya, di Perumahan Metro Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/5/19).

 

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menetapkan HS sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya.

 

 

 

 

Editor : Refer | Setkab

Dedie Minta Jajaran Pemkot Bogor Rubah Pola Pikir dan Langkah

 

BOGORUPDATE.COM – Kepada semua jajaran di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mulai saat ini hingga kedepan mengajak untuk merubah pola pikir dan langkah dalam menyelesaikan persoalan yang ada di Kota Bogor.

 

“Saya minta kepada kita semua untuk merubah pola pikir dan langkah. Gaji kita berasal dari rakyat, karenanya layani masyarakat dengan sebaik-baiknya, kalau bisa karpet merah,” katanya sebelum memulai pengajian senin pagi selama ramadhan di Masjid At Taqwa, Balai Kota Bogor, Senin (13/05/2019).

 

Selain itu ia meminta warga jangan dipersulit dan jangan transaksional. Percayalah, jika memberi kemudahan kepada warga hidup akan lebih mudah dan makmur. Beri kemudahan bagi masyarakat dan dunia usaha agar masyarakat bisa memperoleh kesejahteraan.

 

“Setidaknya ada harapan baru jika berkontribusi mempercepat proses-proses yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bogor, jangan berpikir untuk mempersulit warga. Inilah pikiran dan keinginan besar warga kota Bogor,” tutur Dedie.

 

Dedie menekankan beberapa persoalan yang ada di Pemkot Bogor, utamanya soal kedisiplinan, dan integritas, karena itu dirinya meminta kepada para pimpinan agar memperhatikan hal ini agar kedepannya bisa menjadi lebih baik.

 

Kepada semua jajaran Pemkot Bogor, Dedie menginginkan adanya bantuan dalam menyelesaikan persoalan dan memenuhi harapan masyarakat Kota Bogor mengingat banyaknya persoalan yang dihadapi Pemkot Bogor dan tingginya harapan warga Kota Bogor.

 

“Istilah saya ini menjadi simbol, harapan dan keinginan warga agar Kota Bogor lebih baik kedepan,” ujar Dedie.

 

Dia menyampaikan terakhir ia mengunjungi Terminal Bubulak didampingi Plt. Dirut PDJT Endang Suherman. Dedie menilai kondisi Terminal Bubulak sebagai cerminan Kota Bogor yang belum mampu mengelola permasalahan terminal.

 

Permasalahan yang ada, kata Dedie sebagai tanggung jawab bersama. Kedepan dirinya menginginkan semua jajaran Pemkot Bogor benar-benar membantu dirinya dengan berkontribusi melalui pemikiran dalam memberikan solusi.

 

“ Harapan masyarakat itu tinggi dan bapak ibu mempresentasikan Pemkot Bogor. Kedepan saya berharap adanya perubahan, walaupun sedikit minimal ada perubahan. Jangan menganggap ini sebagai suatu hal yang biasa, kedepan harus lebih baik,” tegas Dedie. (Rie)

 

 

 

 

Editor : Refer

PNS Pemkot Bogor Diminta Tingkatkan Kedisiplinan dan Integritas

 

BOGORUPDATE.COM – Memasuki pekan kedua ramadan 1440 H / 2019 M, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, khususnya di lingkungan Balai Kota Bogor kembali mengikuti pengajian Senin Pagi sebagai pengganti Apel Pagi di Masjid At Taqwa, Balai Kota Bogor, Senin (13/05/2019). Pengajian di awali penyampaian arahan dari Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

 

Kepada semua PNS Kota Bogor, Dedie mengajak untuk meningkatkan kedisiplinan dan integritas dalam melayani warga Kota Bogor. Kepada para kepala Organisasi perangkat Daerah (OPD) Dedie meminta hal tersebut menjadi perhatian agar kedepan menjadi lebih baik.

 

Menanggapi apa yang disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A.Rachim, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat menyampaikan rasa bangga dan bersyukur atas kehadiran Dedie A. Rachim di acara pengajian pagi ini.

