Pencarian Korban Longsor di Kampung Maseng Berakhir

Cijeruk – Bogor Update

Pencarian para korban longsor yang terjadi di Kampung Maseng Rt 2 Rw 8, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, akhirnya dihentikan, setelah sisa potongan tubuh korban yang tertimbun ditemukan tim SAR Gabungan, Rabu (07/02/18) pagi.

Sisa potongan tangan dan kepala kedua anak dari Asep yang merupakan korban selamat dalam peristiwa itu, ditemukan tim SAR, sekitar pukul 9.00 wib, diantara puing bangunan rumah yang hancur dan tumpukan tanah. Dengan ditemukannya sisa potongan tubuh korban tersebut, maka ke lima korban yang tertimbun longsoran tanah itu telah berhasil ditemukan.

Dan Ramil 2123 Wilayah Cijeruk – Cigombong Mayor Arm Oma Kurniawan, kepada BogorUpdate.com mengatakan, paska bencana pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk langkah lanjutan terkait penanganan para korban selamat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa, kecamatan, Kabupaten dan sejumlah dinas untuk penanganan para korban yang selamat. Untuk sementara, para korban diberikan tempat tinggal sementara yang dikontrakan oleh pemerintah desa setempat”, kata Dan Ramil. (Raden/Sep)

 

Editor : Endi

RSUD Kota Bogor Miliki Cath Lab Jantung

Kota Bogor – Bogor Update

Sejumlah fasilitas baru telah dimiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor. Mulai dari jumlah kamar kelas tiga yang bertambah menjadi 224 unit, peralatan kedokteran yang cukup memadai dan canggih hingga tersedianya layanan Cath Lab atau layanan untuk menentukan diagnostik penyakit jantung dan pembuluh darah.

Layanan Cath Lab ini menurut Direktur Utama RSUD Kota Bogor Dewi Basmala sangat dibutuhkan masyarakat Kota Bogor. Pasalnya, tren orang sakit jantung cenderung meningkat dengan resiko meninggal semakin tinggi. Tak ayal, penyakit jantung menjadi penyebab kematian nomor tiga di Kota Bogor.

“Selama ini jika ada warga Bogor yang sakit jantung, harus dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita. Perjalanan dari Bogor ke Jakarta sangat beresiko bagi pasien. Sebab faktor resiko keterlambatan dalam penanganan penyakit jantung itu berakibat fatal meninggal. Sehingga satu-satunya jalan RSUD Kota Bogor harus punya fasilitas Cath Lab,” ujarnya seusai Peresmian Gedung A (Critical Area) dan Pelayanan Cath Lab RSUD Kota Bogor, Rabu (07/02/18).

Ia mengatakan, dengan adanya gedung A (Critical Area), RSUD kini memiliki lima ruang operasi yang diharapkan dalam mengurangi jumlah waiting list pasien operasi yang sangat tinggi. Selain itu, adapula ruang penanganan khusus bagi ibu dan bayi. Hal ini sebagai bentuk komitmen dari RSUD untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi. “Kedepan kami ingin mengoptimalkan pelayanan kanker yakni dengan upaya radio kemoterapi sehingga kedepan dapat lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Bogor,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, gedung baru ini harus mampu merespon kondisi kesehatan warga yang membutuhkan penanganan cepat untuk perawatan. Hadirnya ruang NICU, PICU, ICU dan Cath Lab ini tentu dapat meningkatkan pelayanan RSUD serta warga tidak lagi perlu rujukan jauh-jauh. “Ini masih kurang, saya harap dilanjutkan lagi tahap keduanya untuk bisa memperbaiki klinik yang pengap dan ditambah lagi SDM-nya,” imbuhnya.

Bima berpesan agar sistem rujukan mulai dari tingkat Puskesmas disempurnakan dengan terintegrasi online. Menurutnya, jangan sampai setelah di rujuk baik ke Rumah Sakit di Kota Bogor ataupun di Jakarta warga menjadi bingung apalagi terlantar.

