YPI Buka Suara Terkait 2 Finalis Putri Indonesia yang Terlibat Prostitusi Online

 

BogorUpdate.com – Yayasan Puteri Indonesia (YPI) buka suara mengenai pernyataan Kepolisian Daerah Jawa Timur bahwa dua finalis kontes kecantikan itu diduga terlibat dalam pelacuran daring.

 

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan, Jumat (11/1/19), mengungkapkan dua finalis Puteri Indonesia terlibat dalam 45 artis dan 100-an model yang dikendalikan germo ES dan TN.

 

Luki mengatakan mereka adalah finalis Puteri Indonesia pada 2016 dan 2017.

 

Mega Angkasa, Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Puteri Indonesia, mengunggah pernyataan resmi di akun Instagramnya, Sabtu (12/1/19).

 

Dia menulis Yayasan Puteri Indonesia (YPI) telah memecat Fatya Ginanjarsari, finalis Kalimantan Utara 2017 tahun lalu karena melanggar kontrak finalis Puteri Indonesia yaitu mengikuti ajang internasional tanpa izin YPI.

 

Sementara itu, finalis Jambi 2016, Maulia Lestari, disebut mulai hari ini bukan lagi bagian dari keluarga besar YPI. Kontraknya telah berakhir sejak Maret 2018.

 

Keduanya tidak diizinkan menggunakan atribut finalis Puteri Indonesia untuk kepentingan apa pun, tulis Mega.

 

“Atas hal-hal yang merugikan nama baik YPI, pihak YPI berhak untuk melakukan tindakan hukum terkait dengan pencemaran nama baik YPI,” tulis dia.

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi | Antara

Sambut HPN, Pokja Wartawan Kota Bogor Gelar Aksi Sosial dan Pertandingan Olahraga

 

BogorUpdate.com – Menyambut hari Pers Nasional (HPN) yang akan jatuh setiap tanggal 9 Februari, Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kota Bogor akan mengadakan berbagai kegiatan pertandingan Olahraga dan Aksi Sosial membersihkan sampah dan malam puncak kesenian.

 

Sekretaris Panitia Abdul Manan mengatakan, kegiatan dilaksanakan sebelum dan sesudah tanggal 9 Februari 2019, dan akan diakhiri dengan malam puncak HPN yang akan diisi dengan hiburan organ tunggal.

 

“Pokja Wartawan Kota Bogor segera mempersiapkan atlet-atlet futsal dan bulu tangkis untuk menghadapi para pemain dari berbagai Dinas dan BUMD di Kota Bogor,” ujarnya disela-sela kegiatan rapat menyambut HPN di Gedung Kemuning Gading, Jalan Kapten Muslihat No.21, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (12/01/2019).

 

Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan Kota Bogor Ahyar Matondang, S.IP menuturkan, perlombaan olahraga dan aksi sosial yang akan dilaksanakan adalah dalam rangka meningkatkan sinergitas antara para Wartawan Pokja Kota Bogor dengan aparat Pemkot Bogor dan masyarakat Kota Bogor.

 

“Dengan aksi Sosial kami membersihkan sampah diharapkan masyarakat akan lebih perduli dengan linkungan yang bersih, sedangkan pertandingan Olahraga dengan sesama Wartawan serta SKPD kota Bogor agar menciptakan kebersamaan dan silahturahmi yang baik,” tandasnya. (Rie)

 

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Angka Penceraian di Kota Bogor Menurun

 

BogorUpdate.com – Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku menerima laporan dari Pengadilan Agama (PA) bahwa tahun ini angka penceraian menurun sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya.

 

“Kemarin saya kaget ketemu Kepala Pengadilan Agama, bahwa angka penceraian turun 10 persenn, itu signifikan biasanya naik dari tahun ke tahun,” kata Bima usai nonton bareng di Botani Square, kemarin.

 

Diakui Bima, selaku kepala daerah dirinya biasa menanda tangani Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan mengajukan gugatan cerai ke PA. Dan selama setahun belakanngan jumlahnya memang tidak terlalu banyak.