 

“Kami bangga apa yang disampaikan Pak Wali Wali Kota. Ini harus menjadi sebuah hal yang perlu dimaknai secara benar. Dua hal yang menjadi tugas PNS, yakni sebagai pelaksana kebijakan publik dan pelayan publik,” kata Ade.

 

Sebagai pelaksana kebijakan publik, Ade meminta para PNS Kota Bogor harus paham secara benar tentang berbagai ketentuan. Setiap gerak langkah dan kegiatan harus didasari kebijakan dan regulasi yang benar. Sementara itu, sebagai pelayan publik sudah menjadi kewajiban PNS Kota Bogor memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Bogor.

 

Untuk meningkatkan kualitas PNS Kota Bogor dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kedepan akan ada pertemuan untuk membahas secara teknis. Kepada para asisten ia juga meminta untuk menjadi koordinator dalam membantu penyelesaian persoalan yang dihadapi Pemkot Bogor.

 

“Saya minta dirutinkan adanya pertemuan dua minggu sekali yang hasilnya nanti dikoordinasikan dengan Pak Wakil sehingga bisa menjadi sebuah bahan dalam mengambil kebijakan untuk kepentingan pimpinan,” katanya.

 

Untuk kegiatan pengajian senin pagi selama ramadan, selain sebagai pengganti apel pagi diharapkan juga mampu merubah sikap, pandangan dan ideologi dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

“Disamping itu juga dalam rangka mengenalkan, mengajak dan membiasakan para pegawai untuk datang ke masjid,” kata Ade. (Rie)

 

 

 

 

Editor : Refer

Gulung Brighton 4-1, Manchester City Juara Premier League

 

BOGORUPDATE.COM – Manchester City memastikan gelar Premier League 2018-2019, setelah meraih kemenangan atas Brighton and Hove Albion 4-1 di The American Express Community Stadium, Minggu (12/5/2019) malam WIB.

 

Pasukan Pep Guardiola datang ke markas Brighton dengan penuh percaya diri. Walau sempat tertinggal 0-1 pada pertengahan babak pertama, mereka mencetak dua gol balasan lewat aksi Sergio Aguero (28′) dan Aymeric Laporte (38′).

 

Pada babak kedua, dominasi Manchester City berlanjut. Riyad Mahrez dkk. membuat Brighton tak berkutik.

 

Manchester City mencetak dua gol tambahan pada babak kedua, yakni lewat aksi Riyad Mahrez pada menit ke-63 dan Ilkay Gundongan pada menit ke-72.

 

Gol tersebut menjadi gol terakhir yang tercipta pada duel itu.

 

Kemenangan atas Brighton membuat City kukuh di puncak klasemen dengan perolehan poin 98 atau unggul satu angka dari rival terdekat, Liverpool. Pada pekan terakhir, Liverpool menang atas Wolves 2-0 di Anfield.

 

Manchester City juga mencetak sejarah meraih gelar Premier League dua kali berturut-turut.

 

Manchester City berpeluang meraih treble pada musim ini. Satu gelar lagi bakal diperebutkan, yakni Piala FA. Pada final, City akan menantang Watford, Sabtu (18/5/2019) pukul 23.00 WIB.

 

Susunan pemain:
Brighton (4-4-1-1): 1-Mathew Ryan; 2-Bruno, 5-Lewis Dunk, 4-Shane Duffy, 30-Bernardo; 11-Anthony Knockaert, 8-Yves Bissouma, 7-Beram Kayal, 16-Alireza Jahanbakhsh; 13-Pascal Gross, 17-Glenn Murray.
Manajer: Chris Hughton (Republik Irlandia)

 

Manchester City (4-3-3): 31-Ederson; 2-Kyle Walker, 14-Aymeric Laporte, 4-Vincent Kompany, 35-Oleksandr Zinchenko; 20-Bernardo Silva, 8-Ilkay Gundogan, 21-David Silva; 26-Riyad Mahrez, 10-Sergio Aguero, 7-Raheem Sterling.

