Kelurahan Pasir Jaya Berpeluang Raih Beberapa Penghargaan P2WKSS

Kota Bogor – Bogor Update

Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat masuk dalam tahap rechecking lomba program terpadu Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat (P2WKSS) tingkat Provinsi Jawa Barat. Bahkan Kelurahan Pasir Jaya menjadi 10 terbaik dari 27 lokasi binaan se-Jawa Barat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Rechecking Provinsi Jawa Barat Neni Al Yani pada saat melakukan penilaian di RW 11 Muara Kidul, Kelurahan Pasir Jaya, Kota Bogor,  Jumat (8/12/17).

Menurut Neni, berkat upaya dan dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor beserta masyarakat Pasir Jaya, dalam lomba ini Kota Bogor bisa meraih beberapa kategori penghargaan. Antara lain sebagai kota terbaik dan Kelurahan terbaik untuk kampung ramah anak.

Penghargaan lainnya yang bisa diraih Kelurahan Pasir Jaya yakni, pemberdayaan perempuan terbaik, pemberdayaan ekonomi terbaik dan pemberdayaan lembaga kelurahan terbaik. “Semua kategori dan reward ini sebagai hasil upaya dari  semuanya mulai dari tingkat pemerintah daerah hingga ke tingkat RT,” katanya.

Neni berharap kesempatan ini agar warga tetap memelihara lingkungan yang bersih dan sehat. Sehingga suasana yang bersih dan sehat itu tidak hanya pada saat lomba saja akan tetapi paska program P2WKSS ini tetap dipelihara dengan baik. (Rie)

 

Editor: Endi

Geger! Ada Mayat Diduga Korban Mutilasi di Gunung Putri

Gunung Putri – Bogor Update

Warga Kampung Gunung Putri , Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan potongan tubuh bagian kaki di pinggir peron rel kereta api Nambo-Gunung Putri, Jum’at (08/12/17). Diduga mayat tersebut korban pembunuhan.

Diketahui potongan tubuh tersebut milik seorang pria yang diperkirakan berusia 30-35 tahun. Sebab tidak jauh dari lokasi penemuan potongan tubuh, juga ditemukan sesosok jasad pria didalam selokan dalam keadaan terlentang bersimbah darah. Dugaan sementara, pria tersebut merupakan korban pembunuhan karena terdapat bekas luka robek di kepala bagian belakang.

“Dugaan sementara korban pembunuhan, karena ada bekas penganiayaan. Dari informasi sementara diketahui bernama Muhammad Amin warga Kecamatan Klapanunggal,” kata Panit Reskrim Polsek Gunung Putri Ipda Ano

Ano menuturkan sebelumnya mendapat laporan dari beberapa warga yang hendak membuka lapak dagangan sekitar lokasi kejadian, yang diteruskan ke petugas PT KAI.

“Ada dugaan korban dianiaya di tempat lain, namun mayatnya dibuang ke rel kereta api untuk menghilangkan jejak,” jelasnya.

Saat ini korban sudah dibawa ke RS Polri untuk diautopsi. Sementara itu polisi masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan menyelidiki sekitar lokasi kejadian.

” Sudah ada keluarga yang datang, korban dibawa ke RS Polri, sementara masih dalam penyelidikan,” tungkasnya. (Ji/Sep)

 

 

Editor: Endi

Bima Tinjau Lokasi Rencana Jembatan Taman Cibalagung-Paledang

Kota Bogor – Bogor Update

Seusai menerima Tim Rechecking P2WKSS Provinsi Jawa Barat di Rw.11 Muara Kidul, Kelurahan Pasir Jaya, Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau ke salah satu lokasi rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah dan Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (8/12/17).

Bima yang pada kesempatan itu didampingi Camat Bogor Barat Pupung W. Purnama mengecek lokasi yang berada di wilayah Taman Cibalagung tepatnya di Rt.1 Rw. 5. Sebelum sampai di lokasi Bima dipandu Idrus Mulyadi, Ketua Rt.1 melewati jalan yang tidak terlalu lebar yang akan digunakan sebagai akses menuju jembatan.

Menurut Idrus rencana pembangunan jembatan yang akan menggunakan jalan tersebut, harus melibatkan warga setempat untuk bermusyawarah agar bisa berjalan lancar.

Sebelum meninggalkan lokasi, Bima dan semua yang mendampingi mengunjungi Pabrik Tahu Kunyit yang lokasinya tidak terlalu jauh. Pabrik Tahu Kunyit milik Pak Aris itu mempekerjakan 7 pegawai untuk memproduksi tahu kunyit dan telah beroperasi sekitar 10 -15 tahun.

Turut mendampingi Wali Kota, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi, Kabag Tapem Setda Kota Bogor Taufik, Camat Bogor Barat serta unsur Muspika Bogor Barat. (Rie)

 

Editor: Endi

 

KPK Singgung Keterangan Andi Narogong yang Ungkap Keterlibatan Setnov

Nasional – Bogor Update

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyinggung soal keterangan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Naragong yang mengungkapkan keterlibatan Setya Novanto dalam tindak pidana korupsi KTP-elektronik (KTP-e).

