Tawuran Telan Korban Jiwa, JPKP: Disdik Harus Bekukan Izin Sekolah Pelaku

Foto saat kadisdik kabupaten Bogor melayat kerumah korban (Yudi) siswa sekolah PGRI Cibinong

 

BogorUpdate.com – Ketua DPD jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Alfiano Fahry, menyesalkan tawuran siswa sekolah antara SMP PGRI Cirimekar Cibinong dengan SMP Al-Nur Cibinong, dimana salah satu siswa SMP PGRI Cibinong bernama Yudi (13) terkena bacokan senjata tajam di bagian dada sebelah kiri hingga sobek sebesar 10 CM dan leher yang mengakibatkan meninggal dunia. Pembacokan terjadi di Jalan Raya Jakarta Bogor Km 45, depan Rumah Sakit Trimitra Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Jumat (14/9/18) lalu.

 

Menurut Fahry yang juga sebagai Ketua Satgas Pelajar dari unsur ormas yang telah Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, mengatakan tawuran antar pelajar di Kabupaten Bogor dilakukan oleh oknum pelajar dari sekolah Swasta. Bahkan kejadian itu terus berulang hingga puncaknya menelan korban jiwa. Maka diharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui dinas pendidikan agar mencabut izin sekolah swasta tersebut.

 

“Miris nya selama ini pelajar sekolah Al-Nur terkenal suka tawuran, dan pihak sekolah terkesan melakukan pembiaran karena telah terjadi bertahun-tahun,” kata nya kepada Bogorupdate.com, Minggu (16/9/18) pagi.

 

Dia menambahkan, parahnya keadaan ini justru terkesan ada pembiaran baik dari pihak sekolah maupun Pemkab Bogor dan aparat keamanan, dan tawuran pelajar ini seperti wabah penyakit yang tidak dapat ditemukan obatnya.

 

“Padahal tawuran antar pelajar terjadi hampir setiap hari dan berlangsung bertahun-tahun yang lalu, akibatnya pun cukup serius baik fisik hingga nyawa melayang yang berimbas pada stabilitas keamanan antar lingkungan sekolah korban dan pelaku,” imbuh Fahry.

 

Menanggapi hal tersebut, Fahry meminta Disdik segera bertindak tegas kepada sekolah-sekolah yang siswa nya sering melakukan tawuran bahkan saat jam kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.

 

“Perkelahian atau tawuran selama ini sudah mendarah daging di sekolah tersebut dan sudah seharus nya Disdik untuk menutup dan tidak lagi memberikan izin operasi. Ini solusi untuk menutup mata rantai perkelahian dan tawuran yang diwariskan dari kakak kelas pada adik kelas,” tegas nya.

 

Menurut Fahry langkah tersebut merupakan langkah akhir, sehingga sekolah-sekolah tersebut akan berpikir keras untuk mencari solusi agar anak didiknya tidak melakukan tawuran yang jelas-jelas telah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Bogor.

 

Fahry menyayangkan pihak Yayasan Al-Nur sebagai sekolah pelaku tidak ada rasa empati terhadap keluarga korban, sampai saat korban dimakamkan tidak ada satupun perwakilan dari sekolah tersebut tampak hadir.

 

“Sekitar pukul 09:00 WIB pada, Sabtu (15/9/18) sebelum pemakaman Yudi, pihak Pemkab Bogor yang diwakili oleh Kadisdik Kabupaten Bogor, TB Luthfi Syam telah datang kerumah korban dan mengucapkan belasungkawa, masa dari pihak Yayasan Al-Nur satupun dari mereka sebagai tempat pelaku menimba ilmu tidak ada sama sekali menghampiri rumah korban yang seorang anak yatim,” ujarnya.

 

Sementara itu, Fahry mengungkapkan, Visi Sekolah Al-Nur menciptakan siswa yang penuh kreatif, bermotivasi tinggi, berakhlak mulia, disiplin, terampil, sehat dan memiliki misi menanam nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dikalangan sendiri, membangun semangat juang yang disiplin, terampil, serta mandiri, dengan tujuan membantu pemerintah dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan serta memperluas kesempatan dan fasilitas kepada anak usia sekolah untuk dapat sekolah.

 

“Jadi Visi dan Misi Yayasan Al-Nur hanya dituangkan dalam tulisan saja, namun tidak diterapkan kepada anak didik nya, yang penting SPP siswa lancar sehingga sekolah dapat terus beroperasi tanpa memikirkan siswa nya akan menjadi pribadi yang dapat membanggakan orang tua dan pemerintah, ini malah menciptakan pembunuh,” pungkasnya .(Rie)

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Leave a Reply

Your email address will not be published.