 

“Saya kan Wali Kota biasanya menandatangani perceraian PNS, tahun ini turun mencapai 30 persen, biasanya setiap tahun ada 150 kadang 170, tahun ini turun, tapi tahun ini lebih sedikit,” ujarnya.

 

Namun ia mengaku, sejauh ini belum mengetahui apa faktor yang menyebabkan turunnya angka penceraian di Kota Bogor, apakah dampak dari Sekolah Ibu yang di gagas PKK atau faktor lain.

 

“Wallahualam, itu karena dampak sekolah ibu atau bukan, makanya besok saya akan ke pengadilan agama untuk membedah hal itu,” jelasnya.

 

Menyikapi keharmonisan keluarga, Suami Yane Adrian itu menuturkan,
yang dibutuhkan dalam sebuah rumah tangga itu adalah waktu kebersamaan bersama keluarga.

 

“Kalau melihat difilm tadi (keluarga cemara-red) ujung-ujungnya, yang kita cari, yang kita pertahankan dan kita perjuangkan itu adalah kebeasmaan bersama keluarga, harta apapun, rumah dimana pun tidak ada artinya jika kebersamaan itu tidak ada,” jelasnya.

 

Makanya lanjuta dia, dirinya merasa terpukul ketika ada peristiwa-peristiwa kekerasan terhadap anak, atau kekerasan rumah tangga.

 

“Seperti pembunuhan kemarin, itu kan perguatan biadab, mengganggu kenyamanan kita semua, ini adalah ikhtiar kita PR kita bersama dalam membangun ketahanan keluarga di Kota Bogor,” tambahnya.

 

Disinggung soal peran dan manfaat program sekolah ibu dalam mempertahankan keluarga, ia menegaskan program sekolah ibu harus paham betul konsepnya. Karena bukan hanya mencegah penceraian, tetapi sekolah ibu itu untuk membangun ketahanan keluarga pemberdayaan perempuan.

 

“Karena, kalau kita lihat persoalan penceraian bukan hanya bertumpu karena kesalahan perempuan, tetapi juga dikaum laki-laki,” tandasnya. (As)

 

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

LPKP Minta Disdik Tindak Tegas Sekolah Yang Gunakan LKS

 

BogorUpdate.com – Direktur eksekutif Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Rahmatullah, meminta sekolah negeri di Kabupaten Bogor tidak lagi menggunakan sistem pembelajaran dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS).

 

“Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor harus tegas melarang sekolah SD, SMP, dan SMA yang masih menggunakan LKS, karena dapat mengebiri kreatifitas siswa,” ujar Rahmatullah kepada BogorUpdate.com, Sabtu (12/01/2018) siang.

 

Menurutnya, penggunaan LKS untuk siswa sangat tidak tepat, hal ini masuk dalam sekolahan yang tidak mendidik karena mempraktekan hal yang jelas melanggar UU yang sudah ada tapi di langgar demi keuntungan nya.

 

“Sudah jelas UU yang sudah ada yakni, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 75/2016 tentang Komite Sekolah Pasal 12 ayat 1 dalam permen tersebut ditegaskan Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah. Serta Permendikbud nomor 8 Thn 2016 yg melarang sekolah menggunakn LKS,” tegas Rahmatullah.

 

Lanjutnya, seharusnya guru itu bertanggung jawab mengajar siswa sampai tuntas tanpa membawa pekerjaan rumah berupa LKS dengan adanya LKS membuat beberapa orang tua yang mengeluhkan pihak sekolah masih menggunakn LKS.

 

“Hal ini seharusnya tidak di lakukan. Apalagi hal ini merugikan wali murid. Kasian wali murid yang tidak mampu. Oleh sebab itu, ia menghimbau pihak sekolah dan orang tua murid menolak membeli LKS ini” ungkap Rahmatullah.

 

Hal ini harus ditindak, terutama dinas terkait harus turun dan harus terus dikawal sampai tuntas agar tidak ada lagi sekolah negeri yang mengharuskan siswanya menggunakan LKS.