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim Tunggal Kusno pada Jumat menggelar sidang lanjutan praperadilan Setya Novanto dengan agenda jawaban dari pihak termohon dalam hal ini KPK.

“Terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong mengungkap keterlibatan Ketua DPR dalam hal ini Setya Novanto dalam mega korupsi KTP-elektronik termasuk pembagian fee, sejumlah pertemuan yang dihadiri Setya Novanto, dan sejumlah nama yang disebutkan terlibat dalam proyek KTP-e,” kata Kepala Biro Hukum KPK Setiadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (8/12/17).

Selain itu, kata Setiadi, Novanto juga menerima jam tangan Richard Mille seharga Rp1,3 miliar dari Andi Narogong.

“Segala fakta yang diketahui tentang kasus yang menjeratnya dibuka oleh Andi Agustinus dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi,” kata Setiadi.

Menurut Setiadi, keterangan Andi Agustinus tersebut semakin jelas menunjukkan bahwa langkah KPK adalah tepat dalam penanganan kasus korupsi KTP-e.

Dalam pembacaan tuntutan Andi Narogong pada Kamis (7/12/17) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Setya Novanto termasuk salah satu orang yang mendapatkan keuntungan dari proyek KTP-e dengan total anggaran Rp5,9 triliun.

Setya Novanto menerima melalui Irvanto Hendro Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung sejumlah 7 juta dolar AS serta 1 jam tangan merek Richard Mille RM 011 senilai 135 ribu dolar AS.

Novanto ditetapkan kembali menjadi tersangka kasus korupsi KTP-e pada Jumat (10/11/17). Novanto memenangkan praperadilan pertama, namun kini kembali mengajukan praperadilan kembali.

Novanto disangkakan pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Red)

 

Editor: Endi

Pemkab Bogor Lindungi Kapitalis Ketimbang “Wong Cilik”

RM Kabayan, jalan raya Tegar Beriman, Cibinong, kab.Bogor

Cibinong – Bogor Update

Berbeda perlakuan dengan bangunan di sepanjang warga di sekitaran Jalan Raya Stadion Pakansari, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak membongkar Rumah Makan (RM) Kabayan yang berada di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Meski selama tiga tahun belum mengantongi perijinan, Pemkab Bogor tetap membiarkan RM Kabayan berdiri dan beroperasi.

Kepala Bidang (Kabid) Objek Daya Tarik Wisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bogor, Diman Hardi mengatakan, rumah makan yang berdiri di atas tanah pemerintah daerah tersebut belum mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

“Dengan belum mengantongi Ijin Peruntukan Pemanfaatan Tanah (IPPT) secara otomatis belum punya TDUP. Produk ijin yang menjadikan kami tim teknis itu tahap akhir setelah IMB dikeluarkan,” ujar Diman kepada Bogorupdate.com, kemarin.

Terpisah, Direktur Eksekutif Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) Rahmatullah menegaskan, potret pembiaran bangunan RM Kabayan yang illegal tersebut menjadi preseden buruk pemerintah daerah.

“Bangunan rumah makan itu lokasinya di komplek perkantoran pemerintah daerah. Jadi kalau illegal tetap dibiarkan, itu menimbulkan adanya dugaan suap menyuap oknum pemerintah daerah,” kata pria yang akrab disapa Along ini.

Lebih lanjut ia memaparkan, fenomena pembiaran bangunan illegal tersebut bentuk keterpihakan pemerintah daerah terhadap kapitalis. “Kita lihat contoh kasus bangunan warga di pinggiran Jalan Raya Stadion Pakansari menuju lampu merah perempatan Sentul yang akhir tahun dirobohkan Satpol PP. Bangunan itu berdiri di atas tanah warga dan didirikan menggunakan uang warga tapi tetap dirobohkan oleh pemerintah daerah, sedangkan bangunan RM Kabayan yang berdiri diatas tanah pemda tapi tak berizin tetap dibiarkan. Ini jelas bahwa Pemkab Bogor dibawah kepemimpinan Nurhayanti lebih berpihak pada pemodal ketimbang warga biasa,” paparnya. (EFT/DO)

 

Editor: Endi

Modus Baru! Maling Motor Kini Nyamar Jadi Ojek Online

Foto ilustrasi

Gunung Putri – Bogor Update

Para pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) kini tak mau kalah kreatif dengan intel polisi. Terbukti dalam penyamarannya, mereka bisa jadi memanfaatkan situasi untuk mengelabui calon korban, salah satunya dengan menyamar menjadi driver plus penumpang ojek online.

Nah, jangan terkecoh! Belakangan kejahatan curanmor dibilangan Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor semakin berevolusi. Pelaku menjalankan aksinya masih dengan cara lama. Bedanya penggunaan atribut ojek online saat mencari kendaraan sasaranya kini jadi modus baru.