Hal lainnya yakni peningkatan kualitas layanan, ia sangat mendukung program “No jutek, lemot dan bolot”. Sebab sebagus apapun fasilitasnya jika pelayanannya tidak ramah, warga tidak bisa menikmati pelayanan.
“Terakhir transparansi pelaporan keuangan, mencegah manipulasi dalam mencegah budaya korupsi disini,” tegasnya. (Rie)

Editor : Endi

Staff Ahli Bupati Buka Forum Perangkat Daerah Tahun 2018

Cibinong – Bogor Update

Staff Ahli Bupati Bidang Administrasi dan Keuangan Kabupaten Bogor Dadi Gumilar secara resmi membuka forum perangkat daerah tahun 2018 dengan tema “Peningkatan kesejahteraan  masyarakat melalui peningkatan infrastruktur  dan daya saing ekonomi berbasis potensi wilayah” yang dihadiri Kasubdit Tata Kelola Komunikasi Publik Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik pada Kementerian Komunikasi dan Informatika Helmi Hafid, Sekertaris Dinas Kominfo Jabar Asep Sukmana, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bogor Kardenal, perwakilan SKPD, Kecamatan, DPRD dan pemangku kepentingan lainnya bertempat di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, pada Rabu (7/2/18).

Dalam sambutannya, Dadi menyampaikan bahwa penyelenggaraan forum perangkat daerah dimaksudkan sebagai sarana sinkronisasi perumusan program dan kegiatan perangkat daerah dalam pelaksanaan urusan pemerintah daerah dimana tahapan tersebut harus ditempuh guna memastikan penyempurnaan rancangan awal rencana kerja perangkat daerah yang telah disusun sebelumnya.

“forum ini dimaksudkan untuk menajamkan usulan prioritas program dan kegiatan pembangunan tahun 2019, baik yang dihasilkan dari musrembang RKPD Kabupaten di Kecamatan, maupun dari penyampaian pokok – pokok pikiran DPRD,” ungkapnya.

Sementara itu, Dadi menjelaskan acuan perencanaan sektoral Kabupaten Bogor untuk tingkat perencanaan nasional tahun 2019 masih diarahkan dalam rangka melaksanakan nawacita, sedangkan untuk perencanaan Provinsi Jabar wajib mengacu pada rancangan teknokratik RPJMD Provinsi Jabar tahun 2018 – 2023 yang saat ini tengah disusun.

“saya minta kepada seluruh perangkat daerah untuk senantiasa berkonsultasi dengan perangkat daerah terkait di tingkat Provinsi Jabar agar perencanaan sektoral ini dapat terintegrasi dengan baik di Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Sisi lain, sejalan dengan amanat peraturan pemerintah nomor 45 tahun 2017 tentang partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintah daerah Dadi mengingatkan agar masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan dan mengawal aspirasinya terkait Kebijakan Daerah  yang akan mengatur dan membebaninya.

“saya tegaskan kembali agar usulan seluruh pemangku kepentingan yang benar – Benar prioritas dilaksanakan pada tahun 2019 dapat diakomodir dalam renja perangkat daerah, sesuai dengan kemampuan daerah dan pagu indikatif yang telah ditentukan untuk perangkat daerah,” jelasnya. (Ara)

Editor : Endi

Polda Metro Jaya Bongkar Produsen Pemalsu Parfum Merk Terkenal

Nasional – Bogor Update

Petugas Polda Metro Jaya membongkar produsen dan penjual parfum yang telah memalsukan merek-merek terkenal, di Jalan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

“Petugas menangkap pemilik usaha berinisial HO alias J,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (7/2/18).

Argo mengatakan awalnya petugas menerima informasi tempat produksi dan penjualan parfum merk terkenal tanpa izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Anggota Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menelusuri praktik ilegal tersebut di Jalan Mangga Besar 4G Nomor 4 RT/002 Tamansari Jakarta Barat.

Selanjutnya, polisi menggerebek lokasi itu yang mendapati pemilik dan sejumlah pekerja memproduksi parfum palsu.

Argo mengungkapkan pelaku mengisi biang parfum dicampur cairan beraroma dan alkohol yang mengandung metanol kandungan 26 persen pada botol parfum terkenal.

Usai memproduksi, tersangka menjual parfum palsu itu dengan cara mengantarkan kepada konsumen dan transaksi di tempat.

Tersangka juga menjual secara “door to door” atau pemesanan melalui daring (online) dengan modus mengiklankan produk secara online.

“Tersangka memasarkan produk parfum dengan menyebutkan produk ori reject untuk menarik perhatian konsumen,” ujar Argo.

