Jonatan Christie Banjir Tawaran Iklan dan Film, Susy Susanti Ingatkan Ini…

 

BogorUpdate.com – Peraih medali emas sektor tunggal putra bulutangkis Asian Games 2018, Jonatan Christie alias Jojo banjir tawaran iklan, sinetron, dan film dari berbagai pihak.

 

Mengetahui hal tersebut, Susy Susanti selaku Manajer Timnas Bulutangkis mengaku tidak melarang jika Jojo ingin menerima tawaran-tawaran tersebut.

 

“Banyak memang yang menawari, kami semua tidak melarang, silahkan. Tapi saya serahkan pada manajer dan orang tuanya,” kata Susy Susanti dilansir tabloidbintang.com.

 

Legenda bulutangkis Indonesia ini tidak bertanggung jawab terhadap tawaran-tawaran yang diterima Jonatan Christie dalam bentuk apa pun.

 

“Tugas saya, kan bukan sebagai manajer secara komersial tapi sebagai manajer untuk prestasinya Jojo di bulutangkis. Jadi saya hanya membimbing dan memberikan nasihat untuk dia,” beri tahu Susy Susanty.

 

Hanya saja, Susy Susanti mengingatkan agar Jonatan Christie fokus pada bulutangkis, bukan hal lain. Apalagi yang dicapainya saat ini barulah awal menuju Olimpiade 2020 mendatang.

 

“Saya mengingatkan Jojo jangan cepat puas dengan pencapaian, tetap rendah hati, dan tetap berjuang. (Asian Games) ini baru awal karena ada yang lebih tinggi lagi yaitu Olimpiade,” Susy Susanti mengingatkan.

 

Jonatan Christie menjelma menjadi pahlawan bulutangkis usai merebut emas sektor tunggal putra di Asian Games 2018. Di babak final, ia mengalahkan pebulu tangkis asal Taiwan, Chou Tien Chen.

 

 

 

 

 

Editor : Endi | TabloidBintang.com

Rupiah Melemah, Bima Cek Harga Kebutuhan Pokok

 

BogorUpdate.com – Walikota Bogor melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Kemang (Pasar Teknik Umum), Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (5/9/18). Pemantauan harga tersebut dilakukan menyusul melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar yang menembus Rp15.024.

 

Dalam pemantauannya bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DIsperindag) Kota Bogor Achsin Prasetyo dan Direktur Operasional PD Pasar Pakuan Jaya Syuhairi Nasution itu Bima mengaku melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar tidak berpengaruh banyak terhadap harga kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional Kota Bogor.

 

“Sejauh ini belum (berpengaruh). Harga-harga di pasar cenderung stabil karena kebanyakan merupakan hasil petani lokal. Mungkin ada beberapa yang naik seperti buah impor ya,” ungkap Bima.

 

Namun, kata dia, rupiah yang terus melemah ini harus diantisipasi dengan melakukan gerakan sederhana, yakni mengurangi konsumsi bahan impor dan menggairahkan produk-produk dalam negeri yang kualitasnya mampu bersaing.

 

“Tapi saya melihat rupiah yang terus bergerak ini harus segera diantisipasi menggunakan produk lokal, mengonsumsi produk lokal, memastikan distribusi produksi lancar, itu menjadi kewajiban Pemkot. Saya akan terus berkoordinasi dengan Disperindag dan PD Pasar agar semuanya berjalan dengan baik,” jelasnya.

 

Dalam daftar harga komoditas yang dirilis PD Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Gula Curah dijual dengan harga Rp12.500/kg, beras IR 64 (medium) Rp10.200/kg, Minyak Goreng Curah Rp12.000/kg, Daging Sapi Rp120.000/kg, Ayam Broiler Rp25.000/ekor, Telor Rp24.000/kg, Cabe Merah Keriting Rp30.000/kg, Cabe Rawit Rp24.000/kg, Bawang Merah Rp23.000/kg, Bawang Putih Rp23.000/kg, Ikan Mas Segar Rp28.000/kg dan Ikan Gurame Segar Rp 60.000/kg. (Rie)

 

 

 

 

Editor : Tobing

Kereeen, China Ciptakan Mobil Mirip Amuba Bisa Membelah Diri

 

BogorUpdate.com – Berbagai pabrikan otomotif dunia saat ini tengah berlomba-lomba mengembangkan kendaraan masa depan. Salah satu yang unik adalah Roewe I-Unit 2025 Concept racikan Sugar Chow asal China.