 

“Sudah jelas kok hal ini tidak dibenarkan, tapi disayangkan dinas terkait terkesan cuek saja dan terkesan melakukan pembiayaran,” kata Rahmatullah.

 

Pendidikan merupakan jantungnya pembangunan, dalam hal ini Bupati Bogor harus reaktif dan turun menyikapi hal ini. Karena ada tiga jenis aduan yang diindikasikan berhubungan dengan pungutan liar (pungli) yakni biaya LKS, biaya seragam, dan teknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

 

“Pembelian buku LKS sendiri mengarah kepada pungli bila ada paksaan dari pihak sekolah. Jadi agar Bupati Bogor, Ade Yasin dapat memasukan hal ini dalam 100 hari kerjanya,” tandas Rahmatullah. (Rie)

 

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Oknum Guru SD di Bogor Legalkan Jual Beli Buku

 

BogorUpdate.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan, praktik jual beli lembar kerja siswa (LKS) yang dilakukan pihak sekolah dan biasanya bekerja sama dengan penerbit atau pihak ketiga lainnya merupakan pungutan liar (Pungli). Hal tersebut tertuang dalam aturannya bahwa jual beli LKS telah melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 75/2016 tentang Komite Sekolah Pasal 12 ayat 1.

 

Seperti di SDN 01 Ciluar salahsatu narasumber yang berinisial A, menyebutkan bahwa di sekolah tempat anaknya menimba ilmu ini adanya praktik jual beli buku yang diharuskan para walimuridnya untuk membelinya.

 

“Sebelumnya tidak ada rapat walimurid dan komite. Tapi, saya diharuskan beli sama komite kelas,” keluhnya kepada bogorupdate.com, Sabtu (11/01/2019).

 

Menurutnya, meski saat ini anaknya belum membeli buku LKS tersebut sepertu murid yang lainnnya, menjadikannya merasa bingung karena semua murid belajar menggunakan buku LKS tersebut.

 

“Setiap ada pelajaran di LKS anak saya bengong karena belum beli buku nya,” keluhnya.

 

Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah (SD) Negeri 01 Ciluar, Ade Sobari membenarkan adanya praktik jual beli buku tersebut, tapi diakuinya sudah adanya kesepakatan bersama.

 

“Saya sudah memberi tahu kepada komite dan wali murid bahwa praktik jual beli LKS tersebut dilarang. Tapi saya harus bilang apa kalau itu semua sudah ada kesepakatan wali murid,” kilahnya.

 

Yani selaku Komite SDN 01 Ciluar saat ditemui awak media juga mengakui terkait praktik jual beli disekolah tersebut.

 

“Saya yang memperbolehkan, karena itu buat anak saya agar lebih pintar,” katanya dengan nada ketus.

 

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, TB. Luhtfi melalui pesan singkat whatsapnya menjelaskan bahwa dinas tidak mengijinkan adanya buku Lembar Kerja Siswa (LKS)/modul tersebut.

 

“Kalau sudah ada buku paket untuk apalagi buku LKS. Jadi, Gak usah beli mau kapan bacanya,” katanya singkat.(Cek)

 

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Ujung Salam Satu Jari, Bima Diperiksa Satu Jam Oleh Bawaslu

 

BogorUpdate.com – Wali Kota Bogor Bima Arya memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor terkait mengacungkan satu jari saat kunjungan Cawapres KH Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ghazaly pada Sabtu 5 Januari 2019 lalu.

 

Bima Arya tiba di kantor Bawaslu, Jalan Ismaya II, Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor sekira pukul 15.00 WIB. Politisi PAN itu tampak keluar setelah menjalani pemeriksaan sekira pukul 16.00 WIB.

 

“Saya memenuhi undangan dari Bawaslu untuk dimintai keterangan berdasarkan viral pemberitaan terkait kedatangan saya dan simbolisasi angka 1. Tadi ada sekitar 15 pertanyaan dari Bawaslu,” kata Bima kepada awak media, Jumat 11 Januari 2019.