Manajer: Pep Guardiola (Spanyol)
Wasit: Michael Oliver

 

 

 

 

Editor : Refer | Bola.com

Maju ke Senayan, Mulyadi : Partai Gerindra Sarana Perjuangan Masyarakat Untuk Sejahtera

Foto : Drs Mulyadi MMA

 

 

BOGORUPDATE.COM – Drs Mulyadi, MMA wakil rakyat yang tercatat sejak 2012 – 2014 silam, dalam Komisi VII dari Fraksi Partai Gerindra dikenal sebagai orang pertama yang menggulirkan revolusi energi di gedung Senayan.

 

“Pasalnya kedaulatan energi nasional betul-betul dirongrong oleh sikap-sikap kebijakan dan anggaran yang terlalu kompromis dan sarat retorika. Jadi bagi saya bukan lagi revitalisasi, tapi kita perlu lakukan revolusi energi nasional,” ujar pria kelahiran Bogor, 2 November 1970 kepada Bogorupdate.com, Minggu (12/5/2019).

 

Dia mengaku kadang teriakannya itu hilang begitu saja ditelan keriuhan pemilih kursi mayoritas parlemen. Meski demikian, Ia tak patah arang. Malah semakin getol memperjuangkan suara rakyat di komisi yang membidangi urusan energi sumber daya mineral, riset dan teknologi serta
lingkungan hidup tersebut.

 

“Bagi saya, negara ini terlalu euphoria terhadap sumber energi yang ada di dalam perut bumi. Padahal kekayaan alam di atas bumi jauh lebih besar dibanding yang ada di dalam perut bumi,” kritik lulusan Univeritas Parahiyangan Bandung ini.

 

Menurutnya, apa yang diperjuangkannya selama ini belum maksimal. Di samping keberadaannya di parlemen baru berjalan kurang lebih 2 tahun, Ia pun kerap mendapat perlawanan sengit dari rekan-rekan di satu komisi yang beda fraksi. Ia pun sadar untuk mengawal sebuah perubahan memang dibutuhkan keberanian dan niat yang tulus. Apalagi mitra kerja yang ditanganinya itu kerap tersandera banyak kepentingan.

 

“Saya ingin menjadi bagian dari upaya transformasi bangsa ke arah yang lebih baik yang diperjuangkan Partai Gerindra. Saya ingin menjadi bagian dari gerbong perubahan itu,” ujar Mulyadi.

 

Karena itu, Mulyadi kembali mendapat amanah sebagai calon legislatif (caleg) di daerah pemilihan (dapil) yang sama yakni Jawa Barat V dengan perolehan suara sebanyak kurang lebih 60.500 suara, berdasarkan rekapitulasi perhitungan sementara, LPKSM Bhayangkara Utama kemudian melakukan konversi perolehan suara ke perolehan kursi dengan menggunakan metode sainte lague sebagai basis perhitungan sebagaimana yang diamanahkan oleh UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

 

Keterlibatan Mulyadi di partai politik bukan sekadar latah atau ikut terbawa euphoria belaka. Awalnya Mulyadi yang kala itu tengah bekerjasama dengan pendiri Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk mendirikan perusahaan penerbangan mengajaknya untuk ikut maju sebagai caleg pada Pemilu 2009.

Foto : Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan DRS. Mulyadi, MMA

 

Sebagai putera daerah Mulyadi mengiyakan ajakan Prabowo untuk ikut bertarung sebagai caleg di dapil Jawa Barat 5. Sayang, hasil perhitungan KPU, hanya meloloskan satu kursi. Sementara Mulyadi sendiri berada di posisi kedua pada waktu pesta demokrasi itu.

