Proyek SPAM Katulampa Tak Pasang Plang, LPKP :  Pembangunan Siluman

 

BOGORUPDATE.COM – Dianggap kurangnya kontrol pelaksanaan pekerjaan pembangunan yang dilakukan pemenang tender,  sehingga banyak proyek dikerjakan asal jadi. Seperti halnya proyek SPAM Katulampa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, berupa pemasangan Pipa HDPE dijembatan Cibanon RT02 RW 02, Desa Cibanon, Kecamatan Sukaraja, terlihat rentan longsor dimana jarak pasang pipa dengan batas bibir jembatan berjarak hanya tujuh meter.

 

Hal ini tentu perlu dicermati pelaksana proyek tersebut, hingga perhitungan kondisi curah hujan yang tinggi dan spek kedalaman galian perlu pengawasan ekstra ketat pihak PDAM Tirta Pakuan. Warga disana yang diminta tanggapan merasa terganggu dan harus hati- hati saat melewati jembatan ini sejak ada proyek itu jalan menjadi sempit.

 

“Saya sekarang hati-hati kalau lewat jembatan ini karena sempit ada pipa disisi jembatan dan dikirinya ada galian yang bisa mengakibatkan kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas jembatan di area Proyek SPAM,” keluh pengguna jalan yang tidak mau disebutkan namanya saat melewati jembatan, Jumat (08/03/2019) Sore.

 

Dalam hal ini, Direktur eksekutif Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Rahmatullah menyayangkan jika ada proyek yang menggunakan uang negara namun dikeluhkan masyarakat. Apalgi tidak adanya papan plang proyek. Seharus nya dalam setiap pembangunan itu harus transparan, jangan ada yang di sembunyikan.

 

“Apalagi pembangunannya pake uang APBD. Jadi harus terbuka dan papan plang proyek harus di pasang dari awal sampai akhir pembangunan. Agar masyarakat tau ada pembangunan apa dan oleh siapa. Serta masyarakat dapat mengawasi, ” ujarnya via Whatsapp, Jumat (18/03/2019) malam.

 

Ia menambahkan, dengan adanya plang papan proyek itu, masyarakat bisa mengetahui dari kapan dan bernilai berapa, masyarakat dapat mengontrol dan mengawasi pembangunan tersebut.

 

“Jangan sampai pembangunan ini kami nilai pembangunan siluman. Karna sembunyi-sembunyi dan mengundang banyak pertanyaan bagi kami,” imbuh Along panggilan akrabnya.

 

Sementara itu pihak Direksi memberikan informasi hal kegiatan tersebut bahwa proyek itu dilaksanakan untuk peningkatan pelayananan PDAM Kota Bogor dalam pelayanan K3  yakni kuantitas , kualitas , kontinuitas .” Ini dilaksanakan dalam kaitan SPAM dan untuk peningkatan pelayanan pelanggan dari aspek K3 (Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas),” tulisnya Via Whatsapp. (agus/Rie)

 

Editor :Refer

Relawan BARJAB Mengaku Dintimidasi Oknum Partai

    Postingan Akun Facebook “S” pasca diduga melakukan Intimidasi dan merampas barang-barang Relawan BARJAB saat melakukan sosialosasi door to door di Desa Jampang, kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Kamis (07/03/2019).

BOGORUPDATE.COM- Relawan pembawa pesan Baraya Jokowi-Amin Bogor (BARJAB) mengaku diintimidasi dan dirampas barang-barangnya oleh oknum saat melakukan sosialisasi door to door di Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Kamis (7/3/2019).

 

Salah satu relawan BARJAB yang tidak ingin disebutkan namanya menuturkan kronologis dugaan intimidasi disertai perampasan, bermula saat Relawan BARJAB mensosialisasikan kinerja Pasangan Calon (Paslon) nomor 01, Jokowi–Amin dengan metode door to door.

 

“Tiba-tiba ada oknum yang tidak terima, dan langsung merampas semua paket berisi tabloid tentang kinerja dan prestasi Jokowi yang digunakan sosialisasi,” ujarnya kemarin.

 

Ia menambahkan, Oknum tersebut merampas dan membuang paket ke tempat sampah, mengatasnamakan dirinya dan warganya, yang kemudian di upload ke akun media sosial. Diduga, intimidasi dan perampasan tersebut dilakukan oleh oknum salah satu Partai pendukung Paslon nomor 02, Prabowo-Sandi.

 

“Saat sosialisasi di desa jampang kecamatan Kemang dapil 6, ada kader gerindra yang dikunjungi tim pembawa pesan, mereka tak terima dengan adanya paket tersebut dan langsung menyita paket atas nama dia dan warganya, langsung di buang dan di posting ke Facebook dengan akun bernama “Saptadji,” ungkap Relawan.

 

Menurutnya, saat itu hampir terjadi kericuhan, namun dengan sigap Koordinator Kecamatan (Korcam) BARJAB Kemang langsung mengendalikan situasi dengan menarik mundur para relawan.

 

“Semua anggota dan pembawa pesan di Desa Jampang, Kecamatan Kemang di tarik, langsung diamankan oleh Korcam,” terangnya.

 

Editor : Refer