Diketahui pemasaran parfum palsu meliputi wilayah Wilayah Pemasaran parfum sudah menjangkau Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Sulawesi Tenggara. (Red)

Editor : Endi

Sumber : Antara

95 PKWT Dinkes Bertugas di Puskesmas

Kota Bogor – Bogor Update

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah menandatangani Surat Perintah Kerja antara tenaga kerja non PNS atau Pegawai Kontrak Waktu Tertentu (PKWT) dengan Dinkes Kota Bogor.

Penandatangan surat perintah kerja tersebut disaksikan langsung Wali Kota Bogor Bima Arya di aula Dinkes Kota Bogor, jalan Kesehatan, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (6/02/18).

Rubaeah mengungkapkan, perekrutan PKWT ini di latar belakangi oleh kurangnya tenaga kerja yang ada di Puskesmas.Sedangkan di Puskesmas akan disediakan ruang rawat inap. Oleh karena itu Dinkes membutuhkan beberapa tenaga medis untuk beberapa Puskemas di Kota Bogor.

Ia menuturkan, perekrutan tenaga kerja ini dimulai pada tanggal 2 Januari – 31 Desember 2018. Diawali dengan pembentukan tim rekrutmen tenaga Non PNS yang dilakukan Dinas Kesehatan, pembuatan kerangka kerja, pengumuman penyelenggaraan rekrutmen tenaga kesehatan, seleksi administrasi dan tes kesehatan.

Dalam proses ini Dinkes bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat UIKA Bogor. Adapun hasil kegiatan dari proses rekrumen ini antara lain, pertama jumlah peserta yang mengirimkan berkas sebanyak 1.378 lamaran. Peserta yang lolos proses administrasi sebanyak 671 orang.

Peserta tes tertulis yang lolos sebanyak 598 orang. Jumlah peserta yang lolos tes tertulis dan mengikuti tes wawancara sebanyak 170 orang. Sedangkan peserta yang lolos dan mengikuti tes kesehatan sebanyak 120 orang.

Pengumuman final 95 orang diterima. Yang terdiri dari Dokter umum, Dokter gigi, Apoteker, Perawat, Bidan, Sarjana Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, dan Call Center. (Rie)

Editor : Endi

Ulama, Ustadz dan Tokoh Masyarakat di Tiga Kecamatan Ini Dukung Ade-Iwan

Megamendung – Bogor Update

Ratusan ulama, ustadz dan tokoh masyarakat dari tiga kecamatan yakni Ciawi, Megamendung dan Kecamatan Cisarua, yang tergabung dari Muktamar I Komunitas Muslim Jalur Puncak (KMJP), Kabupaten Bogor, memberikan dukungan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor 2018, Ade Yasin – Iwan Setiawan, dilokasi Hotel Mars, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Selasa (6/2/18).

Pertemuan yang dikemas dalam acara  silaturahmi tersebut, bertema “Mari kita kawal Pemerintahan Kabupaten Bogor dalam membangun kawasan puncak lebih maju dan maslahat bagi umat”.

Ade Yasin calon Bupati Bogor 2018, mengatakan, bahwa pertemuan dengan para ulama, ustad, kiai dan tokoh masyarakat dalam rangka silaturahmi.

“Alhamdulillah, saya bertemu langsung  lewat acara silaturahmi dengan para ulama, ustadz, kiai dan tokoh masyarakat dari KMJP. Dengan keberadaan mereka agar bisa mengawal kinerja Pemkab Bogor dalam membangun kabupaten lebih maju,” ujar Ade Yasin lewat sambutannya dilokasi Hotel Mars, Selasa (6/2/18).

Ade Yasin yang juga menjabat Ketua DPW PPP Jabar ini menjelaskan, bahwa keberadaan pemerintah dan ulama, harus bersinergis.

“Pemerintah dan para ulama, ustad, kiai dan tokoh masyarakat harus bisa berdekatan dan jangan jauh-jauh. Karena, saya diajarkan oleh ibu, kakak dan guru saya agar bisa menyesuaikan dan bisa bekerja sama,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, bahwa beberapa program yang tertunda akan dilanjutkan kembali demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Bogor.

“Program untuk keumatan, saya tidak mau berbeda pendapat. Makanya, saya akan melanjutkan kembali perjuangan seperti program jumling, boling, menuntaskan pendidikan agama. Artinya, tidak ada lagi sekolah madrasah yang tidak dirawat, lalu kita harus memperhatikan guru dan repitalisasi pontren yang harus di perhatikan,” pungkasnya. (Ang)

 

Editor : Endi