PT Indosat Merugi Sebesar Rp 693 Miliar

 

 

BogorUpdate.com – Ketentuan wajib mendaftar pemilik nomor telepon seluler berdampak signifikan terhadap bisnis PT Indosat Tbk. Perusahaan ini mencatatkan pendapatan Rp 11,06 triliun atau turun dari pendapatan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 15,11 triliun.

 

Akibatnya, perusahaan ini merugi sebesar Rp 693 miliar. Padahal di semester I-2017, perusahaan dengan kode saham ISAT itu masih mencatatkan laba Rp 784 miliar.

 

Direktur Utama Indosat Joy Wahyudi mengatakan, salah satu penyebab kerugian diantaranya perubahan pola konsumsi masyarakat dalam menggunakan seluler. “Regulasi registrasi prabayar juga mempengaruhi. Ada imbasnya ke operator,” katanya dilansir dari Kontan.co.id, Jumat (10/8/18).

 

Perubahan pola konsumsi yang dimaksud Joy adalah turunnya penggunaan telepon dan SMS. Catatan laporan keuangan perusahaan memang pendapatan dari konsumsi telepon turun dari Rp 3,6 triliun di semester I-2017 menjadi Rp 2,4 triliun di semester I-2018. Sementara pemasukan dari SMS turun dari Rp 2,1 triliun menjadi Rp 936 miliar.

 

Ia menyebut akibat pemberlakuan kebijakan pemerintah Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12/2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14/2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12/2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi cara masyarakat menggunakan data juga berubah. Ini terlihat dari laporan keuangan Indosat semester I-2018 yang menyebut pendapatan data turun dari Rp 6,8 triliun menjadi Rp 5,9 triliun. Karena itulah, Indosat berupaya membuat strategi bisnis menghadapi perubahan ini.

 

 

 

Editor : Endi | Kontan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.