Begitu Nikmatnya Merasakan Eksotisme Kopi Nusantara

 

BOGORUPDATE.COM – Soal eksotisme kopi Indonesia, memang tidak akan pernah selesai untuk dibahas. Cita rasa kopi Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang bahkan aromanya sudah sampai kepada para pecinta kopi di berbagai belahan dunia. Sebut saja kopi gayo, flores dan toraja yang namanya harum di mancanegara.

 

Keunikan itu yang ingin dibagikan kepada warga Institut Pertanian Bogor (IPB) agar lebih mengenal karakteristik dan cita rasa kopi dari berbagai penjuru nusantara melalui kegiatan Fun Cupping yang diiniasi oleh Direktorat Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan IPB pada Jum’at (12/4/19) di Botani Kopi Nusantara, Kampus IPB Dramaga, Bogor.

 

Kegiatan ini mengundang Muhammad Eka Pramudita, Co-Founder Kemenadi. Alumni Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB ini menyebutkan bahwa kopi dari setiap daerah di Indonesia punya keunikan cita rasa yang berbeda satu sama lain. Kadang, meski variretasnya sama, sama-sama arabika misalnya, tetap saja ada perbedaan rasa.

 

“Ada banyak faktor yang menyebabkan perbedaan karakteristik cita rasa kopi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Salah satunya adalah faktor alam tempat dimana kopi dibudidayakan. Selain itu, proses pasca panen juga bisa mempengaruhi cita rasa kopi,” ujarnya.

 

Di Fun Cupping episode perdana ini, Eka menantang peserta untuk menebak jenis kopi yang disajikannya. Salah satunya kopi kerinci, yang berasal dari Jambi dan kopi asli Bogor yang ia kembangkan bersama petani kopi.

 

“Setelah menuangkan air, kita tunggu sekitar empat menit, bisa menggunakan stopwatch. Lalu kita lakukan breaking dengan cara mendorong bagian atas kopi dengan sendok sambil dihirup aromanya. Saat mencicipi kopi itu harus diseruput dengan cepat, supaya rasanya menyebar maksimal ke setiap bagian lidah kita,” ujar Eka.

 

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan IPB, Prof. Erika Budiarti Laconi mengapresiasi kegiatan ini dan berharap agar warga IPB tidak hanya tahu nikmatnya kopi Indonesia tapi juga bisa belajar semua hal tentang kopi.

 

“Kita ingin mereka tidak hanya sekedar menikmati kopinya, tapi juga bisa belajar memahami proses dari awal penentuan benih kopi sampai bisa tersaji dalam secangkir kopi di atas meja. Semua itu ada ilmunya, dan ilmu itu ada di IPB,” ujar Prof. Erika.

 

Prof. Erika menyebutkan, IPB telah memberikan fasilitas kepada warga IPB untuk belajar mengenai kopi ini dengan berbagai program pelatihan, sehingga darinya bisa lahir para barista handal. Prof. Erika juga meyakini dengan dilakukan secara kontinu, program ini bisa mendorong lahirnya wirausaha sehingga bisa memberikan peluang lapangan kerja bagi masyarakat. “Ini sesuai visi IPB untuk melahirkan lulusan techno-sociopreneur. (Rz/Zul)

 

 

 

 

 

Editor : Refer
Sumber: Humas IPB

Leave a Reply

Your email address will not be published.