Infak Harian Rp 500, Mts Darus Salam Wujudkan Gedung 3 Lantai

 

Bogorupdate.com – Konsep penanaman karakter siswa didik disekolah madrasah Kota Bogor sangat fenomenal. Dimana siswa didik dapat memahami arti sodakoh dan infak harian yang mereka berikan perhari menjadi wujud amal solih.

 

Kepsek Mts Darus Salam Ijan Sujana, menuturkan bahwa hingga amal jariyah berupa fisik gedung 3 lantai ini akan bermanfaat bagi pendidikan dan menjadi ladang amal dunya dan akherat.

 

“Peran dukungan orang tua dan yayasaan serta siswa didik kami akhirnya dalam jangka waktu kurang 8 bulan gedung ini terwujud,” tuturnya kepada Bogorupdate com, Jumat (01/03/2019).

 

Menurutnya, ini bukti yang kami rasakan sebagai model pembelajaran nyata penanaman karakter siswa alam kontek amala soleh dan amal jariyah,mereka kami motifasi rutin sedakoh dan infak Rp 500.

 

“Ini berhasil ditanamkan di sekolah Mts Darus Salam,ini hendaknya menjadi motivasi bagi lingkup lembaga pedidikan lainnya,”terang Ijan.

 

Lanjutnya, bantuan tidak mengikat dari pihak donasi maupun bantuan guru 2,5 persen dari penghasilan. Kalau ditaksir total investasi gedung ini senilai Rp 660 juta-an.

 

“Nantinya lantai 3 tidak diberi mebeleur namun untuk aktifitas kegiatan siswa seperti, meeting dan ruang serba guna. (Agusbagja)

 

 

 

 

Editor : Refer

Tiga Hari Toupikurahman Tak Kunjung Pulang

 

Siswa Madrasah Tsanawiah Toupikurahman yang tak kunjung pulang ke rumah semenjak Selasa (26/02/2019).                                                                                                                                                             Cileungsi- Hari ini merupakan hari ketiga dimana seorang anak bernama Toupikurahman yang akrab Opik (13) yang bersekolah di Madrasah Tsanawiah kelas satu tidak kunjung pulang. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan bapak Latif dan ibu Eni ini sebelumnya tidak pernah menitipkan pesan atau cerita mau pergi kemana kepada ayah dan ibunya.

 

Latif menceritakan kronologis sebelum kepergian opik, bahwa kepergian anaknya tanpa pesan apa-apa, cuma sebelum Opik meninggalkan rumah dia perhatikan anaknya tersebut banyak melamun.

 

“Disaat bantu saya pun saya perhatikan adanya sesuatu yang dia pendam namun sepertinya ia tak berani menyampaikan kepada saya atau ibu nya,” ujar Latif kepada awak media dikediamannya di Kampung Dayeuh RT01/RW01 Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kemarin.

 

“Saya juga sudah berupaya mencari ke semua tempat saudara maupun ke kerabat Opik lainnya untuk menanyakan keberadaan anak saya kepada teman sebaya hingga ke teman sekelas dimana Opik bersekolah. Teman dia banyak yang menyampaikan bahwa Opik beberapa bulan terahir banyak melamun setiap ditanyakan teman sekelasnya, dan kata temannya Opik menjawab katanya mau kerja bantu bapanya,” ungkapnya.

 

Menurut Latif, memang benar karena beberapa bulan yang lalu anaknya itu sampai satu minggu tak mau masuk sekolah. “Karena pendidikan itu sangat penting, maka waktu itu saya paksa dan saya antar kan ia ke halaman sekolah,” katanya.

 

“Saya belum melaporkan hal ini ke pihak kepolisian karena saya kalut, selama tiga hari ini saya dibantu seluruh kerabat juga keluarga mencari dengan menggunakan media handphon dari grup, juga keliling ke tempat-tempat yang bisa saya jangkau,” tuturnya.

 

Esoknya, kata Larif, dirinya baru akan meminta bantuan ke aparat setempat untuk mendamping saya melaporkan ke pihak polsek supaya ada upaya lain untuk bisa menemukan anaknya.

 

“Jika ada yang melihat anak saya dengan ciri-ciri rambut ikal, kulit sawo matang, menggunakan celana panjang hitam, baju batik seragam sekolah, tas gemblok warna ungu dan sepatu sekolah. Sedianya dapat membawa anak saya dan mengantarkan ke alamat rumah kami di kp Dayeuh, atau bisa hubungi via seluler ke nomor 085719757109, 08314934748, 081399090633, atau bisa langsung antarkan ke pihak kepolisian terdekat,” tukasnya.

 

Ditempat yang sama, tetangga korban bernama Jali, mengungkapkan dirinya saat hendak berangkat kerja terakhir pernah melihat Opik kumpul di pinggir jalan dengan tiga orang temannya yang menggunakan seragam yang sama pada hari Selasa (26/2/2019) pukul 7.30 wib. (Cek)

 

 

Editor : Refer

Disdik Kabupaten Bogor Bina Kemampuan Tata Keloka 40 Penilik

Kabid Pembinaan Asep saat memberikan keterangan kepada rekan media disela-sela kegiatan Pembinaan kepada 40 Penilik, di Hotel Cahaya Purnama, Cipayung, Kemarin.

Bogorupdate.com – Sebanyak 40 orang penilik sekolah dilingkup bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTP) TK, SD dan SMP di Hotel Cahaya Purnama, Cipayung, beberapa waktu yang lalu.

 

Kepala Bidang (Kabid) pembinaan Asep mengtakan, kegiatan ini berlangsung tiga hari dan dimulai pada Selasa kemarin dan dipadatkan materinya. Para peserta mendapatkan pembinaan dari nara sumber Disdik kabupaten Bogor dan Disdik Propinsi Jabar.

 

” Kebutuhan tenaga penilik saat ini di Kabupaten Bogor sangat urgent dan mendesak dimana hampir 30 hingga 40 orang akan menghadapi masa pensiun, tentu dengan kegiatan ini kadersasi organiasi mutlak dilakukan,” ujarnya kepada Bogorupdate.com disela-sela kegiatan, kemarin.

 

Ia menambahkan, memang kenyataan kesejahteraan mereka berupa tunjangan bulanan baru Rp 2 juta. Ini tentu harus diperjungkan maka dirinya siap melakukan upaya dan langkah stategis dengan beberapa pihak.

 

“Saya sangat mendukung Bupati dan Wabup Bogor dengan ide dan gagasan percepatan pembangunan terutama sektor pendidikan dan kesehatan karena menurut dia ini dua layanan vital dan pokok pemerintahan,” imbuh Asep.

 

Sementara Kadisdik Tb Lutfie Syam via Whatsapp mengatakan, kegiatan diundur karena pada Selasa kemarin ada kegiatan yang sama jadwalnya dengan UNICEF di hotel yang berbeda. (Agus)

 

 

Editor : Refer