 

Mobil ini disebut-sebut akan jadi mobil masa depan yang ditargetkan khusus generasi muda. Secara harfiah Roewe I-Unit 2025 Concept merupakan wujud dari dua mobil jadi satu. Demikian dilansir Liputan6.com dari Carscoops, Selasa (4/9/18).

 

Desain mobil ini setidaknya mirip dengan mobil city car SmartFortwo yang sangat mungil, namun dibuat dapat membela diri jadi dua layaknya bakteri amuba.

 

Meskipun bisa membelah diri, saat terpisah, masing-masing bagian mampu beroperasi sendiri.

 

Disebutkan, setiap bagian terdiri dari roda depan besar dan dua roda kecil yang tersembunyi di bawah body bagian belakang.

 

Uniknya, mobil ini tak dilengkapi pintu agar lebih mudah akses keluar masuk. Mobil ini kabarnya akan sepenuhnya dioperasikan secara otonom.

 

Dengan begitu, penumpang cukup masuk dan duduk manis di dalam Roewe I-Unit 2025. Meski terlihat canggih dan modern, namun sayang mereka tidak menyebutkan spesifikasi mesin apa yang dibenamkan pada Roewe I-Unit 2025 nanti.

 

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan, kendaraan ini akan dibenamkan motor listrik kecil yang dapat diletakkan di depan dan sebuah baterai di lantai.

 

Jika melihat desainnya yang cukup lucu, tentunya akan membuat penasaran ketika nanti akan hadir di sejumlah jalanan perkotaan di masa depan.

 

 

 

 

 

Editor : Endi | Liputan6.com

BEM Siap Kepung Tegar Beriman Jika Pol PP Tak Bongkar Bisnis Esek-esek di Kemang

Iksan Awaludin, Presidium BEM PTM Zona 3 DKI, Jawa Barat dan Banten

 

BogorUpdate.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Zona 3, meminta kepada Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor harus bertanggung jawab terhadap menjamurnya kembali THM dan Warem diwilayah Kemang.

 

“Awal mulanya, izin dikeluarkan oleh Disbudpar. Jadi mereka harus bertanggung jawab atas menjamurnya THM dan Warem di wilayah Kemang,” kata Iksan Awaludin, Presidium BEM PTM Zona 3 DKI, Jawa Barat dan Banten kepada wartawan, Rabu (5/9/18).

 

Ia menjelaskan, bahwa menjamurnya bisnis esek-esek itu, disebabkan terlalu dibebaskan proses perijinan dan kurangnya pengawasan dari instansi terkait.

 

“Saya sebagai mahasiswa ikut geram dengan ada nya persoalan yang merusak moralitas bangsa. Saya mendukung Pol PP, untuk segera berantas THM dan Warem, karena secara tidak langsung mereka menantang aparat Pol PP sudah di bongkar diam-diam buka kembali,” katanya.

 

Menurut dia, bahwa dengan keberadaan THM dan Warem diwilayah Kemang, secepatnya dibongkar secara paksa agar Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten beriman.

 

“Jadi Pol PP segera tunjukan taringnya, jangan sampai jadi macan ompong. Saya berharap besar Pol PP tidak hanya sekedar beretorika saja, tapi harus ada aksinya, ketika hanya sekedar retorika doang burung beo pun bisa,” tegasnya.

 

“Karena ini tidak bisa diamkan dan tidak bisa ditunda-tunda apa lagi sampai pandang bulu atau ada permainan kong koli kong pengusaha THM dengan para pengak,” bebernya.

 

Lanjut Iksan, ketika selama satu bulan tidak ada perubahan positif atau kabar baik terkait THM dan Warem, pihaknya dari mahasiswa siap kepung Bumi Tegar Beriman.

 

“Jangan hanya sekedar slogan saja Bogor Tegar Beriman, tapi nyatanya banyak persoalan yang tidak beriman. Jika Pol PP tak segera membongkar nya, kami akan kepung Tegar Beriman. Namun, jika ada penegakan, saya berharap Pol PP terus memonitori THM dan Warem. Ditakutkan mereka membuka lagi secara diam-diam dengan masif,” ungkapnya. (Ang)

 

 

 

 

Editor : Tobing

Berikan Motivasi Peserta Diklatpim IV, Bima: Bekerja Harus Dengan Passion

 

BogorUpdate.com – Sebanyak 30 peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) IV mendapat arahan dan motivasi langsung dari Wali Kota Bogor Bima Arya di Hotel Bahtera Pelni, Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (05/09/18).