 

Bima menyampaikan waktu itu ia datang untuk memenuhi undangan dari pengurus Ponpes terkait adanya kunjungan Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin.

 

Ketika tiba di Ponpes Al-Ghazaly, ia kemudian diminta duduk di depan KH Ma’ruf Amin bersamaan dengan berlangsungnya jumpa pers. Secara spontan awak media kemudian menanyakan maksud kedatanganya.

 

Bima mengaku, telah menjelaskan ke Bawaslu. Bawha saat ditanya wartawan waktu itu langsung secara refleks mengatakan bahwa maksudnya (kedatangan) cuma satu dengan mengacungkan telunjuk yang pada umumnya diartikan mendukung pasangan nomor satu. Padahal kata dia, menyebut satu itu disertai penguatan makna.

 

“Saya itu orangnya ekpresif, jadi kalau bicara 2, saya kasih simbol 2. Kalau semangat, saya kepalkan tangan. Kemarin itu refleks saya sebutkan satu, itu yang barangkali kemudian ditafsirkan bermacam-macam,” ujarnya.

 

“Tapi tadi saya jelaskan kepada rekan-rekan Bawaslu, hari itu libur, tidak dalam hari kerja. Saya datang juga bukan untuk kampanye tapi diundang . Simbolisasi satu itu lebih kepada penguatan makna memuliakan tamu,” ujar Bima kembali.

 

Sebelumnya, dirinya juga sudah meminta izin kepada partai untuk netral, tidak berpihak kepada pasangan capres manapun. “Karena ingin fokus kerja dan menjaga kebersamaan. Rasanya tidak elok kalau wali kota sibuk berkampanye,” katanya.

 

Selain menjelaskan terkait kedatangannya, Bima juga menyampaikan bukti salinan undangan dari Ponpes Al-Ghazaly kepada Bawaslu.

 

“Saya apresiasi juga Bawaslu sangat profesional, dan saya juga sampaikan kalau ada hal-hal yang perlu ditindaklanjuti, saya siap untuk bekerjasama,” tukasnya.

 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bogor, Yustinus Eliyas mengatakan, dari hasil pemeriksaan, wali kota menyampaikan bahwa kedatanganya ke acara tersebut atas nama pribadi untuk memenuhi undangan dari pengurus Ponpes. Selain itu, Bima juga datang di hari libur.

 

Yustinus menambahkan, menurut pengakuan Bima kedatangannya di sana tidak ada unsur kampanye seperti mengacungkan satu jari yang diviralkan di media.

 

“Ini perlu dijelaskan bahwa ini informasi awal yang didapat Bawaslu. Kita mencari data-data apakah unsur kampanyenya terpenuhi atau tidak. Kalau tidak, di-close di sini,” kata dia.

 

Sebelumnya, kata Yustinus, dalam proses penelusuran, pihaknya telah memintai keterangan dari Tim Panwascam, PPKAD dan Tim Pemenangan Daerah nomor urut 01.

 

Setelah itu, tim investigasi akan mengumpulkan data-data yang kemudian diplenokan di Bawaslu untuk memutuskan apakah ada unsur kampanyenya. “Yah, (pengumpulan data) dua hari juga selesai,” pungkasnya. (As)

 

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Prediksi BOLOGNA vs JUVENTUS: Tim Tamu Jadi Favorit

 

BogorUpdate.com – Juventus akan bertandang ke Renato Dall’Ara untuk menghadapi Bologna pada laga babak 16 besar Coppa Italia. Juventus menjadi favorit karena tuan rumah tampil mengecewakan pada musim 2018-19.

 

Bologna menjadi satu di antara tiga klub dengan posisi terburuk pada klasemen sementara Serie A. Skuat asuhan Filippo Inzaghi itu hanya mengumpulkan 13 poin dari 19 laga yang sudah dijalani.

 

Selain itu, Bologna sudah tidak merasakan kemenangan pada lima laga terakhir yang mereka jalani. Fakta tersebut membuat Juventus difavoritkan untuk meraih kemenangan pada laga nanti.