 

Tidak lolos sebagai anggota dewan, Mulyadi kembali menekuni profesi sebelumnya sebagai pengusaha sekaligus pakar dalam bidang pasar modal. Bahkan sebagai pemegang lisensi pasar modal, keberadaanya kerap diincar perusahaan yang berencana go public.

 

Jelang tutup tahun 2012, tiba-tiba Mulyadi dipanggil untuk mengemban tugas sebagai anggota DPR RI. Dan Mulyadi merasa ini merupakan tugas, maka ia harus mengembannya dengan penuh tanggungjawab.

 

Disamping sibuk menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, Mulyadi yang sudah lama membina sebuah pondok pesantren penghafal Al-Quran di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor itu kembali bertarung sebagai caleg di dapil yang sama. Seakan tak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada, setiap akhir pekan ia gunakan untuk blusukan dari kampung ke kampung.

 

“Semoga saya diberi kekuatan untuk menjaga niat dan aktifitas ini, karena bagi saya maju kembali sebagai caleg bukanlah untuk mengejar jabatan, tapi sebagai upaya ikut menjadi bagian dari gerbong perubahan itu,” kata mulyadi.

 

Inilah hasil, wawancara Koordinator Lapangan LPKSM Bhayangkara Utama, Wiri Yutruski yang didampingi wartawan dari media ini di ruang kerja Drs. Mulyadi, MMA yang juga mantan Direktur Operasional Cipaganti Grup, yakni :

 

Bisa ceritakan apa saja yang Anda perjuangkan di gedung parlemen saat itu?

 

Pada tiga bulan pertama menjalani tugas sebagai anggota dewan, oleh partai saya ditugasi masuk ke Komisi 7. Setelah mempelajari aturan main, tata tertib dewan dan mengikuti rapat-rapat komisi dan fraksi terutama terkait dengan komisi 7, saya bisa menarik kesimpulan bahwa kondisinya begitu memprihatinkan terutama pada tata kelola energi. Kemudian saya juga dipercaya masuk dalam pokja RUU Nagoya Protokol yang membahas pengelolaan sumber daya hayati yang dimiliki Indonesia. Ternyata sumber daya hayati kita bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan devisa negara.

 

Saya makin terbelalak ketika mengetahui selama ini kekayaan alam yang ada di atas bumi ini tidak dikelola secara maksimal. Mustinya kita harus belajar banyak dari China yang lebih memilih memanfaatkan kekayaan alam yang ada di atas bumi dibanding yang ada di dalam perut bumi. Anehnya di Indonesia ternyata banyak pihak asing yang masuk untuk memanfaatkan sumber daya hayati yang ada di atas bumi. Karena itu, saya sampaikan kepada pihak pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (LH) bahwa dalam hal perijinan ke depannya, bukan hanya soal amdal saja tapi kementerian LH juga harus memastikan daerah tambang baru itu sumber daya hayatinya benar-benar bisa diproteksi terlebih dulu. Makanya saya gulirkan permasalahan tata kelola energi ini bukan sekedar revitalisasi saja tapi menggunakan bahasa revolusi.

 

Di samping itu saya juga menyampaikan bahwa Kementrian Riset dan Teknologi jangan sampai hanya menjadi kementrian seremonial dan menghabiskan APBN karena selama ini hanya bisa menjadi departemen cost center, belum terlihat apa kontribusinya selama ini? Mustinya menristek harus bisa menciptakan produk atau temuan yang bisa memberi pemasukan negara. Misalnya produk-produk sistem perpajakan yang berbasis IT sehingga mensupport negara dalam meningkatkan pendapatan dari sektor pajak. Jadi selama menjadi anggota DPR, saya sebagai praktisi manajemen yang sudah bertahun-tahun saya melihat adanya tata kelola kebijakan yang tidak maksimal bahkan cenderung tersandera oleh kepentingan-kepentingan sehingga merugikan masyarakat.

 

Lalu apakah ini yang melatari anda maju kembali sebagai caleg?

