Layani Pasien Dengan Buruk, GPII-KNPI Desak Kedua Pegawai Puskemas Dipecat

Foto UPT Puskesmas Kayumanis, Tanah Sareal, kota Bogor

 

BogorUpdate.com – Ulah oknum pegawai Puskesmas Kayumanis, Tanah Sareal yang tidak profesional dalam melayani pasien, mendapat kecaman keras dari sejumlah kalangan diantaranya Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor.

 

Sekretaris DPD KNPI Kota Bogor Anjas Andhika Barus mengaku, pihaknya mengecam keras atas prilaku oknum pegawai Puskesmas Kayumanis yang tidak memanusiakan pasien dalam memberi pelayanan.

 

Menurutnya, hal memalukan yang bisa menyakiti hati rakyat seharusnya tidak terjadi lagi di Kota Bogor, karena pada dasarnya mereka dibayar untuk melayani rakyat, terlebih seorang dokter atau perawat itu sudah disumpah dalam menjalankan profesinya.

 

Menurut dia, negara harus hadir dalam segala aspek yang menyangkut kemaslahatan masyarakat. “Sungguh perbuatan yang tidak elok ketika hal itu di lakukan aparat pemerintah terhadap masyarakatnya. Disini Pemerintah khususnya Dinas Kesehatan harus bertanggung jawab,” kata Anjas, Kamis (6/12/18).

 

Ia menilai, Dinkes dan Pemerintah Kota Bogor tak boleh diam ketika masih ada aparatur yang berbuat semena-mena terhadap masyarakat. “Dinkes harus keluarkan sanksi tegas bagi pegawai yang berprilaku buruk, karena ini telah memalukan pemerintah dan menyakiti rakyat,” tegasnya.

 

Masih kata dia, hal itu jangan jadi preseden buruk, dan bagi Walikota harus menjadi bahan evaluasi atas kegagalan kinerja Kepala Dinas Kesehatan. “Ini jelas kegagalan Kadinkes yang telah gagal dalam melakukan pembinaan terhadap bawahannya, jika perlu copot Kadinkes dari jabatannya,” pungkasnya.

 

Kecaman yang sama juga diserukan Pengurus Daerah Korps Mahasiswa (Kopma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Bogor. Pihaknya mendesak Dinas Kesehatan agar segera mencopot dua pegawai puskesmas.

 

Hal itu bukan tanpa alasan, teyapi dinilai kedua oknum tersebut tidak mampu mewujudkan pelayanan yang baik bagi masyarakat.

 

Ketua Umum Kopma GPII Lathif Fardiansyah mengarakan, tindakan buruk dan tidak profesional yang dilakukan pegawai di puskesmas Kayumanis itu hal yang sangat memalukan.

 

“Ya kami sangat menyayangkan, masyarakat datang untuk berobat, tidak diberikan pelayanan yang baik, malah dibentak dan dimarahi oleh seorang dokter yang bernama Imel, apalagi sampai suami si pasien didorong oleh salah satu staf di puskesmas yang bernama Dera, itu sangat tidak mencerminkan pelayanan terhadap masyarakat” ujar Lathif.

 

Dirinya menegaskan, bahwa SOP pelayanan untuk masyarakat, jangan dijadikan hanya bualan belaka, tapi harus diterapkan dan jangan tebang pilih.

 

“Semua pasti ada SOP nya, dan pasien memiliki hak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, dengan adanya kejadian seperti ini berarti hal tersebut tidak dijalankan dengan baik dan harus dipertanggungjawabkan,” katanya.

 

Lathif meminta Kadinkes sebagai pimpinan harus bertanggungjawab atas insiden tersebut yang memperlihatkan kebobrokan pelayanan kesehatan di Kota Bogor dengan adanya tenaga kesehatan yang tidak berkualitas.

 

“Ini merupakan kebobrokan, jangan sampai ada lagi kejadian serupa, kami meminta Kepala Dinas Kesehatan segera mengambil tindakan tegas dan cepat terhadap dua orang tersebut agar segera dicopot,” pungkasnya. (As)

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Leave a Reply

Your email address will not be published.