 

Juventus unggul dalam komposisi pemain. Selain itu mereka tampil konsisten dalam mendulang kemenangan demi kemenangan. Bianconeri berada di peringkat teratas Serie A dengan keunggulan sembilan poin atas pesaing terdekatnya, yaitu Napoli.

 

Massimiliano Allegri mengisyaratkan tidak akan terlena dengan superioritas Juventus di Italia. Meskipun bermain di Coppa Italia, Juventus siap bermain dengan skuat terbaik.

 

Cristiano Ronaldo siap untuk turun pada laga nanti untuk memastikan keunggulan Juventus sejak awal. Ronaldo diprediksi akan ditemani Paulo Dybala.

 

Pertemuan terakhir antara kedua klub terjadi pada September 2019. Saat itu, Juventus menang dengan skor 2-0 melalui gol yang dicetak Paulo Dybala dan Blaise Matuidi.

 

Prakiraan susunan pemain:

BOLOGNA: Lukasz Skorupski; Danilo, Arturo Calabresi, Filip Helander; Federico Mattiello, Mattias Svanberg, Adam Nagy, Blerim Dzemaili, Mitchell Dijks; Rodrigo Palacio, Federico Santander

PELATIH: Filippo Inzaghi

 

JUVENTUS: Wojciech Szczesny; Joao Cancelo, Giorgio Chiellini, Daniele Rugani, Alex Sandro; Rodrigo Bentancur, Blaise Matuidi, Miralem Pjanic; Paulo Dybala, Mario Mandzukic, Cristiano Ronaldo

PELATIH: Massimiliano Allegri

 

Lima pertemuan terakhir:

09/01/2017 Juventus 3-0 Bologna (Serie A)

27/05/2017 Bologna 1-2 Juventus (Serie A)

17/12/2017 Bologna 0-3 Juventus (Serie A)

06/05/2018 Juventus 3-1 Bologna (Serie A)

27/09/2018 Juventus 2-0 Bologna (Serie A)

 

Lima laga terakhir Bologna:

09/12/2018 Empoli 2-1 Bologna (Serie A)

19/12/2018 Bologna 0-0 AC Milan (Serie A)

23/12/2018 Parma 0-0 Bologna (Serie A)

26/12/2018 Bologna 0-2 Lazio (Serie A)

30/12/2018 Napoli 3-2 Bologna (Serie A)

 

Lima laga terakhir Juventus:

13/12/2018 Young Boys 2-1 Juventus (Liga Champions)

16/12/2018 Torino 0-1 Juventus (Serie A)

23/12/2018 Juventus 1-0 AS Roma (Serie A)

26/12/2018 Atalanta 2-2 Juventus (Serie A)

29/12/2018 Juventus 2-1 Sampdordia (Serie A)

 

Prediksi Bogorupdate.com:
Bologna 40-60 Juventus

 

Asian Handicap:
1 1/4 : 0

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi | Bola.com

Lurah Susanto Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Dengan Bersih-bersih Sungai Ciliwung

 

BogorUpdate.com – Lurah Sukaresmi, Susanto mengajak masyarakat peduli lingkungan dengan bersih-bersih sungai. Sasaran yang menjadi fokus kegiatan ini adalah Sungai Ciliwung di Perumahan Graha Grande, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (11/01/2019).

 

“Ada sekitar 50 orang yang kita kerahkan dalam kegiatan ini yakni, Katana dan Karang Taruna kelurahan sukaresmi. Kegiatan ini pun rutin di lakukan setiap seminggu sekali pada hari Jumat,” ujarnya kepada Bogorupdate.com.

 

Dia menambahkan, kegiatan bersih-bersih dilanjutkan sosialisasi melalui pemasangan spanduk Perda Kota Bogor  No.8 Tahun 2006 tentang ketertiban umum.