 

Ya, Selain saya baru baru di tahun 2012 – 2014 di Parlemen, saya juga ingin ikut menjadi bagian dari upaya transformasi bangsa ke arah yang lebih baik yang diperjuangkan Partai Gerindra. Saya ingin menjadi bagian dari gerbong perubahan itu. Masyarakat pun harus tahu bahwa untuk bisa menjadi bagian dari perubahan itu tidak hanya dengan berkoar-koar, tapi ikut terjun langsung. Apabila Partai Gerindra diberi kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk berkuasa di negeri ini, saya harap dari program aksi yang diusung Partai Gerindra bisa mengakomodir kepentingan bangsa. Saya ingin ikut melihat perubahan dan menjadi bagian dari itu. Hakikat dasarnyanya, saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak di negeri ini.

 

Lalu apa visi dan misi anda?

 

Kalau visi sebagai seorang yang beragama, karena saya seorang muslim, saya ingat sekali pesan Rasulullah, bahwa orang yang paling baik adalah orang yang bermanfaat untuk banyak orang. Selain itu saya juga betul-betul bisa mempertanggungjawabkan sisa umur saya di hadapan Tuhan. Sementara misi saya adalah pada prinsipnya saya ingin ikut memberikan masukan-masukan dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan untuk setiap program dan anggaran negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Intinya membawa mengawal transformasi negara yang selama ini tersandera menjadi bebas tanpa kendala.

 

Kenapa Anda pilih dapil Jawa Barat 5?

 

Jawa Barat 5 adalah dapil tanah kelahiran saya. Leluhur saya di sana semua. Selama menjadi anggota dewan membuat saya terbelalak bahwa selama ini ada dana di program DPR untuk masyarakat seperti bantuan-bantuan sosial, bantuan infrastruktur, dana aspirasi dan sosialisasi empat pilar bangsa. Dimana selama hidup di lingkungan saya yang menjalankan kegiatan itu membuat masyarakat kaget, bahwa kegiatan seperti itu ada dananya. Lalu selama ini kemana anggarannya? Nah kalau hal itu bisa memberikan kontribusi kepada daerah pemilihan, maka saya pun memanfaatkan hal itu untuk kesejahteraan masyarakat. Jangankan ada anggarannya, sebagai putera daerah, saya bertanggungjawab untuk berbuat sesuatu memajukan dan membangun masyarakat. Atas dasar itu pula saya akhirnya memilih kembali ke dapil yang sama seperti tahun 2014 lalu.

 

Apa saja yang sudah Anda lakukan di dapil V?

 

Sebagai salah satu penggerak partai Gerindra, saya wajib melakukan kordinasi dengan struktural saya juga melakukan komunikasi dengan anggota dewan yang ada di kabupaten dan provinsi untuk bersinergi dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai anggota. Saya sampaikan bahwa sebagai refresentasi dari partai tentu harus bisa memberikan kontribusi tidak saja kepada masyarakat, tapi juga harus bisa menangani masalah-masalah yang timbul dalam struktur partai. Kemudian karena ekspektasi masyarakat begitu besar terhadap duduknya saya sebagai salah satu pengurus partai, saya membuat HMS Center (Haji Mulyadi Syurdi) tapi di lapangan lebih dikenal dengan HMS Strategic. Kita buat organisasinya, programnya dan anggarannya.

 

Dari proposal yang masuk alhamdulillah selama ini kita bisa mengakomodir berbagai keinginan masyarakat di bidang sosial, keagamaan, dam pemuda. Selama ini kita membina para penghapal Alquran, menggelar tablig akbar rutin bersama KH Arifin Ilham. Festival musik untuk memberikan saluran-saluran bakat anak muda supaya kegiatan mereka positif. Memberikan bantuan bagi korban bencana, bantuan renovasi rumah tidak layak huni. Alhamdulillah proposal yang sudah masuk hampir 90 persen kita akomodir.