 

Dalam kegiatan tersebut orang nomor satu di Kota Bogor ini mengawalinya dengan bertanya kepada peserta Diklat Pim IV yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

 

Wali Kota Bogor Bima Arya bercerita saat dirinya menjadi pengamat politik, isu putra daerah saat Pilkada dianggapnya tidak akan terlalu berpengaruh. Namun, setelah ia terjun langsung dan bertemu dengan warga, ia baru menyadari kalau warga ingin ada ikatan emosional dengan pemimpinnya dan ingin pemimpinnya bekerja dengan hati bukan emosi, membangun Kota Bogor bukan merusak Kota Bogor.

 

“Nah, poin pertamanya pola pikir (mindset) dan passion (gairah melakukan sesuatu) dalam bekerja jauh lebih penting dari sekedar pengetahuan (knowledge),” ujarnya.

 

Setiap pekerja, menurut Bima, haruslah bekerja dengan passionnya. Seperti halnya di Balai Kota, dirinya melihat dua tipe orang dalam bekerja. Pekerja yang bekerja dengan passion dan pekerja yang bekerja tanpa passion sangat terlihat perbedaannya. Tak ayal, ia selalu mengajak anak-anak muda untuk mengikuti passionnya. Sebab, passion ini yang akan menjadi penyemangat, terutama bagi ASN yang sehari-harinya terjebak rutinitas.

 

“Kalau bekerja dengan passion mau dimarahin bos, dibully teman kita akan tetap melangkah, bahkan mampu berfikir out of the box. Berbeda dengan orang-orang yang tidak punya passion tidak akan berkembang kemana-mana,” terangnya.

 

Ia melanjutkan, Kota Bogor ini kota yang paling berkarakter di Jabodetabek. Pasalnya, Kota Bogor memiliki sejarah, identitas dan kultur yang tidak dimiliki kota lain. Seluruh pembangunan di Kota Bogor pun mengarah pada tiga identitas Kota Bogor. Yakni sebagai Kota Hijau, Kota Heritage, dan Kota Pintar. Ketiga hal ini menurutnya harus semakin diperkuat dengan semangat dan optimisme dari warganya. “Saya yakini dengan semangat kita bisa menguatkan tiga hal identitas itu,” imbuhnya.

 

Terakhir, Bima menambahkan, proyek-proyek perubahan yang dibuat peserta Diklatpim sebenarnya banyak yang bagus dan keren. Namun, terkadang setelah Diklat selesai, jarang di tindaklanjuti karena tidak masuk ke program dan tidak ada anggaran.

 

“Saya ingin BKPSDA mempunyai database semua proyek perubahan agar bisa ditelusuri perkembangannya sudah sejauh mana dan anggarannya serta tentunya pemberian reward,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Aparatur Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor Rike Ratina Ayuningsih mengatakan, Diklatpim ini fokusnya kepada pembentukan kepemimpinan eselon IV yang menjabat sebagai Kasi, Kasubid, Kasubag di Pemkot Bogor yang dilaksanakan secara on-off selama hampir empat bulan.

 

“Kami sangat berharap dari Diklatpim IV ini mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru dari peserta yang membuat proyek perubahan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Makanya pak wali hadir langsung untuk memotivasi peserta,” katanya. (Rie)

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Presiden Jokowi Lantik Sembilan Gubernur

 

BogorUpdate.com – Presiden Joko Widodo melantik sembilan orang gubernur dan wakil gubernur 2018-2023 dari provinsi Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Tenggara, Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Pelantikan itu diawali dengan prosesi penyerahan petikan keputusan presiden (Keppres) di Istana Merdeka dan arak-arakan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo diikuti seluruh gubernur dan wakil gubernur menuju ke Istana Negara.

 

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur/wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD RI 1945, dan menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa,” kata Presiden Joko Widodo memimpin sumpah jabatan gubernur dan wakil gubernur 2018-2023 di Istana Negara Jakarta, Rabu (5/9/18).

