Lurah Cisarua Minta Pemerintah Pusat Ungkap Sindikat Imigran Gelap

Lurah Cisarua, kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, Endang Somantri

 

BOGORUPDATE.COM – Saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Senin (11/3/19) Lurah Cisarua, kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, Endang Somantri membuka informasi yang valid soal dampak dan keberadaan imigran asal daerah konflik yang sudah belasan bahkan puluan tahun sejak adanya kejadian perang teluk Timur Tengah dan Suriah tahun 90″ an. Warga negara Asal Afganistan dan negara – negara disekitar konflik itu yang difasilitasi PBB awalnya UNHCR dan IOM menempatkan daerah puncak sebagai tempat transit. Alih-alih imigran berstatus swaka itu ternyata ada pihak tertentu menjadikan ini berkembang lambat laun hingga modus ini ternyata dijadikan komoditas bisnis oleh pihak tertentu dalam jaringan berskala internasional dengan sokongan dana yang fantastik.

 

“Saya sudah 15 tahun menjadi kepala desa masalah ini tentu sudah berlangsung lama dan seperti telah berakar kuat. Mereka Imigran tentu membawa dampak positif dan negatif. Positifnya tentu ada akulturasi transfer pengetahuan dan ekonomi, dimana ada saling ketergantungan antara pemilik kontrakan atau villa dengan mereka, dimana mereka menyewa rumah yang disewakan penduduk Puncak. Sisi atau dampak negatif imigran pun mulai dirasakan seperti adanya kebutuhan biologis mereka juga sebagai manusia normal dalam pergaulan dengan warga setempat, yang akhirnya terasa ketika ada kejadian pernikahan yang melahirkan seorang anak dan adanya imgran wanita menjadi wanita panggilan Bahkan pernah ada informasi perbuatan amoral pada istri warga setempat oleh oknum imgran yang akhirnya berlaku hukum adat” ujarnya.

 

Diminta solusi atas keberadaan imigran ini, Endang Somantri yang asli penduduk Puncak itu meminta pemerintah pusat turun tangan terutama Imigrasi untuk mengawasi bahkan memutus rantai sindikasi dibalik modus suaka para imigran ini. Jangan sampai makin lama data imigran ini terus bertambah bahkan tidak pernah di deportasi sesuai dengan tujuan awal bahwa Puncak hanya tempat transit bukan negara tujuan mereka. Agus Subagja

 

 

 

 

 

Editor : Refer

Leave a Reply

Your email address will not be published.