 

Selain itu kita juga lagi berjuang mengakomodasi keinginan masyarakat yang selama ini belum tersaluri listrik. Begitu juga permohonan masyarakat puncak, yang mengadukan selama ini terganggu dengan keberadaan vila-vila di sana. Saya sampaikan kepada Menteri LH, bahwa kalau Jakarta banjir selalu dibilang kiriman dari Bogor, padahal itu sebenarnya air pulang, dimana setiap akhir pekan, warga Jakarta pemilik vila berduyun-duyun ke puncak lalu buang air disana sehingga suatu saat air itu pulang lagi ke Jakarta.

 

Program apa saja yang Anda tawarkan?

 

Tentunya program yang saya tawarkan adalah terkait isu-isu daerah yang selama ini belum maksimal dirasakan oleh masyarakat, seperti layanan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Saya berharap bisa mengawal kebijakan anggaran negara dan akan saya arahkan ke dapil saya. Disamping itu, saya juga sudah membangun komunikasi dengan kepala daerah, untuk lebih memberikan prioritas lebih dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Karena dapil ini tidak jauh dari ibukota tentu menjadi barometer nasional dalam hal pelayanan dan pembangunan, mestinya pendidikan, kesehatan dan infrastruktur pun tidak boleh timpang.

 

Menurut Anda seperti apa karakter pemilih dapil Jabar V?

 

Karena saya awalnya bukan orang politik, jadi ketika terjun langsung terasa kaget juga menghadapi kenyataan di lapangan apalagi dengan adanya pasukan tak gentar membela yang bayar. Disamping ada yang idealis tentunya ada juga yang pragmatis, setiap daerah berbeda-beda. Ada yang sudah militan, ada yang masih harus diyakinkan dan ada pula yang tidak bisa diarahkan.

 

Lalu bagaimana Anda mengantisipasi kelompok pemilih pragmatis?

 

Saya pikir tinggal edukasi memberikan pemahaman yang baik, bahwa apa yang mereka putuskan bukan saja akan berpengaruh pada kehidupan mereka ke depan tapi bagi anak cucu mereka. Kalau pragmatis masih tetap dipertahankan, maka bukan saja mereka yang rugi tapi anak cucu mereka. Mereka mestinya tidak boleh lagi menyia-nyiakan hak pilih mereka hanya untuk sejumlah uang tapi harus dipertanggungjawabkan. Alhamdulillah di dapil saya ini masyarakat memperyai saya namun bagi saya itu adalah suatu amanah yang harus saya pertanggungjawabkan dunia dan akhirat.

 

Menurut Anda seperti apa Partai Gerindra di dapil Jabar 5?

 

Karena kapasitas saya sebagai kader, saya hanya bisa menyarankan bahwa harus diperkuat tentang tujuan dari keberadaan Partai Gerindra sebagai sarana perjuangan masyarakat untuk menjadi sejahtera. Untuk itu harus ada roadmap yang jelas. Saya juga tidak dalam kapasitas yang menilai keberadaan partai, tapi saya hanya bisa memberikan rekomendasi, bahwa partai ini bisa menjadi besar, selama orang-orang yang terlibat dalam partai ini berjiwa besar dan profesional.

 

Apa pesan dan harapan Anda ?

 

Tidak hanya ke pemilih tapi kepada para caleg yang satu partai, bahwa luruskan niat, kalau sudah lurus untuk berjuang di partai ini dengan baik. Jangan jadikan jabatan di dewan itu sebagai tujuan. Kalau jadi tujuan saya yakin pasti akan stres. Mau jadi sudah stres, pada saat jadi tambah stres dan mau lepasnya juga stres. Kalau mau jadi harus mengeluarkan banyak biaya, pada saat jadi mereka stres untuk mengembalikan apa yang dikeluarkan, dan pada saat mau lepas juga pasti stres karena seakan merasa kehilangan. Kepada masyarakat dan pemilih lainnya, saya ucapkan terima kasih atas hak suara yang sudah diberikan.

 

 

 

 

Editor : Refer