 

Sembilan pasang kepala daerah itu dilantik berdasarkan Keppres 152/P sampai 156/P/2018 tertanggal 28 Agustus 2018, Keppres No 158/P tahun 2018 tertanggal 29 Agustus 2018 dan Keppres No 159/P sampai 162/P tertanggal 4 September 2018.

 

Sembilan pasang gubernur dan wakil gubernur tersebut adalah Pertama Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah-Andi Surdirman Sulaiman. KPU Sulsel menyatakan pasangan tersebut memperoleh 1.867.303 suara mengungguli tiga pesainnya yang bertarung dalam pilkada Sulsel 2018. Pasangan ini diusung PDI-Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional.

 

Kedua, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah. KPU Sumut mengumumkan pasangan itu meraih 3.291.137 suara atau 57,57 persen atau unggul dari pasangan lainnya Djarot Siaful Hidayat-Sihar Sitorus. Edy-Iject yang didukung PAN, PKS, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Gerindra.

 

Ketiga, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Pasangan M Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) memproleh suara sah sebanyak 7.226.254 (32,88 persen) mengguli tiga pasangan lain. Rindu diusung empat parpol yaitu Partai Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura.

 

Keempat, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji-Ria Norsan. Pasangan tersebut mendapat suara terbanyak dengan 1.334.512 suara atau 51,56 persen, unggul dari dua pasangan lainnya. Dalam Pilkada Kalbar 2018, pasangan Sutarmidji-Ria Norsan diusung oleh Partai Golkar, Partai Nasdem, PKB, PKS, dan Partai Hanura.

 

Kelima, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah  Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Keduanya mendapat suara 10.362.694 atau 58,78 persen unggul dibanding pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah. Keduanya diusung parpol PDI Perjuangan, Demokrat, NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Golkar.

 

Keenam, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali I Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati. Pasangan Koster-Ace ini unggul dengan perolehan 1.213.075 suara atau 57,68 persen dibanding saingannya pasangan Mantra-Kerta. Pasangan diusung PDIP, Partai Hanura, PAN, dan PKPI

 

Ketujuh, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi-Lukman Abunawas. Keduanya memperoleh 495.880 atau 43, 68 persen sehingga mengguli dua pasangan lainnya. Ali-Lukman diusung oleh Partai Golkar dan NasDem.

 

Kedelapan, Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Lukas Enembe-Klemen Tinal. Pasangan itu  meraih sebanyak 1.939.539 suara atau 67,54 persen, unggul dari pesaingnya pasangan Jhon Wempi Wetipo-Habel Suwae. Lukas Enembe-Klemen Tinal diusung Demokrat, PKS, PPP, PKPI, PAN, NasDem, PKB, Hanura, dan Golkar.

 

Kesembilan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Victor B. Laiskodat-Josef Nae Soi. Keduanya mendapat suara 838.213 suara atau 35,60 persen sehingga mengguli tiga pasangan lainnya. Victor-Josef diusung partai NasDem, Golkar dan Hanura.

 

 

 

 

 

Editor : Endi | Antara

Dirum PD Pasar Pakuan Jaya Tersangka, Ini Kata Dirut PD PPJ

Andri Latief, Direktur Utama PD PPJ

 

BogorUpdate.com – Penetapan Direktur Umum Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ), Ir. DSH sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh Kejaksaan Negeri Bogor, pada 3 September 2018, cukup membuat keluarga besar PD PPJ terpukul

 

Direktur Utama PD PPJ, Andri Latief menuturkan, bahwa PD PPJ saat ini sedang mendapat musibah, mendapat ujian dan cobaan. Namanya mendapat ujian cobaan pasti walaupun terkena pada satu organ tubuh, pasti tubuh lain akan merasakan sakit.

 

“Rekan kita ini Pak DSH kemarin oleh Kejaksaan Negeri Bogor telah berstatus sebagai tersangka dan itu semua membuat kita sedih dan berduka karena bagaimanapun dia tetap rekan kita, pimpinan kita,” tutur nya kepada wartawan, di Kantor PD PPJ, Jalan Siliwangi No. 31 (Plaza Sukasari), Kelurahan Sukasari Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (4/9/18).

 

Dirinya menegaskan kepada seluruh pegawainya melalui briffing, bahwa semua harus menghormati proses hukum dan semua tahapan-tahapan yang akan dilakukan.

