Oknum Guru Olahraga SMKN di Kota Bogor, Hardik Wartawan

Irianto SH, MH, ketua Forum gabungan Wartawan dan LSM Gema Media Center Bogor (GMCB)

 

BOGORUPDATE.COM – Kejadian intimidasi kembali terulang disekolah SMKN dibilangan Bogor Selatan, Selasa (12/3/19). Saat insan pers menjalankan Tupoksi konfirmasi dengan kepala sekolah yang sebelumnya meminta wartawan untuk menemuinya via Whatsapp hal pertanyaan seputar kegiatan pembangunan disekolah tersebut.

 

Kejadian bermula ketika pukul 10.12 WIB, media ini memasuki sekolah terlebih dahulu meminta ijin piket dan menulis buku tamu, entah karena apa sekonyong – konyong datang guru yang belakangan diketahui mengajar olahraga, menghardik wartawan tanpa bahasa yang sopan layaknya seorang guru berpendidikan. “Mau apa datang kesini!, kebetulan sekarang saya tidak ada jam mengajar, ayo kita ketemu diluar” ujar guru tersebut yang disaksikan tiga orang staf yang kebetulan berada diruang depan saat itu.

 

Entah faktor apa, guru tersebut berperilaku preman layaknya berada dipasar dan jalanan. Hingga pertanyaan besar muncul apa psikologi dan parameter tenaga guru disekolah ini benar sesuai kompetensi dasar atau memang ada hal mendasar yang perlu dievaluasi Dinas propinsi Jabar, melalui KCD (Kantor Cabang Dinas), wilayah 2, yang dikepalai Dadang.

 

Menyikapi hal ini, Irianto SH, MH, ketua Forum gabungan Wartawan dan LSM Gema Media Center Bogor (GMCB) sangat menyayangkan perilaku guru tersebut.

 

“Atas insiden ini, saya sangat menyayangkan sekali dan meminta kepsek dan KCD menanggapi serius hingga perlindungan hukum atas undang – undang pers tidak diingkari tapi ditaati. Ini sangat miris, dilingkungan pendidikan sendiri yang notabene guru masih terjadi tindakan intimidasi dan menghambat tugas wartawan. Apa penanaman karakter kurikulum pendidikan seperti ini akan berhasil mendidik siswa. Ini perlu ketegasan kepala sekolah dan KCD kalau perlu kita akan laporkan pihak Dinas Pendidikan Jawa Barat. Sekolah itu berwawasan Wiyata Mandala sebagai lingkungan mendidik siswa tumbuh cerdas dan berprilaku mulia. Nah, kalau guru seperti ini entah bagaimana jiwa dan karakter yang ditanamkan pada siswa,” ujar Irianto, Rabu (13/3/19).

 

Ditambahkan dia, bahwa media atau wartawan memiliki payung hukum yang jelas.

 

“Payung hukum profesi Jurnalis atau wartawan jelas dan kuat berketetapan hukum mengikat. Artinya orang dan siapa saja yang menghambat dan menghalangi tugas Pers ada Delik Lex Spesilis, sanski hukum bagi pelakunya. Coba lihat pasal 4 ayat 2 dan 3, undang – undang Pers No.40 tahun 1999, Barang siapa yang dengan sengaja menghambat dan menghalang – halangi tugas wartawan dikenakan sanski penjara dua tahun dan atau denda Rp.500 juta rupiah. Jadi saat kepala sekolah disana dan KCD tidak menanggapi ada pasal umum ketentuan pidana, yakni pembiaran, tentu bisa saja kejadian itu atas arahan atau diketahui kepala sekolah itu,” jelas Irianto. (Agusbagja)

 

 

 

 

 

Editor : Refer

Leave a Reply

Your email address will not be published.