Pemkot Bogor Kecewakan Korban Proyek Interchange

 

BogorUpdate.com – Warga para pemilik lahan yang terkena imbas pembangunan interchange tol Jagorawi KM 42,5, Kampung Parung Banteng, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, kecewa terhadap Pemerintah Kota Bogor khususnya Walikota Bogor Bima Arya dan Dinas PUPR.

 

Hal itu bukan tanpa alasan, tetapi karena hingga saat ini, Bima sebagai Kepala Daerah tidak membantu persoalan hilangnya akses jalan menuju ke lokasi lahan warga akibat adanya pembangunan interchange.

 

Ungkapkan kekecewaan itu, diungkapkan para pemilik lahan usai rapat yang gagal digelar di PT Jasa Marga, Jakarta antara warga pemilik lahan, Pemerintah Kota Bogor, PT Jasa Marga serta pengembang Sumarecon PT Gunung Sawarna Abadi (PT.GSA)

 

“Ya, rapat untuk membahas permasalahan ini batal, karena Walikota dan Dinas PUPR Kota Bogor tidak hadir,¬† Kami kecewa dengan tidak ada perhatiannya dari Pemkot Bogor tentang masalah ini,” kata Una salah satu pemilik lahan, Kamis (6/12/18).

 

Una menjelaksan bahwa rapat digelar di PT Jasa Marga atas perintah dari Kementrian PUPR untuk menyelesaikan kisruh hilangnya akses jalan ke lahan milik warga dan soal tapal batas.

 

Namun kata dia, dari jadwal rapat pukul 09.00, hingga pukul 10.30 WIB, Walikota dan Dinas PUPR tidak hadir, sehingga rapat dibatalkan dan di skejule ulang.

 

Jelang rapat nanti, dia berharap semua pihak mau bersama sama ke lokasi lahan untuk mengetahui soal tapal batas dan solusi akses jalan ke lahan milik warga agar menghasilkan solusi terbaik.

 

“Kami berharap agar semua pihak yang memiliki otoritas hadir pada rapat selanjutnya sehingga permasalahan ini terselesaikan dengan solusi terbaik,” tambahnya.

 

Sementara, Lurah Katulampa, Taufik menuturkan, dirinya hadir di rapat bersama perwakilan Kecamatan. Tetapi karena dinas tehnis yang berhubungan langsung soal permasalahan ini, yaitu Dinas PUPR, tidak hadir dalam rapat, maka untuk rapat ditunda dan akan kembali di skejule ulang.

 

“Intinya rapat ini untuk mencari solusi bagaimana soal akses jalan ke lahan milik warga itu. Kami berharap ada solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Lurah. (As)

 

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Leave a Reply

Your email address will not be published.