Polemik Hoax, Ketua BARJAB Angkat Bicara

 

BOGOR, (BogorUpdate) – Ketua Baraya Jokowi-Amin Bogor (BARJAB), Irfan Darajat angkat bicara sebagai “hak jawab” terkait pemberitaan di media massa, yang dinilai beberapa pihak telah menyudutkan kubu Prabowo.

 

Irfan Darajat menyatakan bahwa, tidak mungkin mengatakan seperti itu, karena tau aturan. Dirinya hanya menghimbau para relawan BARJAB mensosialisasikan ke masyarakat terkait adanya berita bohong atau hoax dari pihak pihak yang ingin menjatuhkan Paslon Jokowi-Amin.

 

“Saya menyatakan banyak berita bohong atau hoax beredar tentang Jokowi, sehingga menghimbau agar relawan melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk meluruskan, jadi tidak menyebut kubu manapun,” terang Irfan Darajat kepada Awak Media, Minggu (24/2/2019).

 

Sebelumnya, pada pemberitaan berjudul “Gencar Adakan Deklarasi, BARJAB Siap Berjuang Menangkan Paslon 01” di (23/02), tertulis “Ketua BARJAB Kabupaten Bogor Irfan Darajat mengatakan, banyak berita bohong atau hoax yang beredar tentang Jokowi yang dihembuskan kubu Prabowo untuk menjatuhkan Jokowi”.

 

Pemberitaan tersebut telah menjadi pembahasan di media sosial, dan menuai reaksi dari nitizen. Sebagian menganggap sebagai bentuk fitnah, dan sebagian mendukung langkah ketua BARJAB, Irfan Darajat.

 

Keterangan yang menuai polemik tersebut juga telah luruskan oleh Divisi Infokom BARJAB, Samsul Anam. Menurutnya, saat itu memang Irfan Darajat selaku ketua BARJAB tidak menyinggung kubu manapun.

 

“Saat BARJAB Dapil 1 Deklarasi di Jonggol tidak menyebut kubu manapun, hanya kesalahpahaman interpretasi saja,” ungkap mantan Aktivis HMI ini.

 

Karenanya, lanjut Anam, pihaknya telah melakukan pendalaman dan mengklarifikasi ke berbagai pihak, termasuk ke media massa yang bersangkutan.

 

“Divisi Infokom BARJAB telah mengklarifikasi ke awak media yang bersangkutan, hanya kesalahpahaman interpretasi saja. Kami harapkan semua pihak dapat menjaga kondusifitas menjelang Pilpres 2019,” harapnya. (Rie)

 

 

Editor : Refer

Leave a Reply

Your email address will not be published.