 

Menurut Rudianto, kegiatan ini merupakan langkah yang konkrit untuk memotivasi masyarakat peduli akan kebersihan. Apalagi persoalan sampah di Kota Bogor menjadi salah satu fokus pemerintah Kota (Pemkot) Bogor

 

“Ini salah satu bentuk partisipasi kami dari kelurahan Sukaresmi untuk mengajak masyarakat peduli pada lingkungan. Namun begitu, ini bukan berarti langkah yang akan merubah secara drastis. Ini hanya sebuah awal untuk langkah-langkah berikutnya,” jelas Susanto.

 

Diakhir, Susanto berharap kegiatan ini tidak sampai saat ini saja, bisa dilakukan secara kontinyu dengan melibatkan personil yang lebih banyak dan libatkan masyarakat. Demi kebersihan lingkungan pemkot Bogor.

 

“Semoga masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah lagi ke Sungai Ciliwung, saya ingin menjadikan DAS Ciliwung terbebas dan bersih dari sampah, nyaman, asri untuk anak cucu kita kedepan kedepannya,” tandas Susanto. (Rie)

 

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Pemkot Bogor dan PSB IPB Jalin Kerja Sama Mitigasi Bencana

 

BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerja sama dengan Pusat Studi Bencana (PSB) IPB siap melakukan mitigasi bencana di Kota Bogor.

 

Sebab, dari hasil kajian dan tipologi Kota Bogor sedikitnya ada delapan jenis bencana yang mengancam Kota Bogor. Sebut saja longsor, banjir bandang, banjir lintasan, kebakaran pemukiman, gempa bumi dan cuaca ekstrem yang meliputi hujan kencang disertai petir dan angin puting beliung.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Ganjar Gunawan mengatakan, Pemkot Bogor dalam hal ini BPBD Kota Bogor tidak bisa sendirian mengantisipasi bencana melainkan perlu sinergitas dengan pihak lain, salah satunya dengan PSB IPB. Pasalnya, PSB IPB memiliki saran dan konsep strategis mengenai tanggap bencana.

 

“Dengan kerja sama ini Kota Bogor berupaya untuk semakin meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Kedepan ini akan semakin lebar, karena Pemkot ingin membentuk forum pengurangan resiko bencana,” ujarnya di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Jumat (11/01/2019).

 

Ganjar menuturkan, selain kerja sama dengan PSB IPB, Pemkot Bogor juga di 2018 telah membuat Perda terkait resiko bencana yang didalamnya ada rumusan kebijakan yang tepat penanggulangan bencana. Seperti setiap pembangunan yang ada harus memiliki analisis resiko bencana, mengantisipasi pohon-pohon di pinggir jalan agar jangan sampai menjadi “senjata mematikan” ketika ada bencana.

 

“Jadi ada dua garis besar yang menjadi konsen kami dalam penanggulangan bencana yakni tata ruang kotanya dan edukasi ke masyarakatnya. Kami ingin lakukan yang terbaik,” jelasnya.

 

Kepala PSB IPB, Yanventri mengatakan, IPB dan BPBD mendukung Bogor menjadi kota tanggap bencana. Beberapa program yang akan dibangun yakni mengedukasi masyarakat, menguatkan sistem daya tahan bencana, membuat master area dan adanya ruang terbuka yang memang sudah dipersiapkan untuk antisipasi bencana.

 

“Persoalan sadar bencana sebenarnya lebih kepada habit dan budaya. Kami juga akan mengadaptasi cara penanggulangan bencana di Jepang untuk Kota Bogor. Salah satunya menjadikan area bermain di perumahan sebagai master area atau tempat evakuasi,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, dengan adanya kerja sama ini, IPB akan mendukung percepatan dari program-program pemerintah untuk mitigasi bencana. Pihaknya akan melatih masyarakat untuk sadar bencana dan roadshow edukasi tanggap bencana ke sekolah-sekolah.

 

“Harapan kami ini bisa diimplementasikan di Kota Bogor sehingga Kota Bogor bisa menjadi kota tanggap bencana,” pungkasnya. (Rie)

 

 

 

 

 

 

Editor : Tobing