Klaim PDIP Ditepis, Kubu Prabowo : Jabar Masih Jadi Lumbung Suara Ketum Gerindra

JAKARTA – Pasangan Calon (Paslon) Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin terus memepet Jawa Barat Jabar. Pasangan nomor urut 01 ini ingin menguasai wilayah yang pada Pilpres 2014 menjadi lumbung suara Prabowo Subianto.

 

“Yang penting menang. Jangan sampai kalah, dulu kan Jabar kalah,” ungkap Ma’ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14//2/2019).

 

Jokowi-Ma’ruf menargetkan angka pemenangan di atas 50% untuk bisa menguasai Jabar. Hari ini pun Ma’ruf Amin tengah bersafari ke Cianjur untuk memperkuat perolehan suara pasangan nomor urut 01.

 

“Yang penting menang lah. Menangnya bisa 60-70. Yang penting menang,” ucapnya.

 

Jabar memang menarik perhatian di setiap kompetisi politik. Jumlah pemilihnya terbesar dibandingkan provinsi lain, lebih dari 32 juta pemilih.

 

Pada 2014, Prabowo berduet dengan Hatta Rajasa, menguasai perolehan suara di Jabar. Prabowo saat itu unggul dengan 59,78 persen atau memperoleh 14.167.381 suara.

 

Sedangkan Jokowi, yang saat itu berduet dengan Jusuf Kalla, hanya kebagian 9.530.315 suara atau 40,22 persen suara di Jabar. Total suara sah saat itu adalah 23.697.696 suara.

 

PDIP pun mengklaim Jabar kini sudah menjadi rumah bagi Jokowi. Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di Jabar sudah di atas Prabowo-Sandiaga Uno.

 

Bukan tanpa alasan klaim tersebut disampaikan. Itu lantaran kekuatan partai yang mendukung Jokowi saat ini lebih besar dibanding pada Pilpres 2014. Golkar dan PPP yang dulu mengusung Prabowo, kini disebut jadi kunci bagi Jokowi.

 

“2014 kan Golkar belum bergabung, kemudian PPP belum bergabung, apalagi sekarang ada figur Kiai Haji Ma’ruf Amin, sehingga kandang Pak Prabowo di Jawa Barat bergeser menjadi kandang Pak Jokowi dan Kiai Haji Ma’ruf Amin,” ucap Hasto di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/19).

 

Klaim PDIP ditepis kubu Prabowo. Mereka menegaskan Jabar masih menjadi lumbung suara Ketum Gerindra tersebut untuk Pilpres 2019. Tim sukses Prabowo-Sandiaga Uno pun memiliki sejumlah strategi agar provinsi strategis ini tidak jatuh ke kubu lawan.

 

“Jadi begini perlu diingat, kalau Pak Jokowi mau masuk Jawa Barat kita sudah menduduki. Jadi Insya allah kita tetap dengan kondisi yang ada kita tetap memperkuat dan kita tidak khawatir dengan upaya dari beliau (kubu 01),” ujar Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandiaga Jabar, Abdul Haris Bobihoe saat dihubungi, Selasa (12/2/19).

 

Dia mengungkapkan, semua partai koalisi pengusung Prabowo-Sandi di Jabar sudah menyiapkan berbagai langkah untuk mempertahankan kemenangan di provinsi dengan jumlah penduduk sekitar 45 juta orang. Mulai dari menerjunkan para caleg di masing-masing partai untuk ikut menyosialisasikan pasangan 02 kepada masyarakat secara door to door.

 

“Kita sudah solid, tetap melanjutkan kegiatan yang ada mempromosikan Prabowo dengan para caleg-caleg door to door saat ini sudah turun. Mengenalkan Pak Prabowo Subianto dan Bang Sandi kepada masyarakat,” ucap Abdul. (Rie)

 

 

Editor : Refer

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.