 

“Saya sudah sampaikan ke Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Pak Heru dan kepada lawyer kita juga untuk terus memberikan bantuan dan berkoordinasi dengan tim kuasa hukum yang dikuasakan oleh Pak DSH. Jadi kita harus berkolaborasi memberikan bantuan yang terbaik yang spat kita lakukan untuk rekan kita ini,” ungkap Andri.

 

Lanjutnya, diri nya menghimbau kepada seluruh pegawai untuk tetap memberikan support yang luar biasa terlebih kepada keluarganya, karena siapa yang tidak terpukul dengan adanya kejadian ini.

 

“Pak DSH itu umurnya hanya terpaut dua tahun dengan saya, anak-anaknya usianya kurang lebih tidak jauh berbeda dengan anak saya sehingga betul-betul saya bisa merasakan bagaimana jika itu terjadi kepada saya, pasti kita semua akan terasa terpukul, kita harus mensupport keluarganya untuk bisa menjalani cobaan dan musibah ini,” imbuh Andri.

 

Dia menambahkan, dirinya juga telah menyampaikan kepada seluruh pegawai bahwa apapun yang terjadi kepada PD PPJ saat ini, tetap harus bekerja, tetap memberikan pelayanan terbaik. Jangan sampai terganggu kepada masyarakat Kota Bogor dan pelayanan pasar.

 

“Jangan sampai karena ada musibah seperti ini semangat bekerja kita semua menjadi kendor, tidak totalitas dalam bekerja. Jadi tetap kita harus bekerja dengan sebaik-baiknya bahkan jadikan hal ini sebagai cambuk kita agar bekerja lebih baik lagi dan saya mohon doa, dukungan dari teman-teman semua agar musibah yang sedang dijalani oleh PD PPJ bisa kita lalui bersama-sama,” pungkas Dirut PD PPJ. (Rie)

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Benteng Desa Wisata Cassava, Ikon Baru Wisata Pendidikan Pertanian di Kab.Bogor

 

BogorUpdate.com – Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM ) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Negeri (Kemristekdikti) republik Indonesia mengembangkan dan membuka Desa Wisata Cassava di Desa Benteng, Ciampea, Bogor.

 

Desa ini merupakan salah satu desa binaan IPB di lingkar kampus. Kegiatan rintisan Desa Wisata Cassava ini direncanakan selama tiga tahun dengan garis besar kegiatan antara lain: pendekatan dan penguatan kelompok tani dan kelompok wanita tani sebagai pelaku bisnis ubi kayu atau singkong, penguatan dan pengoptimalan peran Karang Taruna, pelatihan budidaya, pelatihan pengolahan singkong menjadi Modified Cassava (Mocav) dan aneka pangan olahan seperti Browncav (brownies mocav) dan pingkong (emping singkong).

 

Peneliti P2SDM LPPM IPB, Ir. Mintarti, M.Si menjelaskan Desa Benteng, merupakan desa pertanian dengan komoditi utamanya singkong atau ubi kayu. Jumlah produksi singkong di Desa Benteng mencapai 200 ton per hektar per tahun dengan luas kepemilikan lahan rata-rata 500-3000 meter persegi per orang. Pada saat panen harga singkong bisa jatuh ke harga Rp 700 per kilogram sedangkan harga normal Rp 1500 hingga Rp 2000 per kilogram. Harga singkong yang rendah ini tentu merugikan petani.

 

Potensi sumber daya alam di desa tersebut belum berdampak pada perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. “Akar penyebab masalah ini adalah masih rendahnya  ketrampilan para petani dalam berusaha tani yang menguntungkan di mana para petani masih menjual singkong dalam bentuk mentah. Petani belum memiliki ketrampilan mengolah singkong menjadi produk pangan olahan. Oleh karena itu perlu dilakukan terobosan Desa Wisata Cassava untuk mengelola potensi singkong sebagai sumber  peningkatan perekonomian masyarakat,” ujar Mintarti.

 

Selain itu, pembentukan Desa Wisata Cassava bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan anggota kelompok tani (poktan) dan  Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam budidaya, pengolahan pascapanen dan manajemen usaha singkong,  pengelompokan kelompok tani dan KWT dalam proses wirausaha singkong terpadu. Proses tersebut meliputi sentra budidaya, sentra mocav, sentra pangan olahan, sentra pasar dan promosi, dan mendesain kampung tematik cassava sebagai desa wisata pangan.