Dari informasi, kejadian dialami warga Desa Bojong Kulur. Saat itu motor jenis beat terlihat dipancal (step) dari arah bojong kulur menuju cikeas oleh dua orang menggunakan atribut ojek online. Entah karena panik, keduanya mengalami kecelakaan dijalan raya ciangsana tepatnya di depan gerbang PT Rekadaya. Tak curiga dengan keduanya, warga yang berada disekitar menghampiri hendak menolong. Namun, belum sempat menolong, kedua orang yang beratribut ojek online tersebut langsung menodongkan senjata jenis beceng kearah warga. Alhasil, warga yang berada disekitar saat itu tunggang-langgang menyelamatkan diri.

“Kejadiannya kemarin, Rabu (6/12/17), sekitar pukul 22.00 WIB. Dua orang itu jatuh di depan PT Rekadaya, sepertinya kaget ada mobil mau masuk. Kita (warga.red) pengen nolong, eh malah ditodong beceng,” ungkap Ali (24) warga sekitar.

Dikatakan, usai kejadian, keduanya diketahui komplotan curanmor saat pemilik kendaraan datang mencari informasi keberadaan motornya yang dibawa dua orang beratribut ojek online. “Iya sejam kemudian kita baru tahu, itu (dua orang beratribut ojek online.red) maling motor. Korbannya warga Bojong Kulur,” Sambung warga.

Soal ini, Kapolsek Gunung Putri AKP Niih Hadi Wijaya mengatakan, akan menjadi konsen diwilayah hukumnya. Ia pun menghimbau agar waspada dan tidak mudah mempercayai seseorang yang baru ditemuinya. “Modus sekarang bermacam-macam, tidak menutup kemungkinan modus baru akan terus muncul. Baiknya harus terus waspada dan jangan mudah percaya dengan orang baru,” pungkas Hadi. (Ji/Sep)

 

Editor: Endi

Jelang Musda, Irfani Gelar Silaturahmi Dengan Ketua Golkar dan Pengurus AMPI Kota Bogor

Kota Bogor – Bogor Update

Calon ketua AMPI Kota Bogor Irfani lakukan silaturahmi dengan ketua DPD Golkar Kota Bogor mantan ketua AMPI Kota Bogor dan pengurus AMPI tingkat kecamatan kemarin.

Hal itu dilakukan menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Bogor akan digelar Minggu 10 Desember 2017 mendatang.

Dalam forum silaturahmi tersebut, Ketua DPD Golkar Kota Bogor Tauhid J Tagor, mengingatkan bahwa seluruh anggota AMPI Kota Bogor harus bersinergi dengan Pemerintah Kota Bogor.

“AMPI Kota Bogor selama ini sudah berkiprah untuk Kota Bogor, semoga ke depan makin bisa berperan dalam pembangunan di Kota Bogor,” kata Tagor kepada wartawan.

Lebih lanjut Tagor mengatakan, di Kota Bogor AMPI bisa besar di bawah kepemimpinan Deni Suhendar.

“Terima kasih atas kepemimpinan Deni Suhendar selama ini. Dan kepada Irfani sebagai calon tunggal ketua AMPI Kota Bogor ke depan, diharapkan bisa membawa AMPI lebih besar lagi,” harapnya.

Sementara itu, calon ketua AMPI Kota Bogor Irfani mengatakan, amanah yang akan diberikan dalam Musda nanti kepadanya akan dijalankan dengan baik.

Irfani juga berjanji akan mensinergikan AMPI Kota Bogor dengan program-program Pemerintah Kota Bogor.

“Insya Allah saya akan menjalankan amanah ini, tentunya dengan dukungan semua pihak. Terutama ketua DPD Golkar Kota Bogor, para mantan ketua AMPI Kota Bogor serta seluruh pengurus dan anggota AMPI Kota Bogor,” tandasnya. (AS)

 

Editor: Endi

Gas Melon Langka, Kapolresta Bogor Kota Minta Anggotanya Monitoring

Kota Bogor – Bogor Update

Menyikapi terjadinya kelangkaan gas 3 Kg subsidi pemerintah yang meresahkan masyarakat selama dua pekan ini, Kapolresta Bogor Kota minta jajarannya gerak dan melakukan monitoring.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengaku sudah memerintahkan anggotanya untuk bergerak cepat.

“Ya saya sudah perintahka anggota agar gerak, mengantisipasi masalah masyarakat ini agar tidak menimbulkan konflik sosial dikalangan masyakat,” kata Ulung, Kamis (07/12/17).

Menurutnya, kelangkaan melon yang terjadi beberapa hari terakhir ini menjadi polemik yang sangat luar biasa, pasalnya bisa berdampak negatif dan bukan tidak mungkin bisa menimbulkan konflik sosial.

“Saya perintahkan kepada seluruh jajaran untuk memonitoring,” ujarnya.

Mantan Kapolres Bandara Soekarno Hatta itu menambahkan, bila penyebab kelangkaan tersebut karena ulah para oknum untuk menimbun dan mengoplos agar harganya melambung. Maka pihaknya akan tindak sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku.

“Saya juga sudah memerintahkan kepada anggota untuk berkoordinasi dengan pihak Disperindagkop Kota Bogor dan pihak Hiswana Migas untuk bersama-sama menyelesaikan adanya penyebab kelangkaan gas ini,” jelasnya. (AS)

 

Editor: Endi