Tiga Hari Toupikurahman Tak Kunjung Pulang

 

Siswa Madrasah Tsanawiah Toupikurahman yang tak kunjung pulang ke rumah semenjak Selasa (26/02/2019).                                                                                                                                                             Cileungsi- Hari ini merupakan hari ketiga dimana seorang anak bernama Toupikurahman yang akrab Opik (13) yang bersekolah di Madrasah Tsanawiah kelas satu tidak kunjung pulang. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan bapak Latif dan ibu Eni ini sebelumnya tidak pernah menitipkan pesan atau cerita mau pergi kemana kepada ayah dan ibunya.

 

Latif menceritakan kronologis sebelum kepergian opik, bahwa kepergian anaknya tanpa pesan apa-apa, cuma sebelum Opik meninggalkan rumah dia perhatikan anaknya tersebut banyak melamun.

 

“Disaat bantu saya pun saya perhatikan adanya sesuatu yang dia pendam namun sepertinya ia tak berani menyampaikan kepada saya atau ibu nya,” ujar Latif kepada awak media dikediamannya di Kampung Dayeuh RT01/RW01 Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kemarin.

 

“Saya juga sudah berupaya mencari ke semua tempat saudara maupun ke kerabat Opik lainnya untuk menanyakan keberadaan anak saya kepada teman sebaya hingga ke teman sekelas dimana Opik bersekolah. Teman dia banyak yang menyampaikan bahwa Opik beberapa bulan terahir banyak melamun setiap ditanyakan teman sekelasnya, dan kata temannya Opik menjawab katanya mau kerja bantu bapanya,” ungkapnya.

 

Menurut Latif, memang benar karena beberapa bulan yang lalu anaknya itu sampai satu minggu tak mau masuk sekolah. “Karena pendidikan itu sangat penting, maka waktu itu saya paksa dan saya antar kan ia ke halaman sekolah,” katanya.

 

“Saya belum melaporkan hal ini ke pihak kepolisian karena saya kalut, selama tiga hari ini saya dibantu seluruh kerabat juga keluarga mencari dengan menggunakan media handphon dari grup, juga keliling ke tempat-tempat yang bisa saya jangkau,” tuturnya.

 

Esoknya, kata Larif, dirinya baru akan meminta bantuan ke aparat setempat untuk mendamping saya melaporkan ke pihak polsek supaya ada upaya lain untuk bisa menemukan anaknya.

 

“Jika ada yang melihat anak saya dengan ciri-ciri rambut ikal, kulit sawo matang, menggunakan celana panjang hitam, baju batik seragam sekolah, tas gemblok warna ungu dan sepatu sekolah. Sedianya dapat membawa anak saya dan mengantarkan ke alamat rumah kami di kp Dayeuh, atau bisa hubungi via seluler ke nomor 085719757109, 08314934748, 081399090633, atau bisa langsung antarkan ke pihak kepolisian terdekat,” tukasnya.

 

Ditempat yang sama, tetangga korban bernama Jali, mengungkapkan dirinya saat hendak berangkat kerja terakhir pernah melihat Opik kumpul di pinggir jalan dengan tiga orang temannya yang menggunakan seragam yang sama pada hari Selasa (26/2/2019) pukul 7.30 wib. (Cek)

 

 

Editor : Refer

Leave a Reply

Your email address will not be published.