Tanggapan Aktivis HMI Terhadap Film “Sexy Killers”

Foto Akhmad Nursyeha, aktivis HMI Universitas Pakuan

 

BOGORUPDATE.COM – Film Sexy Killers menarik minat para millennial untuk menontonnya. Seperti terlihat dari media Youtube yang sudah hampir mendekati angka 6 juta penonton dalam waktu 2 hari saja, Selasa (16/4/2019).

 

Sexy Killers merupakan film dokumenter dari Ekspedisi Indonesia Biru yang dilakukan videografer Dandhy Dwi Laksono dan Suparta Arz dan didukung oleh Watchdoc salah satu akun youtube yang menayangkan sebuah film dokumenter. Ekspedisi Indonesia Biru merupakan ekspedisi keliling Indonesia menempuh perjalanan beribu kilo meter mengendarai sepeda motor dan bertemu dengan beberapa sumber dari masyarakat setempat.

 

Sorotan utama Sexy Killers adalah kepada beberapa industri pertambangan batu bara yang menguak para pemimpin perusahan tersebut yang merupakan tokoh-tokoh politik di Indonesia. Selain itu, kisah yang diangkat juga meliputi perusahaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia yang juga ada kaitannya dengan hal tersebut.

 

Sexy Killers menyajikan bagaimana dampak industri pertambangan batu bara terbesar itu bagi masyarakat dan lingkungan, juga menyuguhkan bagaimana pengaruh industri dalam pemerintahan, aparat keamanan, hingga kalangan media. Juga terhadap masyarakat sebagai pengguna listrik di seluruh Indonesia.

 

“Setelah saya melihat trailer film Sexy Killers saya begitu berhasrat ingin segera menonton full film dokumenter tersebut. Diawali dengan tayangan-tayangan alam yang epik dan dibaluti dengan haru biru masyarakat setempat yang menjadi dampak dari lingkungan sekitar.” Ujar Akhmad Nursyeha seorang aktivis HMI Universitas Pakuan.

 

Film ini juga melihat bagaimana dukungan lembaga-lembaga aktivis pecinta lingkungan dan alam dalam mendukung serta membantu masyarakat dengan aksi damai. Di dalam film ini juga menguak siapa saja yang sesungguhnya paling diuntungkan.

 

“Ini merupakan himbauan bagi para millennials di Indonesia bahwa teman-teman kita di luar sana masih berjuang dalam menjaga lingkungan serta alam, saya begitu prihatin sekali melihat kondisi lingkungan dan alam Indonesia begitu rusak karena kita sendiri. Film ini memberikan kepada kita gambaran bahwa energi itu sangat penting bagi masyarakat, akan tetapi kita juga harus sadar bahwa dibalik energi yang kita pakai sehari-hari itu memberikan dampak lingkuangan bagi saudara-saudara kita di sana.” Tangkas seorang mahasiswa sekaligus Sekjend dari Serikat Pemuda dan Mahasiswa Bogor (SPMB).

 

Dalam memproduksi film dokumenter ini, tim Ekspedisi Biru yang terdiri dari 2 jurnalis dibantu oleh 14 videografer dari berbagai daerah untuk mengumpulkan cerita di lapangan dan berkeliling Indonesia selama 1 tahun. (Cek)

 

 

 

 

Editor : Refer

Leave a Reply

Your email address will not be published.