 

Mintarti menegaskan, konsep Desa Wisata Cassava di Desa Benteng menyediakan jasa penjualan wisata pendidikan pertanian bagi masyarakat yang ingin belajar mengenai singkong mulai dari budidaya, perawatan, tanam, panen, sampai pengolahan. “Pengunjung dapat belajar di hamparan ubi kayu di Desa Benteng. Belajar bagaimana menanam, memanen, membibitkan, merawat, memupuk, pengendalian hama dan memanen daun singkong sebagai bahan sayuran. Para pengunjung nantinya juga akan menikmati aneka kudapan dari singkong, seperti “singkong Thailand” yaitu singkong rebus yang berkuah gula dan santan kental, urap singkong, singkong goreng, sate singkong dan sebagainya yang dapat dinikmati di tengah tengah hamparan kebun singkong.”

 

Kepala Desa Benteng, Faka Harika menyatakan IPB sudah banyak membantu Desa Benteng ke arah yang lebih baik dengan program-program unggulan yang menyentuh dan membantu perekonomian masyarakat menjadi lebih baik. “IPB juga telah membawa banyak perubahan, baik fisik maupun non fisik, antara lain terbentuknya KWT baru, dan pengaktifan kembali Karang Taruna, dinamisnya KWT dan kelompok tani, membuat tampilan desa lebih indah. Anggota KWT dan kelompok tani lebih terampil dalam budidaya pertanian dan olahan pangan.” Masyarakat Benteng berharap IPB tetap dapat mendampingi pengembangan embrio desa wisata ini sebagai cikal bakal desa wirausaha (entrepreneurial village) di Kabupaten Bogor.

 

 

 

 

 

Editor : Endi | Humas IPB

Mantap! Jalan Suryakencana Bogor, Bakal Jadi “Surga” Pejalan Kaki

 

BogorUpdate.com – Menjadikan Kota Bogor sebagai “surga” para pejalan kaki bukan sekedar ucapan semata. Setelah membangun pedestrian seputar Kebun Raya Bogor pada 2016 lalu, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan segera merealisasikan revitalisasi pedestrian di sepanjang Jalan Suryakencana (Surken).

 

Diperkirakan pembangunan pedestrian di kawasan pecinan tersebut memakan anggaran Rp 14,7 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan, saat ini lebar jalan dengan trotoar pedestrian Jalan Suryakencana kurang lebih sekitar 14 meter. Direncanakan pedestrian kira-kanan akan dilebarkan menjadi 2,5 meter sesi pertama. Sesi kedua setelah pedestrian untuk pejalan kaki selesai dan anggaran memungkinkan akan ditambah kembali 1 meter untuk jalur sepeda.

 

“Jadi total pedestrian 7 meter sisi kanan dan kiri. Sekarang masih tahap lelang. Ditargetkan Oktober sudah bisa dimulai dari selesai di akhir Desember 2018,” ujarnya seusai briefing Staf di Paseban Sri Bima, Balai Kota, Jalan. Ir. Juanda, Kota Bogor, Selasa (04/09/18)

 

Dengan rencana pelebaran pedestrian tersebut, lanjut Chusnul, badan jalan yang bisa dila­lui kendaraan berkurang, dari sepuluh meter menjadi tujuh meter. Kebijakan tersebut di­ambil Pemkot Bogor untuk mem­prioritaskan akses bagi pejalan kaki dari mulai Lawang Suryaken­cana hingga Gang Aut.

 

“Rencana awalnya hanya 2 me­ter, baik di sebelah kiri maupun sebelah kanan jalan. Tapi pak wali ingin pedestrian lebih lebar agar benar-benar nyaman untuk pejalan kaki, seperti jalan di Braga, Kota Bandung,” jelasnya.

 

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, revitalisasi Jalan Suryakencana ini merupakan proyek besar yang melibatkan banyak dinas. Mulai dari Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi dan UMKM, Satuan Polisi Pamong Praja, Camat, Lurah. Sehingga dibutuhkan koordinasi yang luar biasa. Sebab, tujuan dari revitalisasi ini bukan sekedar mempercantik kota saja tetapi menghidupkan ekonomi Kota Bogor.

 

“Sekarang toko-toko disana tutup jam 5 sore, kalau pedestriannya dilebarkan pasti mereka akan buka sampai malam dan kita ingin kota ini jadi surga pejalan kaki,” katanya. (Rie)

 

 

 

 

 

Editor : Tobing