Cegah DBD, Kelurahan Sukaresmi Adakan PSN dan 3M Plus

KOTA BOGOR, BogorUpdate. Com – Setiap tahun, kejadian penyakit demam berdarah dengue (DBD) cenderung meningkat pada pertengahan musim penghujan sekitar bulan Januari, dan cenderung turun pada bulan Februari hingga ke penghujung tahun.

 

Dalam hal ini Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dr. Rubaeah melalui kepala UPTD puskesmas mekarwangi, dr. Ilham mengatakan, untuk menekan kasus DBD, peran serta masyarakat sangat diperlukan.

 

“Peran serta Kesadaran masyarakat dalam melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk akan menjadi keberhasilan Kota Bogor bebas DBD. PSN dengan konsep 3M plus merupakan hal yang preventif, murah, mudah dan cepat, PSN hanya membutuhkan waktu 1 jam saja dalam setiap Minggu,” ujarnya kepada BogorUpdate. Com, Sabtu (26/01/2019).

 

Dia menambahkan, pada hari ini Kelurahan Sukaresmi melaksanakan Giat Gerakan Serentak (Gertak) PSN dan 3M plus yang dihadiri dirinya, masyarakat, Ketua PKK, POKJA PKK, Babinkamtibmas, Babinsa, LPM, Kelurahan Siaga, Katana, Karang Taruna, DKM Al Istiqomah, MTs. Sirojul Munir Yayasan Al Munir, SD Kreativa, SMAN 2, Kader Jumantik, pengurus PKK, kader posyandu serta tokoh masyarakat dan Tokoh Agama.

 

“Kegiatan saat ini seperti pemberantasan jentik-jentik nyamuk DBD yang ada di seluruh RW 05, Kelurahan sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, dan setiap RT dibagi menjadi 4 tim yang di pandu oleh masing-masing ketua RT setempat ke setiap permukiman warga,” ungkap Ilham.

 

Lanjutnya, untuk mewaspadai dan mengantisipasi serangan penyakit DBD, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah.

 

“Program PSN dengan cara 3M Plus perlu dilakukan secara berkelanjutan khususnya pada musim penghujan seperti ini,” terang Ilham.

 

Sementara itu, menurut Lurah Kelurahan Sukaresmi Susantoh mengatakan, PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

 

“Saya menghimbau kepada Ketua RT/RW untuk turun ke lapangan mengorganisir warganya di wilayah RT/RW masing-masing untuk melaksanakan Gerakan PSN 3M Plus ini,” terangnya.

 

Lanjutnya, PSN 3M Plus sudah sejak Juni 2015 Kemenkes sudah mengenalkan program 1 rumah 1 kepada juru pemantau jentik (Jumantik) untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat DBD

 

“Masing-masing kelompok jumantik RT/RW mempersiapkan peralatan kebersihan dirumah masing-masing warganya seperti, sikat kamar mandi, kain pel, Spon, cangkul, karung, sabun cuci, sekop, sapu, serokan, ember, dan gayung,” tandas Susantoh.(Rie)

 

 

Editor : Refer